Cara cerdas memastikan dana pensiun mencukupi tanpa mengorbankan gaya hidup sekarang.
Masa pensiun itu suatu kepastian bagi semua orang. Saat pensiun tiba, kamu akan berhenti bekerja, tidak punya penghasilan bulanan, tetapi biaya hidup terus berjalan. Bahkan dana yang diperlukan untuk hidup bisa lebih besar mengingat kesehatan yang menurun seiring usia.
Dengan kenyataan tersebut, sangat penting bagi setiap individu untuk memiliki dana pensiun sebagai bekal di masa tua.
Baca juga: Cara Menghitung Dana Darurat yang Ideal, Ini Simulasinya!
Dana Pensiun yang Ideal
Tidak ada nominal pasti terkait berapa besaran dana pensiun ideal. Pasalnya, setiap individu punya besaran dana pensiun yang berbeda-beda. Perbedaan ini disebabkan beberapa faktor, yaitu:
- Durasi pensiun: Semakin panjang periode pensiun, semakin besar dana yang dibutuhkan.
- Inflasi dan biaya kesehatan: Kedua hal ini meningkat seiring bertambahnya usia dan waktu.
- Gaya hidup: Traveling, hobi, pengeluaran tidak rutin semuanya menambah kebutuhan dana.
- Instrumen investasi yang dipilih: Reksa dana, properti, atau saham memiliki risiko dan return berbeda.
Namun bukan berarti besaran dana pensiun tidak bisa disimulasikan. Sebagai contoh, angka harapan hidup orang Indonesia menurut BPS 73 tahun dan usia pensiun 59 tahun. Artinya, ada waktu 14 tahun yang termasuk dalam masa pensiun dan harus disiapkan dananya.
Berikutnya, cek kembali berapa kebutuhan bulanan yang kamu perlukan. Misalnya, kamu perlu dana Rp5 Juta untuk memenuhi kebutuhan selama 1 bulan.
Maka, dana pensiun yang perlu kamu siapkan adalah sebesar Rp5 Juta x 12 bulan x 14 tahun = Rp840 Juta, yaitu dana yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masa pensiun.
Misalnya kamu sekarang berusia 30 tahun dan masih akan produktif bekerja hingga usia 59 tahun. Artinya, kamu masih ada waktu sekitar 29 tahun masa kerja.
Jika mau mulai menabung untuk dana pensiun, kamu perlu menyisihkan uang sebesar Rp28,9 Juta per tahun, atau Rp2,4 Juta per bulan untuk mencapai Rp840 pada usia 59 tahun nanti.
Perlu diingat, jumlah Rp840 Juta itu hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup saja, dan belum memperhitungkan inflasi dan biaya-biaya lain seperti biaya kesehatan.
Baca juga: Ini 13 Cara Mengelola Uang agar Berkembang, Dijamin Cuan!
Cara Memastikan Dana Pensiun Cukup
Menyisihkan dana sekitar Rp2,4 Juta per bulan itu bukan perkara mudah. Apalagi jika kamu punya tanggung jawab seperti pendidikan anak. Oleh karena itu, kamu perlu beberapa kiat untuk memastikan dana pensiun cukup berikut ini.
1. Disiplin Terhadap Anggaran
Cara pertama, kamu harus menyusun anggaran keuangan dan disiplin menjalankannya setiap bulan. Salah satu metode penganggaran yang bisa kamu pakai adalah metode 50-30-20.
Dengan metode ini, 50% dari gaji digunakan untuk kebutuhan pokok, 30% untuk gaya hidup dan utang, sementara 20% dialokasikan ke tabungan dan investasi pensiun.
Menggunakan metode ini banyak manfaatnya, dan yang paling penting kamu tetap bisa nongkrong, traveling, atau belanja sesekali, tapi dana pensiun tetap jadi prioritas.
2. Sisihkan Kenaikan Gaji atau Bonus
Setiap ada kenaikan gaji atau dapat bonus tahunan, jangan semuanya dihabiskan untuk gaya hidup. Sebagian bisa langsung dialihkan ke instrumen pensiun seperti reksa dana saham, obligasi ritel, atau tabungan pensiun.
Dengan begitu, gaya hidup sehari-hari nggak perlu ditekan, tapi saldo untuk masa depan tetap bertambah signifikan.
3. Gunakan Instrumen Investasi yang Sesuai Usia
Saat masih muda, instrumen dengan return lebih tinggi seperti saham atau reksa dana saham bisa jadi pilihan. Seiring bertambahnya usia, kamu bisa mulai geser ke obligasi atau deposito yang lebih stabil.
Strategi ini bikin dana pensiun terus berkembang, tapi risiko tetap terkendali. Dengan begitu, pengeluaran untuk gaya hidup sekarang tidak terlalu terbebani karena ada pertumbuhan dari investasi.
Baca juga: Smart Investing 101: Mulai dari Instrumen Tepat hingga Tips Anti Gagal
4. Maksimalkan Fasilitas Pensiun dari Perusahaan atau BPJS
Banyak perusahaan menyediakan program pensiun atau asuransi tambahan. Memanfaatkan fasilitas ini bikin tabungan pribadi tidak terlalu berat.
BPJS Ketenagakerjaan juga punya program JHT dan JP yang hasilnya lumayan untuk tambahan. Artinya, uang pribadi masih bisa dipakai untuk gaya hidup, sementara kebutuhan pensiun tetap ter-cover.
5. Batasi Utang Konsumtif, Perbanyak Aset Produktif
Kartu kredit dan cicilan bisa bikin cash flow bocor. Dengan membatasi utang konsumtif, ruang untuk menabung dana pensiun jadi lebih lega.
Sebagai gantinya, arahkan dana ke aset produktif yang bisa menghasilkan, misalnya bisnis sampingan atau properti sewa. Jadi, gaya hidup sekarang tetap jalan, tapi masa depan juga punya sumber passive income tambahan.
Merencanakan dana pensiun bisa dimulai dengan memanfaatkan fitur Life Goals dari OCBC. Dengan fitur ini kamu bisa mengumpulkan dana untuk tujuan keuangan tertentu, seperti pensiun, liburan, pendidikan, menikah, dan sebagainya.
Melalui fitur Life Goals, kamu bisa menentukan tujuan finansial, menghitung dana yang dibutuhkan, serta menentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Cara membuat fitur Life Goals juga cukup mudah, yaitu melalui aplikasi OCBC mobile. Setelah memiliki Life Goals, kamu juga bisa memilih produk tabungan atau investasi melalui aplikasi tersebut sesuai profil risiko kamu.
Namun, penting juga bagi kamu mengetahui kesehatan finansial saat ini untuk menentukan penyimpanan dana pensiun yang tepat.
Saat ini, mengecek kesehatan finansial bisa dilakukan dengan mudah melalui Financial Fitness Check Up yang bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.
Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendaftar untuk mengikuti layanan konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer. Di sesi ini, kamu bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dan menyusun strategi keuangan secara cermat untuk keperluan pensiun.
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!
Baca juga: Ini Cara Menghitung Masa Kerja Pensiun PNS, Wajib Tahu!