Punya uang Rp10 Juta? Jangan cuma ditabung, ubah jadi aset produktif yang bisa bikin cuan jangka panjang!
Uang Rp10 Juta sudah cukup jika digunakan untuk memenuhi keinginan gaya hidup, seperti beli sepatu, tas, staycation di hotel berbintang, atau bahkan liburan ke Bali sekalipun.
Namun setelah semua itu terbeli atau terwujud, uang Rp10 Juta akan habis dan tak bersisa kecuali foto dan kenangan.
Sebaliknya, jika kamu menerapkan delayed gratification, dan mengubahnya jadi aset produktif, uang tersebut akan menghasilkan pemasukan tambahan yang berkelanjutan. Pada akhirnya, keinginanmu bisa saja terpenuhi lewat pemasukan tersebut.
Baca juga: Deposito Rp100 Juta Dapat Bunga Berapa per Bulan? Ini Simulasinya!
Cara Ubah Rp10 Juta Jadi Aset Produktif
Aset produktif adalah segala bentuk kepemilikan yang bisa menghasilkan pendapatan atau nilai tambah secara berkelanjutan. Beberapa aset produktif itu antara lain usaha sampingan, beli alat buat freelance, aset investasi, dan sebagainya.
Uang Rp10 Juta yang kamu miliki sudah sangat cukup untuk memiliki beberapa aset produktif sekaligus. Berikut cara ubahnya!
1. Modal Usaha Sampingan – Rp3 Juta
Dari Rp3 Juta, kamu bisa mulai usaha kecil seperti jualan online, reseller, atau usaha kuliner skala rumahan. Keuntungannya bisa 10–30% per bulan kalau dikelola serius. Artinya ada potensi balik modal dalam 6–10 bulan, dan setelah itu jadi profit murni.
2. Investasi Reksa Dana Pendapatan Tetap – Rp2,5 Juta
Dana ini bisa ditempatkan di reksa dana pendapatan tetap. Imbal hasil rata-rata bisa 5–10% per tahun. Mungkin terlihat kecil, tapi sifatnya stabil, bisa ditarik kapan pun, dan melatih kamu punya cashflow rutin dari investasi.
3. Obligasi Ritel/Sukuk Negara – Rp2 Juta
Obligasi pemerintah bisa dibeli mulai Rp1 Juta per unit. Dengan bunga kupon sekitar 5–6% per tahun, kamu dapat kepastian pendapatan pasif. Selain aman karena dijamin negara, kuponnya bisa langsung masuk rekening tiap bulan/3 bulan.
4. Digital Asset – Rp1,5 Juta
Uang ini bisa dipakai beli domain, template digital, atau website yang dimonetisasi lewat iklan. Bisa juga untuk langganan software yang menunjang pekerjaan freelance. Aset ini bisa menghasilkan income berkali lipat dari modal awal.
5. Tabungan Emas – Rp1 Juta
Dana ini bisa dialihkan ke tabungan emas digital. Emas menjaga nilai uang dari inflasi. Dalam jangka menengah hingga panjang, emas relatif stabil nilainya dan bisa jadi cadangan darurat.
Dari kelima aset produktif di atas, uang Rp10 Juta punya kamu berpotensi menghasilkan keuntungan:
- Usaha sampingan: Rp500 Ribu–Rp1 Juta per bulan.
- Reksa dana: Rp12,5–20 Ribu per bulan
- Obligasi/sukuk: Rp10–12 Ribu per bulan.
- Digital asset: variatif, Rp300 Ribu–Rp1 Juta per bulan.
- Tabungan emas: fluktuasi, karena sifat emas itu untuk investasi jangka panjang.
Total potensi hasil per bulan berada di kisaran Rp500 – 1 Juta atau Rp6 - 12 Juta per tahun, sehingga kamu bisa lebih leluasa menggunakannya ketimbang hanya menghabiskan uang Rp10 Juta awal.
Namun perlu diingat, setiap instrumen investasi itu punya imbal hasil yang berbeda-beda, begitu juga dengan bisnis yang bisa dapat untung tapi juga bisa rugi. Adapun skema di atas hanya ilustrasi saja.
Dengan strategi tersebut, Rp10 Juta akan semakin sehat sehingga tujuan keuangan bisa lebih cepat terwujud.
Bicara soal kesehatan finansial, seberapa sehat sih finansialmu saat ini? Kamu bisa cek dengan mudah melalui klik tautan ini.
Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu bagaimana kondisi kesehatan finansialmu dan bisa menentukan akan memilih strategi investasi pada instrumen apa.
Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa membahas hasilnya dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.
Segera daftar Konsultasi 1 on 1 dan kamu bisa mengetahui strategi yang tepat untuk keuangan kamu. Termasuk usaha apa yang cocok dengan profil dan juga kondisi finansial kamu! Banyak banget kan manfaatnya?
Baca juga: Menabung Bareng Pacar, Boleh Nggak Sih?