Summary
Return investasi menunjukkan tingkat keuntungan atau kerugian dibandingkan modal awal yang ditanamkan. Kenali faktor yang memengaruhi return, rumus dan contoh perhitungannya, serta cara mengevaluasi kinerja investasi agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih tepat sesuai tujuan dan profil risiko.
Pelajari cara menghitung return investasi dengan mudah dan akurat. Ketahui rumus, contoh perhitungan, serta faktor yang mempengaruhi return untuk membantu mengambil keputusan investasi.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi, penting bagi setiap investor untuk mengetahui seberapa besar keuntungan yang diperoleh dari dana yang telah ditanamkan.
Salah satu indikator yang sering digunakan untuk mengukurnya adalah return investasi, yaitu tingkat keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dari suatu investasi dalam periode tertentu.
Menghitung return investasi dapat membantu kamu mengevaluasi kinerja portofolio sekaligus membandingkan potensi keuntungan dari berbagai instrumen investasi, seperti saham, reksa dana, obligasi, maupun emas.
Baca juga: 14 Manfaat Pasar Modal Bagi Investor, Eminten, Maupun Negara
Apa Itu Return Investasi (Return on Investment/ROI)?
Return investasi atau sering disebut Return on Investment (ROI) adalah indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat keuntungan maupun kerugian yang diperoleh dari suatu investasi dibandingkan dengan modal yang telah dikeluarkan.
Melalui return investasi, investor dapat mengetahui seberapa efektif suatu instrumen investasi menghasilkan keuntungan dalam periode tertentu. Semakin tinggi return yang diperoleh, semakin besar pula keuntungan yang dihasilkan dari investasi tersebut.
Sebaliknya, return yang rendah atau bahkan negatif menunjukkan bahwa investasi belum memberikan hasil sesuai harapan atau mengalami kerugian.
Oleh karena itu, menghitung return investasi menjadi salah satu langkah penting untuk mengevaluasi kinerja investasi sekaligus membandingkan berbagai pilihan instrumen, seperti saham, reksa dana, obligasi, maupun emas.
Baca juga: 8 Fungsi Manajemen Keuangan, Pengertian, dan Tujuannya
Faktor yang Mempengaruhi Return Investasi
Meski demikian, besarnya return investasi tidak selalu sama pada setiap instrumen maupun setiap periode. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat return investasi, di antaranya sebagai berikut.
1. Jenis Instrumen Investasi
Setiap instrumen investasi memiliki karakteristik return yang berbeda. Misalnya, saham umumnya menawarkan potensi return yang lebih tinggi dibandingkan deposito, tetapi juga disertai risiko yang lebih besar.
Sementara itu, obligasi atau reksa dana pendapatan tetap cenderung memberikan return yang lebih stabil meskipun potensi keuntungannya relatif lebih rendah.
2. Jangka Waktu Investasi
Lama waktu berinvestasi juga mempengaruhi potensi return yang diperoleh. Investasi jangka panjang memiliki peluang menghasilkan return yang lebih optimal karena memiliki lebih banyak waktu untuk bertumbuh dan melewati fluktuasi pasar dibandingkan investasi jangka pendek.
3. Kondisi Pasar
Pergerakan pasar turut mempengaruhi kinerja investasi. Faktor seperti kondisi ekonomi, tingkat suku bunga, inflasi, hingga sentimen global dapat menyebabkan nilai investasi naik maupun turun sehingga berdampak pada return yang diterima investor.
4. Risiko Investasi
Dalam dunia investasi, terdapat hubungan yang erat antara risiko dan return. Instrumen dengan tingkat risiko yang lebih tinggi umumnya menawarkan potensi return yang lebih besar.
Sebaliknya, instrumen dengan risiko yang lebih rendah biasanya memberikan return yang lebih stabil, tetapi potensi keuntungannya relatif terbatas.
5. Biaya Investasi
Return investasi juga dapat dipengaruhi oleh berbagai biaya yang dikenakan, seperti biaya transaksi, biaya pengelolaan, pajak, maupun biaya administrasi. Oleh karena itu, investor perlu memperhitungkan seluruh biaya tersebut agar dapat mengetahui hasil investasi yang sebenarnya diterima.
Baca juga: Yuk Intip Daftar Portofolio Saham Lo Kheng Hong Saat Ini!
Cara Menghitung Return Investasi
Perhitungan return investasi sebenarnya cukup sederhana karena membandingkan keuntungan yang diperoleh dengan modal awal yang dikeluarkan.
Hasil perhitungan tersebut biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase sehingga memudahkan investor untuk mengevaluasi kinerja investasi maupun membandingkan beberapa instrumen investasi.
Secara umum, rumus menghitung return investasi adalah sebagai berikut:
Return Investasi (%) = [(Nilai Akhir Investasi − Modal Awal) ÷ Modal Awal] × 100%
Keterangan:
- Nilai Akhir Investasi: total nilai investasi saat ini atau saat investasi dicairkan.
- Modal Awal: jumlah dana yang diinvestasikan pada awal periode.
- Selisih Nilai Akhir dan Modal Awal: keuntungan (capital gain) atau kerugian (capital loss) yang diperoleh selama periode investasi.
- Hasil akhir dalam persen (%): menunjukkan tingkat keuntungan atau kerugian terhadap modal awal.
Sebagai ilustrasi, kamu membeli reksa dana dengan modal awal sebesar Rp10.000.000. Setelah satu tahun, nilai investasimu meningkat menjadi Rp11.500.000.
Maka perhitungannya adalah sebagai berikut:
- Return Investasi = [(Rp11.500.000 − Rp10.000.000) ÷ Rp10.000.000] × 100%
- Return Investasi = (Rp1.500.000 ÷ Rp10.000.000) × 100%
- Return Investasi = 15%
Artinya, investasi tersebut memberikan return sebesar 15% selama satu tahun. Dengan mengetahui persentase return, kamu dapat menilai apakah hasil investasi sudah sesuai dengan target yang diharapkan.
Itulah ulasan mengenai cara menghitung return investasi dengan mudah dan akurat. Sudah siap berinvestasi? Langkah pertama kamu perlu memilih layanan pengelolaan aset secara profesional dan terpercaya.
Pemilihan layanan yang tepat penting agar strategi keuangan yang sudah direncanakan bisa dijalankan dengan optimal, mulai dari pertumbuhan aset, perlindungan kekayaan, hingga perencanaan jangka panjang.
Salah satu layanan yang bisa digunakan adalah Wealth Management dari OCBC, yang menawarkan solusi pengelolaan keuangan secara menyeluruh sesuai dengan kebutuhan nasabah.
Melalui layanan ini, nasabah dapat memperoleh perencanaan finansial yang lebih terarah, dukungan produk investasi yang beragam, serta pendampingan dalam mengelola aset agar tetap berkembang dan terlindungi.
Informasi selengkapnya mengenai Wealth Management OCBC bisa kamu klik di link ini. Dengan perencanaan yang tepat lewat layanan ini, kamu bisa memastikan asetmu bertumbuh dan keuanganmu selalu stabil dan sehat.
Jika belum tahu kondisi keuangan kamu dan apakah kamu perlu wealth management atau tidak, kamu bisa coba untuk cek kesehatan keuangan kamu di sini!
Financial Fitness Check Up bisa memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Hasilnya bisa kamu diskusikan dengan Nyala Trainer dalam sesi 1 on 1 Consultation.
Di sesi ini, kamu akan dapat insight terkait strategi dan perencanaan finansial yang sesuai dengan profil dan tujuan keuanganmu.
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang MeNyala sekarang guna mencapai #FUNanciallyFIT!
Baca juga: Cara Melihat Grafik Saham untuk Pemula, Ini Contohnya!