Summary
Memahami profil risiko penting dilakukan sebelum berinvestasi agar pilihan instrumen sesuai dengan kemampuan menghadapi risiko, kondisi keuangan, tujuan, dan jangka waktu investasi. Profil risiko terbagi menjadi lima kategori, yaitu konservatif, seimbang, growth, agresif, dan sangat agresif. Dengan mengenali profil risiko, kamu dapat mengambil keputusan investasi secara lebih bijak tanpa sekadar mengikuti tren atau rekomendasi orang lain.
Sebelum mulai investasi, kenali profil risiko terlebih dahulu. Pahami jenis profil risiko investor dan cara menentukannya agar investasi sesuai dengan tujuan keuanganmu.
Sering kali kita menjumpai investor yang memilih instrumen dengan potensi imbal hasil tinggi, tetapi belum siap menghadapi fluktuasi nilainya.
Misalnya, ada anak muda yang berinvestasi pada instrumen agresif, tetapi merasa cemas setiap kali nilai investasinya mengalami penurunan atau kinerjanya tidak sesuai harapan.
Di sisi lain, tidak sedikit pula pensiunan yang menempatkan sebagian besar dana mereka pada instrumen berisiko tinggi dengan harapan memperoleh keuntungan lebih besar.
Padahal, ketika pasar bergejolak dan nilai investasi menurun, kondisi tersebut justru dapat memicu kepanikan hingga mendorong keputusan investasi yang terburu-buru.
Itulah gambaran orang-orang yang berinvestasi hanya karena ikutan tren atau terpengaruh perkataan orang yang terkenal. Rekomendasi dari influencer, teman, maupun media sosial seharusnya hanya menjadi bahan pertimbangan, bukan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan.
Sebelum menempatkan dana pada suatu instrumen investasi, ada hal yang jauh lebih penting untuk dipahami, yaitu profil risiko. Setiap orang memiliki tingkat toleransi terhadap risiko yang berbeda-beda.
Ada yang tetap tenang ketika nilai investasinya berfluktuasi, tetapi ada juga yang merasa cemas ketika mengalami penurunan meski hanya dalam jangka pendek. Karena itu, instrumen investasi yang cocok untuk satu orang belum tentu sesuai untuk orang lain.
Memahami profil risiko membantu kamu memilih instrumen investasi yang selaras dengan kondisi keuangan, tujuan investasi, dan jangka waktu yang dimiliki.
Dengan begitu, keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada tren atau rekomendasi orang lain, tetapi juga pada kesiapan diri dalam menghadapi setiap risiko yang mungkin muncul.
Baca juga: 14 Manfaat Pasar Modal Bagi Investor, Eminten, Maupun Negara
Mengenali Profil Risiko Investasi
Risk profile atau profil risiko investasi adalah indikator atau petunjuk untuk mengetahui tingkat risiko investasi yang bisa ditoleransi atau diterima oleh seorang investor dalam mengalokasikan dananya.
Profil risiko investor diklasifikasikan ke dalam lima kategori utama, yang membantu nasabah menentukan strategi investasi sesuai dengan toleransi risiko dan tujuan keuangan mereka. Berikut penjelasan masing-masing profil risiko:
1. Conservative (Konservatif)
Karakteristik investor dengan profil risiko konservatif lebih suka menghindari risiko tinggi dan lebih memilih investasi yang stabil dengan potensi keuntungan yang stabil.
Umumnya, profil risiko jenis ini mengalokasikan portofolio sebanyak 10% saham, 10% emas, 50% obligasi, dan 30% deposito. Konservatif biasanya cocok untuk mereka yang mau memasuki masa pensiun.
2. Balanced (Seimbang)
Seperti namanya, karakteristik profil risiko seimbang adalah menyeimbangkan investasi antara pendapatan reguler dan pertumbuhan modal dalam jangka menengah hingga panjang.
Mereka biasanya siap menghadapi risiko jangka pendek untuk mendapatkan return jangka panjang. Alokasi Portofolio umumnya adalah 20% equity, 30% deposito, 10% emas, 40% obligasi.
Profil risiko ini biasanya cocok untuk mereka yang telah berkeluarga dan memiliki anak yang sudah usia sekolah.
3. Growth (Pertumbuhan)
Investor dengan profil risiko growth bersedia mengambil risiko untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dalam jangka panjang dan tidak panik saat terjadi kerugian sementara.
Alokasi Portofolio saham 35%, deposito 20%, emas 15%, obligasi 30%. Growth biasanya cocok untuk mereka yang telah berkeluarga dan memiliki anak yang masih balita.
4. Aggressive (Agresif)
Karakteristiknya memiliki toleransi risiko yang lebih tinggi dan mencari peluang investasi dengan potensi pengembalian tinggi.
Alokasi Portofolio Umum: 50% saham, 15% deposito, 15% emas, 20% obligasi. Mirip seperti Growth, Aggressive biasanya cocok untuk mereka yang telah berkeluarga dan baru memiliki satu anak masih balita.
5. Highly Aggressive (Sangat Agresif)
Punya karakteristik ini memiliki toleransi risiko sangat tinggi dengan harapan mendapatkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dari profil agresif, dengan menitikberatkan pada alokasi ekuitas. A
lokasi Portofolio adalah 65% saham, 10% deposito, 15% emas, 10% obligasi. Highly aggressive cocok untuk mereka yang baru berkeluarga dan belum memiliki dan anak dan untuk yang single.
Baca juga: Apa itu Profil Risiko Investasi? Yuk, Kenali Jenis-Jenisnya!
Cara Mengetahui Profil Risiko
Mengetahui profil risiko sangat penting untuk menentukan strategi investasi yang tepat. Untuk mengetahui profil risiko, OCBC menyediakan layanan untuk membantu nasabah mengidentifikasi profil risiko mereka melalui kuesioner dan konsultasi dengan Relationship Manager.
Selain itu, layanan Wealth Management OCBC juga bisa dimanfaatkan untuk mengidentifikasi profil risiko. Caranya mudah, mulai saja berinvestasi pada salah satu instrumen yang tersedia, misalnya reksa dana.
Saat akan membeli reksa dana, kamu harus login ke aplikasi OCBC mobile terlebih dulu. Ketika memilih reksa dana, sistem akan menampilkan kuesioner yang hasilnya adalah profil risikomu sebagai calon investor.
Membeli reksa dana melalui OCBC mobile. Berikut caranya:
- Buka dan login ke OCBC mobile.
- Pilih menu Investasi, lalu pilih Reksa Dana.
- Jika belum pernah berinvestasi, lakukan terlebih dahulu pengisian atau pembaruan Profil Risiko untuk mengetahui jenis reksa dana yang sesuai dengan tujuan dan toleransi risikomu.
- Pilih produk Reksa Dana yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasimu.
- Masukkan nominal investasi, lalu klik Lanjutkan.
- Pilih rekening yang akan digunakan sebagai sumber dana.
- Periksa kembali ringkasan transaksi.
- Baca dan setujui Syarat dan Ketentuan.
- Masukkan PIN transaksi.
- Pembelian reksa dana berhasil dan investasimu akan diproses.
Selain mengenali profil risiko, kamu juga perlu untuk tetap realistis menghadapi pasar, punya strategi adaptifnya, dan siap mental. Tak kalah penting, kondisi keuanganmu cukup sehat untuk mulai berinvestasi.
Sekarang cek kondisi finansial juga sangat mudah, yaitu melalui Financial Fitness Check Up untuk bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.
Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendiskusikan hasilnya melalui layanan 1 on 1 Consultation dengan Nyala Trainer.
Melalui layanan ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk memperbaiki masalah keuangan kamu, termasuk menemukan instrumen investasi yang tepat!
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang MeNyala sekarang untuk mencapai #FUNanciallyfit!
Baca juga: Cara Melihat Grafik Saham untuk Pemula, Ini Contohnya!