Summary
Inflasi dapat mengurangi daya beli, menurunkan nilai riil tabungan, serta memengaruhi hasil investasi. Ketahui dampaknya terhadap keuangan dan pelajari strategi mengelola tabungan serta investasi agar tujuan finansial tetap tercapai meski harga terus meningkat.
Inflasi yang kembali naik bisa mempengaruhi nilai tabungan dan hasil investasi. Pahami dampaknya serta langkah yang bisa kamu lakukan agar kondisi keuangan tetap terjaga.
Inflasi adalah suatu kondisi ketika terjadi kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam jangka waktu tertentu.
Akibat dari inflasi adalah penurunan daya beli masyarakat. Selain itu inflasi juga menurunkan nilai uang, yang berarti jumlah uang yang sama tidak dapat membeli barang atau jasa sebanyak sebelumnya.
Di Indonesia, data tentang inflasi rutin diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Teranyar, inflasi Indonesia pada bulan Mei 2026 mencapai 0,28% secara bulanan (month to month/MtM). Angka ini naik dari posisi April 2026 yang sebesar 0,13%.
Menurut Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, secara tahunan Indonesia mencatatkan inflasi 3,08% secara tahun kalender.
"Pada Mei 2026 terjadi inflasi sebesar 0,28% secara bulanan, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 111,09 pada April 2026 menjadi 111,40 pada Mei 2026," ujar Pudji dalam rilis resminya, Selasa (2/6/2026).
Dampak Inflasi ke Tabungan dan Investasi
Kenaikan inflasi tidak hanya membuat harga barang dan jasa menjadi lebih mahal, tetapi juga mempengaruhi cara masyarakat mengelola keuangan, termasuk nilai tabungan dan hasil investasi. Berikut beberapa dampak yang perlu kamu pahami.
1. Nilai Uang di Tabungan Tergerus
Dampak paling nyata dari inflasi adalah menurunnya nilai uang. Meski nominal tabungan di rekening tidak berkurang, kemampuan uang tersebut untuk membeli barang dan jasa bisa menurun seiring waktu.
Sebagai contoh, uang Rp10 Juta yang saat ini bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan tertentu, belum tentu punya daya beli yang sama beberapa tahun mendatang jika inflasi terjadi dan harga-harga terus naik.
Oleh karena itu, menyimpan seluruh dana hanya dalam bentuk tabungan tanpa strategi pengelolaan yang tepat berpotensi membuat nilai riil uang semakin tergerus.
2. Kemampuan Menabung Berkurang
Kenaikan inflasi diikuti dengan meningkatnya harga kebutuhan sehari-hari, seperti bahan makanan, transportasi, pendidikan, dan biaya lainnya. Akibatnya, porsi pengeluaran bulanan menjadi lebih besar.
Jika pendapatan tidak meningkat secepat inflasi, kemampuan untuk menabung atau berinvestasi bisa ikut menurun.
Tidak sedikit orang yang akhirnya harus mengurangi nominal investasi rutin atau bahkan menggunakan sebagian tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
3. Nilai Riil Hasil Investasi Bisa Menurun
Inflasi tidak hanya mempengaruhi tabungan, tetapi juga hasil investasi. Meski suatu investasi masih memberikan keuntungan secara nominal, kenaikan harga yang lebih cepat dapat mengurangi nilai riil dari keuntungan tersebut.
Dengan kata lain, pertumbuhan aset yang diperoleh belum tentu sebanding dengan peningkatan biaya hidup yang terjadi.
4. Pasar Investasi Lebih Fluktuatif
Kenaikan inflasi diikuti oleh perubahan suku bunga dan berbagai kebijakan ekonomi lainnya. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi pergerakan pasar keuangan sehingga harga saham, obligasi, maupun aset investasi lainnya menjadi lebih fluktuatif.
Akibatnya, nilai portofolio investasi dapat mengalami kenaikan atau penurunan yang lebih besar dibandingkan kondisi ekonomi yang lebih stabil.
Apa yang Harus Dilakukan?
Inflasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari siklus ekonomi. Meski tidak bisa dihindari, dampaknya terhadap tabungan dan investasi dapat dikelola dengan strategi yang tepat.
Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk menjaga kesehatan keuangan di tengah kenaikan harga.
1. Diversifikasi Investasi
Saat inflasi meningkat, mengandalkan tabungan saja mungkin belum cukup untuk menjaga nilai uang dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk mendiversifikasikan dana ke beberapa instrumen investasi sesuai dengan target keuangan yang ingin dicapai.
Misalnya, untuk tujuan jangka pendek (kurang dari tiga tahun), kamu dapat mempertimbangkan instrumen yang cenderung lebih stabil, seperti reksa dana pasar uang atau deposito.
Sementara itu, untuk jangka menengah (tiga hingga lima tahun), reksa dana pendapatan tetap, obligasi, atau emas dapat menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan.
Adapun untuk tujuan jangka panjang, seperti dana pensiun atau persiapan pendidikan anak, kamu dapat mengalokasikan sebagian dana ke instrumen yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi, seperti emas, reksa dana saham atau saham.
Dengan menyesuaikan investasi berdasarkan target waktu dan profil risiko, portofolio menjadi lebih seimbang sekaligus memiliki peluang yang lebih baik dalam menghadapi dampak inflasi dalam jangka panjang.
2. Evaluasi Target Keuangan
Kenaikan harga barang dan jasa membuat kebutuhan dana di masa depan ikut meningkat. Oleh karena itu, penting untuk meninjau kembali target keuangan secara berkala, mulai dari dana pendidikan, dana pensiun, hingga tujuan finansial lainnya.
Dengan begitu, nominal tabungan dan investasi yang kamu sisihkan tetap sesuai dengan kebutuhan yang terus berubah.
3. Pertimbangkan Investasi Emas
Emas dikenal sebagai salah satu instrumen yang dipilih masyarakat untuk menjaga nilai aset dan tahan inflasi. Selain relatif mudah dipahami, investasi emas juga dapat menjadi salah satu pilihan diversifikasi portofolio di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Pasalnya, emas adalah instrumen investasi jangka menengah dan jangka panjang. Oleh karena itu, investor tak perlu khawatir ketika harga emas mengalami penurunan saat baru mulai berinvestasi.
Selain itu, investasi emas kini juga semakin mudah dilakukan karena tidak harus membeli dalam jumlah besar sekaligus. Melalui layanan Tabungan Emas, kamu dapat mulai berinvestasi secara bertahap sesuai kemampuan.
Salah satu tempat menabung emas yang terpercaya adalah OCBC. Bank ini punya produk Tabungan Emas yang bisa diakses melalui OCBC mobile dengan investasi mulai dari Rp10 Ribu saja.
Tabungan Emas OCBC merupakan layanan investasi emas digital berbasis syariah yang bekerja sama dengan Pegadaian sebagai mitra terpercaya dalam pengelolaan emas. Dengan dukungan mitra yang berpengalaman, kamu dapat berinvestasi emas dengan lebih mudah, aman, dan nyaman langsung melalui aplikasi OCBC mobile.
Produk Tabungan Emas ini menawarkan banyak keuntungan, seperti:
- Terjangkau, bisa menabung atau investasi emas secara rutin dengan fitur auto-debit mulai dari Rp10 Ribu.
- Aman, karena fisik emas dijamin 100% oleh Pegadaian.
- Mudah, semua transaksi jual dan beli emas bisa dilakukan melalui OCBC mobile.
- Ada opsi untuk melakukan konversi saldo emas digital menjadi emas fisik melalui cabang Pegadaian.
- Harga emas stabil dan terlindung dari inflasi maupun deflasi.
- Rendah risiko karena tidak mengalami penyusutan jangka panjang.
Cara membuka Tabungan Emas di OCBC mobile juga cukup mudah, yaitu:
- Buka dan login OCBC mobile
- Pilih Menu Investasi
- Pilih Emas dan klik Mulai
- Tentukan Kantor Cabang Pegadaian dan Lanjut
- Masukkan Nominal Pembelian, lalu pilih Nomor Rekening Pendebetan
- Masuk ke menu Ringkasan Transaksi, lalu setujui Syarat & Ketentuan
- Masukkan PIN dan status transaksi pembelian berhasil!
Kamu nggak usah khawatir soal keamanan. Pasalnya, transaksi di OCBC mobile juga sudah dijamin keamanannya.
Setiap transaksi dilindungi Two-Factor Authentication (2FA) dengan penggunaan User ID, Password, serta PIN transaksi yang hanya diketahui oleh kamu sebagai pengguna.
Sebelum mulai membuka tabungan emas emas, kamu perlu melakukan tes kesehatan finansial saat ini melalui Financial Fitness Check Up dari Ruang MeNyala.
FFCU bisa mengecek kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Hasilnya bisa langsung didiskusikan dengan Nyala Trainer dalam sesi 1 on 1 Consultation.
Di sesi tersebut, kamu akan mendapat banyak masukan seputar kondisi keuangan, serta strategi yang tepat menabung emas sesuai dengan profil dan tujuan keuanganmu.
Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang MeNyala sekarang agar kamu bisa segera #FUNanciallyfit!
Baca juga: Inflasi Naik, Simak Tips Beli Rumah ala Ruang Menyala