Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Tipe Investor Apa Kamu? Kenali Risk Profilemu sebelum Berinvestasi

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 27 Mei 2025 | 5K dilihat

Tipe Investor Apa Kamu? Kenali Risk Profilemu sebelum Berinvestasi

Memulai investasi saham tidak sesederhana menyiapkan modal lalu membeli saham incaran. Jika kamu termasuk baru memulai, maka banyak hal yang perlu kamu pahami. 

Pemahaman terhadap pasar saham itu penting. Tujuannya agar setiap keputusan investasi bisa disesuaikan dengan dirimu sebagai investor.

Terlebih sudah menjadi rahasia umum, pasar saham itu sangat dinamis dan cepat berubah. Bahkan pasar saham seringkali disebut sebagai instrumen investasi yang high risk high returnUntungnya besar memang, tapi sebanding dengan risikonya. 

Baca juga: 14 Manfaat Pasar Modal Bagi Investor, Eminten, Maupun Negara 

Tipe-tipe Investor Saham

Ada dua faktor utama tentang diri investor yang perlu diketahui bagi pemula di investasi saham. Pertama adalah tipe investor seperti apa kamu, lalu yang kedua seperti apa profil risikomu?

Memahami tipe-tipe investor ini sangat penting. Pasalnya, setiap tipe punya pendekatan berbeda dalam mengambil risiko dan memilih instrumen investasi. 

Perbedaan tersebut biasanya dikaitkan dengan tujuan keuangan dan kemampuan diri bertahan terhadap fluktuasi pasar. Berikut tiga tipe investor yang perlu kamu ketahui!

1. Investor Konservatif

Tipe ini biasa disebut risk averse atau tipe yang paling hati-hati. Mereka lebih suka menjaga modal tetap aman, bahkan jika imbal hasil yang diperoleh kecil. 

Biasanya, investor seperti ini memilih instrumen dengan risiko rendah dan stabil, seperti saham blue chip yang sudah mapan atau obligasi. 

Kelebihan dari tipe ini adalah minimnya potensi kerugian, tapi kekurangannya, pertumbuhan kekayaan cenderung lambat.

2. Investor Moderat

Berikutnya adalah investor yang berada di tengah-tengah. Investor ini siap mengambil risiko dalam batas yang wajar, demi imbal hasil yang lebih baik dari investasi konservatif. 

Strateginya cenderung seimbang, misalnya dengan menggabungkan saham dan instrumen pendapatan tetap. 

Kelebihannya, mereka bisa mendapat hasil lebih besar dibanding investor konservatif, namun tetap memiliki perlindungan dari risiko besar. 

Kekurangannya, mereka tetap bisa terpengaruh oleh kondisi pasar, meski tidak separah investor agresif.

3. Investor Agresif

Tipe ini adalah mereka yang nyaman menghadapi fluktuasi besar dan berani menempatkan dana di saham-saham yang volatil. 

Mereka mengejar pertumbuhan modal yang tinggi dan mengambil peluang di sektor-sektor yang sedang berkembang. 

Kelebihannya, potensi keuntungan besar dalam waktu relatif cepat. Namun, kekurangannya juga signifikan, karena risiko kerugian bisa sangat tinggi jika perhitungan meleset.

Baca juga: Yuk Intip Daftar Portofolio Saham Lo Kheng Hong Saat Ini!

Mengenali Risk Profile

Selain tipe, kamu sebagai investor baru juga perlu tahu profil risiko investasimu sendiri. 

Risk profile atau profil risiko investasi adalah indikator atau petunjuk untuk mengetahui tingkat risiko investasi yang bisa ditoleransi atau diterima oleh seorang investor dalam mengalokasikan dananya.

Bank OCBC mengklasifikasikan profil risiko investor ke dalam lima kategori utama, yang membantu nasabah menentukan strategi investasi sesuai dengan toleransi risiko dan tujuan keuangan mereka. Berikut penjelasan masing-masing profil risiko:

  1. Conservative (Konservatif)

Karakteristik pemilik risk profile konservatif lebih suka menghindari risiko tinggi dan lebih memilih investasi yang stabil dengan potensi keuntungan yang stabil. Umumnya, risk profile jenis ini mengalokasikan portofolio sebanyak 50% deposito, 40% obligasi, dan 10% ekuitas. Konservatif biasanya cocok untuk mereka yang mau memasuki masa pensiun.

  1. Balanced (Seimbang)

Seperti namanya, karakteristik risk profile balanced adalah menyeimbangkan investasi antara pendapatan reguler dan pertumbuhan modal dalam jangka menengah hingga panjang. Mereka biasanya siap menghadapi risiko jangka pendek untuk mendapatkan return jangka panjang. Alokasi Portofolio umumnya adalah 40% deposito, 40% obligasi, dan 20% ekuitas. Balanced biasanya cocok untuk mereka yang telah berkeluarga dan memiliki anak yang sudah usia sekolah.

  1. Growth (Pertumbuhan)

Memiliki karakteristik bersedia mengambil risiko untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar dalam jangka panjang dan tidak panik saat terjadi kerugian sementara. Alokasi Portofolio 30% deposito, 30% obligasi, dan 40% ekuitas. Growth biasanya cocok untuk mereka yang telah berkelarga dan memiliki anak yang masih balita.

  1. Aggressive (Agresif)

Karakteristiknya memiliki toleransi risiko yang lebih tinggi dan mencari peluang investasi dengan potensi pengembalian tinggi. Alokasi Portofolio Umum: 20% deposito, 20% obligasi, dan 60% ekuitas. Mirip seperti Growth, Aggressive biasanya cocok untuk mereka yang telah berkeluarga dan baru memiliki satu anak masih balita.

  1. Highly Aggressive (Sangat Agresif)

Punya karakteristik memiliki toleransi risiko sangat tinggi dengan harapan mendapatkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi dari profil agresif, dengan menitikberatkan pada alokasi ekuitas. Alokasi Portofolio adalah 10% deposito, 10% obligasi, dan 80% ekuitas. Highly aggressive cocok untuk mereka yang baru berkeluarga dan belum memiliki dan anak dan untuk yang single.

Mengetahui profil risiko sangat penting untuk menentukan strategi investasi yang tepat. Untuk mengetahui profil risiko, OCBC menyediakan layanan untuk membantu nasabah mengidentifikasi profil risiko mereka melalui kuesioner dan konsultasi dengan Relationship Manager.

Setelah mengetahui profil risiko, kamu bisa memulai melakukan investasi Reksa Dana di OCBC mobile. Di aplikasi OCBC mobile, kamu dapat memilih berbagai jenis Reksa Dana sesuai risk profile kamu dengan nominal yang sangat terjangkau, mulai Rp10 ribu.

Selain mengenali tipe dan risk profile, kamu juga perlu untuk tetap realistis menghadapi pasar, punya strategi adaptifnya, dan siap mental. Untuk lebih jelas tentang hal tersebut, kamu bisa ikut Kelas meNYALA dengan tema “Cara Realistis Hadapi Market yang Berubah”.

Kelas ini akan dipandu oleh oleh dua orang trader yaitu Kefas Evander dan Farrel Nathanael, serta digelar secara online pada Kamis, 12 Juni 2025 pukul 19.00-20.00 WIB.

Kamu yang tertarik ikut kelas ini bisa langsung mendaftarkan diri melalui link ini.

Setelah ikut kelas, kamu bisa loh cek kesehatan finansial untuk mengukur seberapa siap keuanganmu untuk liburan. Caranya dengan ikut Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA. 

Melalui FFCU, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan pertama kali supaya keuangan kamu lebih sehat dan membuatmu bahagia.

Setelah melakukan Financial Fitness check up, kamu juga bisa langsung konsultasi hasil Financial Fitness Check Up dengan Nyala Trainer loh! 

Dengan Nyala Trainer yang sudah berpengalaman, kamu akan mendapatkan sesi konsultasi 1 on 1 untuk membantu dalam menganalisa kesehatan keuangan. Caranya pun mudah, kamu hanya perlu menentukan jadwal yang diinginkan, lalu pilih Nyala Trainer. Tunggu saja hari konsultasinya tiba.

Baca juga: Cara Melihat Grafik Saham untuk Pemula, Ini Contohnya!


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page