Mau simpan dana Rp100 Juta di deposito? Lihat berapa bunga bulanan yang kamu dapat. Berikut ini simulasi perhitungan bunga sesuai jatuh temponya, jangan sampai salah hitung!
Investasi di deposito itu sangat mudah. Pasalnya, kamu cuma perlu alokasikan dana di deposito, tunggu sampai jatuh tempo selesai, dan kamu akan menerima kembali dana awal plus bunganya.
Artinya, kamu nggak perlu memikirkan strategi atau fundamental seperti investasi saham. Pasalnya, prinsip kerja deposito itu sama seperti Tabungan Berjangka, yang mana uang dan keuntungan bunga bisa dicairkan setelah tanggal jatuh tempo yang dipilih.
Deposito adalah instrumen investasi berupa uang yang disimpan dalam rekening dengan jangka waktu tertentu. Bank tempat menyimpan uang akan memberikan bilyet sebagai bukti kepemilikan deposito.
Prinsip kerja deposito hampir mirip dengan Tabungan Berjangka. Deposito memiliki jangka waktu tertentu yang mana uang di dalamnya tidak boleh ditarik oleh pemilik.
Keuntungan deposito itu salah satunya berasal dari bunga yang ditawarkan. Bunga yang ditawarkan lebih tinggi dibanding tabungan biasa, dan cenderung lebih stabil.
Baca juga: 14 Manfaat Pasar Modal Bagi Investor, Emiten, Maupun Negara
Deposito Rp100 Juta Dapat Bunga Berapa?
Pada prinsipnya, bunga deposito itu dipengaruhi oleh beberapa hal, mulai dari suku bunga acuan, inflasi, dan sebagainya. Namun secara teknis, besaran bunga yang kamu dapat itu tergantung bank tempat menempatkan dana dan tenor yang kamu pilih.
Setiap bank punya kebijakan bunga deposito yang berbeda-beda. Selain itu, antara tenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan juga masing-masing punya besaran bunganya.
Sebagai contoh, produk deposito di OCBC mobile menawarkan periode jatuh tempo mulai dari 14 hari, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Bunga yang ditawarkan juga beragam, mulai dari 2% hingga 4%.
Jika kamu punya Rp100 Juta dan ingin ditempatkan di deposito, maka bunga yang kamu dapat tergantung pilihan jatuh tempo yang dipilih. Selain itu, ada juga pertimbangan pajak bunga deposito, yaitu sebesar 20% untuk penempatan dana di atas Rp7,5 Juta.
Berikut simulasi bunga deposito untuk dana Rp100 Juta, mengacu pada produk deposito di OCBC mobile:
1. Jatuh Tempo 14 Hari
- Penempatan dana: Rp100 Juta
- Bunga: 2% per Tahun
- Besaran bunga: Rp100 Juta x 2% x 80% = Rp1,6 Juta per Tahun artinya bunga selama 14 hari adalah Rp66.667
- Saat jatuh tempo kamu dapat: Rp100 Juta + Rp66.667 = Rp100.066.667
Angka 80% diperoleh dari persentase pendapatan (100%)) dikurangi persentase pajak (20%).
2. Jatuh Tempo 1 Bulan
- Penempatan dana: Rp100 Juta
- Bunga: 3,25% per Tahun
- Besaran bunga: Rp100 Juta x 3,25% x 80% = Rp2,6 Juta per Tahun jadi bunga 1 bulan adalah Rp2.600.000:12 bulan = Rp216.667/
- Saat jatuh tempo kamu dapat: Rp100 Juta + Rp216.667 = Rp100.216.667
3. Jatuh Tempo 3 Bulan
- Penempatan dana: Rp100 Juta
- Bunga: 3,5% per Tahun
- Besaran bunga: Rp100 Juta x 3,5% x 80% = Rp2,8 Juta per Tahun, jadi bunga yang diperoleh selama 3 bulan adalah Rp2.800.000 : 12 bulan = Rp233.335 x 3 bulan = Rp700.000
- Saat jatuh tempo kamu dapat: Rp100 Juta + Rp1,6 Juta = Rp100.700.000
Untuk jatuh tempo 6 bulan dan 12 bulan dengan penempatan dana Rp100 Juta, produk yang sama menawarkan bunga sama seperti jatuh tempo 3 bulan, yaitu 3,5%. Sehingga perhitungannya sama.
Baca juga: 8 Jenis Investasi untuk Anak Muda, Jadi Cuan Sejak Dini!
Pertimbangan Sebelum Investasi Deposito
Tertarik investasi di deposito? Sebelumnya, pertimbangkan beberapa poin berikut sebelum memutuskan membeli deposito!
1. Kebutuhan Likuiditas
Deposito punya jangka waktu tertentu (1, 3, 6, atau 12 bulan). Kalau dicairkan sebelum jatuh tempo, biasanya kena penalti atau bunga hangus. Jadi pastikan uang yang ditempatkan benar-benar uang dingin yang berarti tidak akan digunakan dalam jangka waktu yang sudah ditentukan.
2. Tingkat Bunga & Potongan Pajak
Perhatikan suku bunga deposito dari beberapa bank, lalu bandingkan dengan inflasi. Jangan lupa, bunga deposito dikenakan pajak 20% untuk penempatan di atas Rp7,5 Juta, jadi hitung net return-nya agar tahu apakah keuntungan masih sesuai ekspektasi.
3. Risiko & Perlindungan Dana
Meskipun deposito tergolong aman, pilih bank yang terdaftar dan diawasi OJK serta peserta LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). LPS menjamin simpanan sampai Rp2 Miliar per nasabah per bank, selama bunga tidak melebihi batas yang dijamin.
Berikutnya, apakah deposito merupakan instrumen investasi yang cocok buat kamu? Nah kamu bisa tahu jawabannya dengan melihat seberapa sehat finansialmu terlebih dulu.
Sekarang cek kondisi finansial juga sangat mudah, yaitu melalui Financial Fitness Check Up untuk bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.
Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendiskusikan hasilnya melalui layanan konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer.
Melalui layanan ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk memperbaiki masalah keuangan kamu, termasuk menemukan instrumen investasi yang tepat!
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang untuk mencapai #FinanciallyFit!
Baca juga: 12 Rekomendasi Film tentang Investasi Saham, Asik dan Seru!