Orang yang baru memulai investasi, biasanya berekspektasi keuntungan yang besar. Tidak salah memang, tapi investasi itu bukan hanya soal keuntungan saja, tapi juga ada potensi kerugian. Inilah yang disebut dengan risiko investasi.
Risiko investasi adalah potensi kerugian yang mungkin dialami investor akibat berbagai faktor yang mempengaruhi nilai investasi. Kerugian bisa mencakup hilangnya modal maupun imbal hasil yang tidak sesuai harapan.
Pada prinsipnya, risiko investasi nggak bisa dihilangkan sepenuhnya, tetapi dapat dikelola melalui pemahaman yang baik, diversifikasi, dan strategi investasi yang tepat.
Baca juga: 14 Manfaat Pasar Modal Bagi Investor, Eminten, Maupun Negara
Risiko Investasi yang Sering Diabaikan
Seorang investor yang sudah lama berkecimpung di dunia investasi tentu sudah hafal dengan risiko-risiko itu. Tak heran mereka akan mempertimbangkan berbagai hal, termasuk profil risiko dan strategi investasi saat akan membeli suatu aset investasi.
Namun bagi investor baru, risiko investasi mungkin merupakan barang baru. Apalagi jika mereka investasi hanya karena ikut-ikutan tren, tanpa mempertimbangkan berbagai hal yang relevan.
Jika kamu termasuk investor baru itu, berikut beberapa risiko investasi yang perlu kamu pahami!
1. Risiko Likuiditas
Risiko ini terjadi ketika kamu tidak bisa menjual aset investasi dengan cepat tanpa kehilangan nilai yang signifikan. Banyak investor hanya fokus pada imbal hasil, tapi lupa memperhitungkan apakah aset tersebut mudah diuangkan saat dibutuhkan.
Misalnya, properti atau saham dengan volume transaksi rendah bisa sulit dijual saat pasar sedang lesu, dan ini bisa bikin kamu terjebak di aset yang tidak bisa digunakan untuk kebutuhan mendesak.
2. Risiko Inflasi
Inflasi sebagai risiko sering diabaikan karena efeknya tidak terasa secara langsung. Namun tanpa disadari, inflasi bisa menggerus daya beli uang secara perlahan.
Kalau kamu berinvestasi di instrumen dengan imbal hasil rendah, tanpa menyesuaikan dengan tingkat inflasi tahunan, nilai riil uangmu akan turun. Artinya, kamu tetap kehilangan uang secara tidak langsung, meskipun jumlah nominalnya terlihat aman.
3. Risiko Overconfidence
Ini adalah risiko psikologis yang terjadi saat investor merasa terlalu yakin dengan kemampuannya menganalisis pasar, sehingga mengambil keputusan gegabah tanpa cukup riset.
Contohnya, membeli saham hanya karena tren atau rekomendasi viral tanpa paham fundamental perusahaan. Akibatnya, keputusan investasi jadi emosional dan berisiko tinggi.
4. Risiko Regulasi dan Kebijakan Pemerintah
Perubahan regulasi bisa mempengaruhi nilai dan kinerja investasi, terutama dalam sektor yang sangat terikat aturan seperti energi, perbankan, atau keuangan digital.
Misalnya, kebijakan pajak baru, larangan ekspor-impor, atau regulasi yang berubah bisa secara tiba-tiba menurunkan nilai aset atau membatasi akses terhadap instrumen investasi tertentu.
5. Risiko Konsentrasi
Risiko ini muncul ketika kamu menaruh semua dana di satu jenis aset atau sektor saja. Misalnya, seluruh portofolio kamu hanya terdiri dari saham teknologi atau properti. Ketika sektor tersebut anjlok, portofolio juga akan buruk.
Maka dari itu, investor dianjurkan untuk diversifikasi investasi. Tujuannya agar uang tersebar ke berbagai instrumen investasi, sehingga ketika satu anjlok, yang lain masih aman.
Baca juga: Yuk Intip Daftar Portofolio Saham Lo Kheng Hong Saat Ini!
Tips Meminimalisir Risiko Investasi
Risiko investasi nggak bisa dihilangkan sepenuhnya, tetapi dapat dikelola melalui pemahaman yang baik, diversifikasi, dan strategi investasi yang tepat. Berikut beberapa tips meminimalisir risiko investasi.
1. Kenali Profil Risiko dan Tujuan Finansial
Salah satu kesalahan besar investor pemula adalah ikut-ikutan investasi tanpa tahu batas toleransi risikonya. Apakah kamu termasuk risk taker atau risk averse? Berapa lama kamu bisa membiarkan dana “ngendap” tanpa diambil?
Dengan mengetahui profil risiko dan tujuan investasi (jangka pendek, menengah, atau panjang), kamu bisa memilih instrumen yang cocok dan tidak terjebak keputusan emosional saat pasar bergejolak.
2. Diversifikasi Portofolio
Jangan menaruh semua telur di satu keranjang, itulah prinsip dasar diversifikasi. Namun diversifikasi itu bukan cuma soal jumlah aset, tapi kualitas penyebarannya.
Pastikan kamu membagi dana di berbagai instrumen (saham, obligasi, reksa dana, emas, bahkan properti jika memungkinkan) dan di sektor yang berbeda (misalnya teknologi, kesehatan, energi, dsb).
Diversifikasi membantu menyeimbangkan risiko; ketika satu aset turun, ada kemungkinan aset lain bisa bertahan atau naik, sehingga nilai total investasimu tetap stabil.
Sebelum melakukan investasi, kamu perlu melakukan pengecekan profil risiko. Ini berguna untuk membantu nasabah menentukan strategi investasi yang tepat, sesuai dengan profil risiko.
Kamu bisa mengetahui profil risiko kamu di aplikasi OCBC mobile. Jika kamu sudah tahu profil risiko kamu dan bingung untuk berinvestasi, kamu bisa memanfaatkan fitur Life Goals untuk mengetahui rencana keuangan kamu.
Fitur Life Goals juga dapat mempermudah kamu berinvestasi sesuai dengan rencana keuangan dan profil risiko kamu.
3. Pantau dan Evaluasi Berkala
Investasi bukan sistem autopilot. Nilai pasar bisa berubah karena faktor ekonomi, politik, atau tren industri. Maka penting untuk memantau portofolio secara rutin, lalu evaluasi.
Terkadang, kamu juga perlu rebalancing, yaitu mengatur ulang komposisi aset supaya tidak terlalu berat di satu sisi, atau mengganti instrumen yang performanya menurun.
Itulah beberapa ulasan mengenai risiko investasi dan bagaimana meminimalisir dampaknya. Dengan begitu investasi akan sesuai harapan dan finansialmu menjadi lebih sehat.
Penasaran seberapa sehat finansialmu? Kalau penasaran, kamu bisa cek kondisi finansialmu sekarang, yaitu melalui Financial Fitness Check Up yang bisa memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.
Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendiskusikan hasilnya melalui layanan konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer. Melalui layanan ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk memperbaiki masalah keuangan kamu.
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!
Baca juga: Cara Melihat Grafik Saham untuk Pemula, Ini Contohnya!