Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

5 Cara Menerapkan Delayed Gratification agar Keuangan Sehat

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 2 Juli 2025 | 455 dilihat

5 Cara Menerapkan Delayed Gratification agar Keuangan Sehat

Gaya hidup impulsif itu merupakan bencana bagi pengelolaan keuangan. Pasalnya, kamu akan terjebak dalam situasi yang hanya menuruti keinginan dan tren, tanpa memikirkan masa depan keuangan yang lebih baik. 

Untuk itu, karakter impulsif ini perlu dihindari bahkan dihapus dari kamus sehari-hari. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan strategi delayed gratification, atau menunda kepuasan.

Baca juga: 4 Cara Menghadapi Keluarga yang Suka Minta Uang, Ini Tipsnya 

Delayed Gratification dan Cara Melatihnya

Melansir berbagai sumber delayed gratification adalah kemampuan mengendalikan dan menahan diri dari mendapat kepuasan segera demi imbalan dan kepuasan yang lebih besar di masa depan. 

Konsep menunda kepuasan ini sangat penting dalam pengambilan keputusan jangka panjang, terutama dalam hal keuangan, pendidikan, dan pengembangan diri.

Sebagai contoh, kamu punya uang Rp50 Ribu dan ingin beli bubble tea hari ini. Namun kamu menahan diri dan memilih menabungnya. 

Setelah satu bulan menabung setiap hari, kamu bisa punya Rp1,5 Juta dan bisa membeli sesuatu yang jauh lebih bernilai, misalnya gadget baru atau tiket konser idaman.

Ada beberapa alasan mengapa delayed gratification ini sangat penting dan harus diterapkan oleh semua orang, antara lain:

  • Melatih disiplin dan kontrol diri untuk tidak impulsif, yang sangat berguna dalam semua aspek hidup.
  • Mendorong perencanaan jangka panjang, baik itu untuk menabung, membangun karier, atau investasi masa depan.
  • Terbukti berkaitan dengan kesuksesan hidup, anak-anak yang bisa menahan diri untuk tidak langsung makan permen akan lebih sukses secara akademik dan sosial saat dewasa.

Baca juga: Tips Mengatur Keuangan Yang Tepat Untuk Generasi Z

Cara Menerapkan Delayed Gratification

Delayed gratification idealnya dilatih sejak masih kecil. Dengan begitu, anak akan tumbuh dengan kebiasaan menunda kepuasan dini demi kepuasan yang lebih besar di kemudian hari. 

Namun demikian, kamu yang sudah dewasa dan baru mengerti strategi ini juga bisa mulai melatihnya. Pasalnya, tidak ada kata terlambat untuk belajar jadi lebih baik, asal dibarengi dengan komitmen. 

Berikut ini beberapa cara menerapkan delayed gratification yang bisa kamu terapkan untuk finansial yang lebih sehat

1. Tunda Belanja Impulsif

Saat tergoda beli barang, coba beri jeda waktu sebelum membeli, misalnya 3 hari. Dalam waktu itu, tanyakan pada diri sendiri, apakah barang itu benar-benar kamu butuhkan, atau hanya keinginan sesaat? 

Jika ternyata barang itu tidak benar-benar diperlukan, maka kamu bisa menunda untuk membelinya. Sebaliknya, jika setelah direnungkan ternyata itu barang penting, kamu baru boleh membelinya. 

Kebiasaan ini membantu terhindar dari pengeluaran emosional dan memberi ruang untuk keputusan yang lebih rasional. Dengan begitu, uangmu bisa diarahkan ke hal-hal yang lebih penting.

2. Buat Tujuan Keuangan Jangka Panjang

Menunda kepuasan jadi lebih mudah ketika kamu punya tujuan keuangan yang jelas, seperti menabung untuk biaya pendidikan anak, beli rumah, atau mempersiapkan dana pensiun. 

Tujuan ini menjadi alasan kuat untuk menahan keinginan jangka pendek. Ketika kamu tahu bahwa setiap pengeluaran kecil bisa menghambat tujuan besar, kamu akan lebih termotivasi untuk bersabar dan konsisten.

3. Gunakan Metode 50-30-20

Menerapkan salah satu metode budgeting itu penting untuk memastikan uang dialokasikan untuk keperluan yang tepat. Salah satu metode yang bisa diterapkan adalah metode 50-30-20

Metode ini membagi pemasukan ke dalam 3 pos keuangan utama, yaitu 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan dan cicilan, 20% untuk tabungan dan investasi. 

Dengan porsi yang jelas, kamu akan belajar membatasi keinginan agar tidak lebih besar dari kebutuhan, dan menyisihkan uang secara disiplin.

Baca juga: 10 Pos Keuangan Rumah Tangga, Pasangan Muda Wajib Tahu!

4. Auto Debet Tabungan/Investasi

Pos keuangan untuk menabung dan investasi itu harus dilakukan di awal saat menerima gaji. Ini menandakan keseriusan kamu dalam menabung/investasi, bukan menunggu sisa uang di akhir bulan. 

Salah satu cara untuk memastikan hal ini adalah dengan mengaktifkan fitur autodebet. Cara ini membuat kamu seolah “dipaksa” menabung dulu sebelum membelanjakan sisanya. 

5. Evaluasi dan Self Reward

Lakukan evaluasi secara rutin, misalnya setiap bulan, untuk melihat apakah kamu berhasil menahan godaan dan konsisten dengan rencana keuangan. 

Kalau kamu sukses menahan belanja impulsif atau mencapai target tabungan, beri dirimu hadiah kecil yang tidak mengganggu anggaran sebagai self reward. 

Itulah ulasan mengenai apa itu delayed gratification dan cara menerapkannya agar finansial lebih sehat. Penasaran seberapa sehat finansialmu? 

Sekarang cek kondisi finansial sangat mudah, yaitu melalui Financial Fitness Check Up yang bisa memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.

Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendiskusikan hasilnya melalui layanan konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer. Melalui layanan ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk memperbaiki masalah keuangan kamu.

Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!

Baca juga: Gen Sandwich vs Biaya Hidup Jakarta


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page