Banyak orang terlambat mulai dana pensiun. Ketahui kapan waktu ideal memulainya dan strategi terbaik untuk mengamankan masa depan finansialmu.
Mempersiapkan diri untuk memasuki usia pensiun itu wajib. Hal ini lantaran masa pensiun merupakan kepastian, di mana semua orang bakal merasakannya. Namun bagaimana kondisi saat pensiun setiap individu itu berbeda.
Hanya saja, kondisi setiap orang saat pensiun itu berbeda-beda. Ada yang hidupnya tenang dan nyaman dengan semua kebutuhan tetap terpenuhi, ada yang sebaliknya.
Mengapa bisa begitu? Jawabannya karena kesadaran untuk mempersiapkan dana pensiun. Ada yang memulai sedini mungkin, namun ada pula yang mengabaikan begitu saja. Kamu mau jadi yang mana?
Baca juga: Berapa Biaya Hidup saat Pensiun? Simulasi Dana Pensiun Berdasarkan Gaya Hidup!
Kapan Memulai Dana Pensiun?
Dana pensiun adalah dana cadangan yang kamu kumpulkan dan baru akan digunakan saat memasuki usia pensiun untuk memenuhi kebutuhan. Dengan dana ini, kamu bisa tetap mandiri menjalani hidup di usia senja, tanpa merasa kekurangan atau bergantung pada anak.
Memulai dana pensiun itu idealnya dilakukan sejak kamu punya penghasilan tetap. Namun ada kalanya orang terlalu euforia dengan gaji pertama, sehingga habis untuk membeli keinginan-keinginan dengan dalih self reward.
Jika memang saat pertama punya penghasilan tetap tidak memungkinkan, maka memulai dana pensiun itu harus kamu lakukan sekarang, berapapun usiamu saat ini. Karena semakin cepat memulai, semakin ringan beban yang harus kamu sisihkan setiap bulan.
Memulai di usia muda memberi ruang yang besar untuk bertumbuh, bahkan dengan setoran kecil sekalipun. Dana pensiun juga lebih stabil karena kamu tidak bergantung pada kondisi pasar dalam waktu singkat.
Sementara kalau baru mulai ketika usia sudah mendekati 40–50, jumlah yang harus disisihkan per bulan akan jauh lebih besar dan risikonya lebih tinggi.
Intinya, dana pensiun idealnya dimulai secepat mungkin saat kamu punya penghasilan pertama, karena waktu adalah faktor paling penting dalam membangun tabungan jangka panjang ini.
Baca juga: Begini Cara Menghitung Dana Pensiun dan Tips Menyiapkannya
Strategi Memulai Dana Pensiun Sedini Mungkin
Memulai dan pensiun dilakukan dengan menghitung berapa kebutuhan dana untuk masa pensiun itu sendiri. Hitung-hitungannya bisa kamu cek di artikel ini.
Setelah mengetahui berapa dana yang diperlukan dan berapa yang harus disisihkan setiap bulan, berikutnya kamu bisa mengikuti strategi keuangan berikut ini!
1. Tetapkan Target
Menentukan target sejak dini membantu kamu tahu berapa besar dana pensiun yang perlu dikumpulkan dan dalam berapa tahun ingin mencapainya.
Target ini bisa berupa angka kasar dulu, misalnya biaya hidup bulanan saat pensiun atau kebutuhan dasar yang ingin dijaga. Semakin jelas targetnya, semakin mudah kamu merancang langkah-langkah finansial.
2. Sisihkan Persentase Tetap dari Penghasilan
Membangun dana pensiun jadi lebih ringan ketika kamu langsung memotong sebagian penghasilan untuk disimpan setiap bulan.
Persentasenya bisa kecil dulu, misalnya 5–10%, lalu dinaikkan bertahap seiring kenaikan gaji. Konsistensi jauh lebih penting daripada angka besar, terutama ketika memulai di usia muda.
3. Gunakan Instrumen Investasi Jangka Panjang
Memulai dana pensiun sedini mungkin memberi kamu waktu panjang untuk menumbuhkan dana lewat instrumen investasi, utamakan investasi jangka panjang.
Produk seperti reksa dana saham, indeks, obligasi jangka panjang, atau kombinasi keduanya, memungkinkan nilai tabungan bertumbuh lebih cepat. Pendekatan ini memanfaatkan efek compounding yang makin kuat ketika kamu memulai dari usia muda.
4. Pisahkan Rekening Khusus untuk Dana Pensiun
Agar tidak tercampur dengan uang harian, dana pensiun sebaiknya ditempatkan di rekening atau instrumen terpisah. Pemisahan ini membantu kamu tetap disiplin dan menahan diri dari godaan untuk memakai dana tersebut.
Baca juga: Investasi Jangka Panjang: Pengertian, Tips, dan Contohnya
5. Manfaatkan Otomatisasi Tabungan
Mengaktifkan autodebet tiap bulan membuat proses menabung terasa jauh lebih mudah. Begitu tanggal gajian tiba, dana untuk pensiun otomatis tersimpan tanpa perlu kamu pikirkan lagi.
Strategi ini menjaga komitmen kamu tetap berjalan stabil bahkan ketika sedang sibuk atau tergoda untuk menunda-nunda.
Untuk menjaga strategi tetap on-track, kamu bisa juga manfaatkan fitur Life Goals yang ada di aplikasi OCBC mobile, terutama untuk cek progress tujuan keuangan yang sedang kamu perjuangkan, termasuk dana darurat dan dana pensiun.
Cara membuat fitur Life Goals juga cukup mudah. Kamu hanya perlu menentukan tujuan finansial, misalnya dana pensiun, lalu hitung kebutuhan atau target dana, berikutnya hubungkan dengan produk investasi atau tabungan di OCBC mobile.
Sebelum mulai menyiapkan dana pensiun, kamu perlu melakukan tes kesehatan finansial saat ini melalui Financial Fitness Check Up dari Ruang MeNyala.
FFCU bisa mengecek kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Hasilnya bisa langsung didiskusikan dengan Nyala Trainer dalam sesi 1 on 1 Consultation. Di sesi ini, kamu akan dapat banyak masukan terkait strategi keuangan dan investasi yang tepat untuk mencapai target dana pensiun.
Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang MeNyala sekarang agar kamu bisa segera #FUNanaciallyFIT!
Baca juga: 5 Realita VS Ekspektasi Keuangan dalam Hubungan Rumah Tangga