Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Berapa Biaya Hidup saat Pensiun? Simulasi Dana Pensiun Berdasarkan Gaya Hidup!

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 29 November 2025 | 628 dilihat

Berapa Biaya Hidup saat Pensiun? Simulasi Dana Pensiun Berdasarkan Gaya Hidup!

Setiap orang punya kebutuhan pensiun berbeda berdasarkan gaya hidup masing-masing. Artikel ini memberikan simulasi dana pensiun untuk berbagai gaya hidup agar kamu bisa memperkirakan kebutuhan masa depan lebih akurat

Bersiap untuk memasuki usia pensiun itu wajib. Pasalnya, masa pensiun sendiri merupakan kepastian, di mana semua orang bakal merasakannya. Namun bagaimana kondisi saat pensiun setiap individu itu berbeda. 

Perbedaan terjadi karena kesadaran dan mindset yang berbeda. Ada orang yang acuh terhadap masa pensiun dan tidak bersiap, sehingga merasakan pensiun itu serba terbatas, baik fisik maupun finansial. 

Sementara hanya sedikit orang yang sudah menyiapkan masa pensiun sejak dini. Mereka menyisihkan sebagian penghasilan untuk dana persiapan pensiun, sehingga ketika waktunya tiba mereka merasa lebih lega. 

Baca juga: Ini 13 Cara Mengelola Uang agar Berkembang, Dijamin Cuan!

Menghitung Biaya Hidup saat Pensiun

Kebutuhan saat pensiun itu bisa bercermin dari kebutuhan hidup saat ini. Oleh karena itu, berapa dana pensiun yang diperlukan masing-masing individu akan berbeda, tergantung gaya hidup yang dijalankan. 

Menurut sejumlah pakar keuangan, asumsi biaya hidup saat pensiun itu 

akan berada di kisaran 70-80% dari biaya hidup saat ini. Artinya, jika sekarang kamu perlu Rp10 Juta untuk memenuhi biaya hidup per bulan, maka saat pensiun kebutuhannya akan menjadi Rp7-8 Juta. 

Pengurangan ini terjadi karena adanya beberapa pengeluaran yang tidak perlu lagi dikeluarkan saat pensiun, seperti ongkos ke kantor, jajan saat jam kerja, dan biaya lain yang terkait pekerjaan. 

Sebagai ilustrasi, Roni saat ini berusia 25 tahun dengan pengeluaran bulanan sebesar Rp7 Juta. Ia berencana pensiun pada usia 55 tahun, dan menargetkan gaya hidup normal saat sudah pensiun nanti. 

Dengan biaya hidup pensiun 80% dari biaya sekarang, maka Roni memerlukan dana sebesar Rp5,6 Juta per bulan untuk memenuhi gaya hidupnya sata pensiun. Namun angka ini adalah angka sekarang, yang belum dihitung inflasi saat ia berusia 55 tahun nanti. 

Jika dihitung saat ini, maka Roni masih punya waktu sekitar 30 tahun untuk sampai pada target usia pensiun. Jika diasumsikan rata-rata inflasi adalah 4%, maka Roni bisa menghitung biaya hidup pensiun dengan inflasi menggunakan rumus berikut:

Biaya masa depan = Biaya sekarang × (1 + inflasi)^tahun

    = (1.04)^30 = 3,24

      = Rp5,6 Juta × 3,24

    = Rp18.144.000 per bulan

Ketika pensiun, Roni memerlukan dana sebesar Rp18,1 Juta per bulan untuk memenuhi biaya hidup, yang sudah ditambah dengan asumsi inflasi selama 40 tahun ke depan. 

Baca juga: Begini Cara Menghitung Dana Pensiun dan Tips Menyiapkannya

Berapa Dana Pensiun yang Diperlukan?

Lalu pertanyaannya, berapa dana pensiun yang perlu Roni siapkan dengan asumsi biaya hidup Rp18,1 Juta per bulan saat pensiun? Pertama hitung biaya hidupnya dalam satu tahun, yaitu Rp18,1 Juta x 12 bulan = Rp217,2 Juta per tahun.

Jika angka harapan hidup di Indonesia rata-rata 73 tahun, maka Roni perlu punya masa pensiun selama 73-55 = 18 tahun. Kebutuhan dananya adalah sebagai berikut: Rp217,2 Juta x 18 = Rp3,91 Miliar. 

Uang sebesar Rp3,91 Miliar adalah kebutuhan dana yang perlu disiapkan untuk memenuhi biaya hidup Roni saat pensiun nanti. Kabar baiknya, ia saat ini masih 25 tahun, sehingga masih punya waktu 30 tahun untuk mempersiapkan dana pensiun

Dengan waktu 30 tahun yang tersedia itu, Roni bisa mencicil dana pensiun dengan menyisihkan uang sebesar Rp10,8 Juta per bulan. Roni bisa menerapkan beberapa tips berikut untuk menyiapkan dana pensiun tersebut. 

1. Investasikan pada Instrumen yang Tepat

Setelah tahu total kebutuhan pensiun, langkah paling penting adalah menentukan instrumen investasi jangka panjang yang bisa mengejar angka tersebut. 

Dengan waktu 30 tahun, Roni punya kesempatan memanfaatkan instrumen berimbal hasil lebih tinggi seperti reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran, emas, obligasi negara, saham, atau reksa dana saham.

Instrumen-instrumen ini memiliki imbal hasil yang lebih besar dari inflasi, sehingga setoran bulanannya tidak perlu terlalu besar. Pemilihan instrumen yang tepat bikin rencana pensiun kamu jauh lebih efisien dan realistis.

2. Rutin Setor Setiap Bulan

Kunci utama untuk sukses menyiapkan dana pensiun adalah konsisten menyetor jumlah dana bulanan secara rutin tanpa bolong. Cara paling aman adalah pakai auto-debit agar uang langsung masuk ke instrumen pensiun sebelum sempat terpakai. 

Selain itu, Roni juga bisa memanfaatkan tunjangan atau bonus kerja untuk menambah angka setoran. Secara prinsip, bonus adalah uang dingin, yang jika digunakan untuk dana pensiun tidak akan mempengaruhi gaya hidup. 

3. Evaluasi Progres Tiap Tahun

Meski target pensiun kamu sudah jelas, kondisi keuangan dan performa investasi akan berubah dari waktu ke waktu. Evaluasi tahunan penting untuk memastikan setoran bulanannya masih cukup atau perlu disesuaikan. 

Jika pendapatan naik, Roni bisa menambah sedikit setoran agar target lebih mudah terkejar. Sebaliknya, kalau return investasi lebih rendah dari ekspektasi, ia bisa mengganti instrumen supaya pertumbuhannya kembali optimal. 

Sebelum mulai menyiapkan dana pensiun, kamu perlu melakukan tes kesehatan finansial saat ini melalui Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA. 

FFCU bisa mengecek kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Hasilnya bisa langsung didiskusikan dengan Nyala Trainer dalam sesi konsultasi 1 on 1. Di sesi ini, kamu akan dapat banyak masukan terkait strategi keuangan dan investasi yang tepat untuk mencapai target dana pensiun.

Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang agar kamu bisa segera #FunanciallyFit!

Baca juga: 5 Realita VS Ekspektasi Keuangan dalam Hubungan Rumah Tangga


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page