Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Gaji Naik Tapi Tetap Bokek? Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini!

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 2 Agustus 2025 | 382 dilihat

Gaji Naik Tapi Tetap Bokek? Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini!

Kenaikan gaji merupakan pencapaian yang dinantikan banyak orang. Dengan gaji yang bertambah, maka keuangan jadi lebih longgar sehingga kamu bisa menambah nominal pada pos-pos keuangan yang sudah ada sebelumnya. 

Hanya saja, banyak orang yang ketika gaji naik, gaya hidupnya juga ikutan naik. Ini yang menjadi masalah, sehingga kenaikan gaji tidak membuat tabungan atau investasinya bertambah. 

Baca juga: Cara Menghitung Gaji Freelance sesuai Aturan, Mudah!

Kesalahan Mengelola Gaji

Mengelola gaji itu harusnya dilakukan sedini mungkin, berapapun nominal yang kamu dapatkan. Tujuannya agar terbiasa dan ketika menerima kenaikan gaji, kamu nggak kalap. 

Berikut beberapa kesalahan mengelola gaji yang masih sering dilakukan. 

1. Gaji Naik, Gaya Hidup Naik

Kesalahan paling umum setelah kenaikan gaji adalah langsung meningkatkan standar hidup. Misalnya, kamu dulu biasa naik transportasi umum, lalu setelah gaji naik langsung beralih ke ojek online atau mobil pribadi. 

Naiknya penghasilan dianggap sebagai “lampu hijau” untuk memenuhi semua keinginan yang dulu tertunda. Padahal, ketika gaya hidup naik tanpa diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang baik, maka pengeluaran pun otomatis membengkak. 

Akibatnya, meski nominal gaji bertambah, tabungan tetap tipis, bahkan seringkali justru menambah utang karena merasa punya “ruang lebih” untuk belanja.

2. Nggak Punya Anggaran Bulanan 

Banyak orang merasa cukup tahu pengeluarannya di kepala, tanpa mencatat atau membuat rencana keuangan tertulis. Padahal, tanpa anggaran bulanan yang rinci, pengeluaran jadi sulit dikontrol. 

Contohnya, kamu merasa “masih banyak sisa gaji” lalu beli kopi mahal setiap hari, pesan makanan online, atau ikut flash sale. Semua terlihat sepele, tapi kalau dikumpulkan, bisa menghabiskan jutaan rupiah per bulan tanpa sadar.

3. Mengabaikan Dana Darurat dan Investasi

Ketika gaji naik, idealnya kamu punya ruang lebih untuk mulai membangun dana darurat atau berinvestasi. Tapi kenyataannya, banyak orang menunda dua hal penting ini karena merasa "nanti aja, kalau sisa." 

Padahal dalam keuangan pribadi, yang penting bukan apa yang tersisa, tapi apa yang kamu prioritaskan di awal. Sehingga tabungan, dana darurat, dan investasi harusnya dialokasikan saat menerima gaji. 

4. Terlalu Banyak Cicilan 

Kenaikan gaji sering dianggap sebagai "izin" untuk menambah cicilan. Misalnya, kamu mulai ambil cicilan motor baru, upgrade gadget, atau bahkan kredit mobil meskipun belum terlalu dibutuhkan. 

Padahal, cicilan adalah bentuk pengeluaran tetap yang akan mengikat sebagian dari gaji kamu setiap bulan. Kalau terlalu banyak, penghasilanmu bisa habis duluan sebelum sempat ditabung. 

Idealnya, total cicilan tidak lebih dari 30% dari penghasilan bulanan. Lebih dari itu, kondisi keuangan kamu sudah tergolong “rapuh” karena terlalu banyak beban tetap.

5. Gaji Hanya Mengalir, Tidak Dikontrol

Kesalahan terakhir adalah saat kamu tidak punya kontrol aktif terhadap arus keuanganmu. Gaji masuk, lalu langsung mengalir untuk bayar tagihan, belanja kebutuhan, jajan, traktir teman, beli barang diskon, dan lain-lain, tanpa sempat kamu kontrol.

Padahal, gaji bukan hanya untuk dibelanjakan, tapi harus diatur arahnya: berapa untuk hidup hari ini, berapa untuk simpanan masa depan, dan berapa untuk kebutuhan tak terduga. 

Kalau semuanya kamu biarkan mengalir begitu saja, kamu akan selalu merasa kekurangan, bahkan ketika gaji sudah jauh meningkat dibanding sebelumnya.

Itulah beberapa kesalahan yang perlu dihindari agar kenaikan gaji membuat keuanganmu semakin sehat, bukan jadi semakin krisis. Mengelola gaji dengan baik juga untuk memastikan keuangan tetap sehat.

Penasaran seberapa sehat finansialmu? Kalau penasaran, kamu bisa cek kondisi finansialmu sekarang, yaitu melalui Financial Fitness Check Up yang bisa memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.

Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendiskusikan hasilnya melalui layanan konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer. Melalui layanan ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk memperbaiki masalah keuangan kamu.

Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!

Baca juga: Gen Sandwich vs Biaya Hidup Jakarta


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page