Membeli rumah dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari bank atau lembaga keuangan lain merupakan opsi yang dirasa paling masuk akal di masa sekarang ini. Karena tak semua orang memiliki cukup uang untuk membeli secara cash atau tunai.
Dengan KPR, kamu bisa memiliki rumah tanpa harus menyiapkan uang tunai seharga rumah tersebut. Bank akan membayarkan harga rumah, dan kamu tinggal mencicil per bulan sesuai ketentuan selama tenor yang dipilih.
Namun demikian, beli rumah secara KPR itu menuntut komitmen dan stabilitas finansial. Hal ini untuk memastikan kamu bisa membayar cicilan setiap bulan hingga masa kredit berakhir.
Dalam praktiknya, cicilan per bulan KPR itu dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari plafon kredit, uang muka (DP), bunga (fix/floating), dan sebagainya. Lalu berapa cicilan per bulan untuk KPR Rp200 Juta?
Baca juga: Mau Ambil KPR DP 0 Persen? Ini Syarat dan Cara Mengajukannya
KPR Rp200 Juta Cicilan Berapa?
Saat mengajukan KPR, kamu akan menghadapi beberapa biaya di luar harga rumah, seperti suku bunga, uang muka atau down payment (DP), booking fee, biaya notaris, biaya appraisal, hingga biaya administrasi kepemilikan tanah.
Beberapa biaya tersebut harus dibayar sebelum akad KPR berlangsung, seperti biaya DP dan biaya booking fee. Sementara sebagian biaya harus dibayarkan saat kamu membayar cicilan pertama KPR.
Namun, beberapa program KPR sering menawarkan promo berupa bebas biaya tertentu. Dengan begitu, kamu hanya perlu mengeluarkan uang DP serta membayar cicilan yang merupakan akumulasi dari harga rumah dan suku bunga.
Nah untuk mengetahui cicilan bulanan KPR Rp200 Juta, kamu harus melakukan simulasi, setidaknya menggunakan dua metode, yaitu bunga tetap (fixed) dan bunga mengambang (floating). Berikut perhitungannya!
1. Cicilan dengan Bunga Fixed
Pak Joko membeli rumah KPR seharga Rp200 Juta di kawasan Purwokerto, dan menyiapkan DP 20% dari harga yang artinya Rp40 Juta, serta berencana memilih tenor 15 tahun.
Pak Joko mengajukan KPR ke bank yang menawarkan bunga fixed sebesar 5%. Lalu bagaimana menghitung cicilannya?
Pertama Pak Joko harus mengetahui berapa utang pokok terlebih dulu. Caranya, harga rumah dikurangi dengan DP yang dibayarkan. Perhitungannya sebagai berikut:
Hutang pokok = Harga rumah - DP yang dibayarkan
= Rp200 Juta - 20%
= Rp200 Juta - Rp40 Juta
= Rp160 Juta
Maka utang pokok yang dimiliki Pak Joko setelah membayar DP adalah sebesar Rp160 Juta. Dengan tenor 15 tahun atau 180 bulan, maka cicilan pokok Pak Joko adalah Rp160 Juta / 180 = Rp888.888
Setelah mengetahui utang dan cicilan pokok, berikutnya Pak Joko harus menghitung cicilan bunga per bulan. Rumusnya Pinjaman x Bunga Tetap (%) x Tenor dalam tahun / Tenor dalam bulan.
Cicilan bunga per bulan = Rp160 Juta x 5% x 15 /180
= Rp700 Ribu
Setelah itu, untuk mengetahui besar cicilan per bulan, Pak Joko harus menjumlahkan cicilan pokok dan cicilan bunga, yaitu Rp888.888 + Rp1,4 = Rp700 Ribu = Rp1,59 Juta
Maka, Rp1,5 Juta adalah cicilan per bulan untuk rumah KPR Rp200 Juta tenor 15 tahun dengan bunga fixed 5%. Perlu diketahui, bunga fixed hanya berlangsung 3-5 tahun pertama saja, sisanya akan mengikuti ketentuan dari pihak bank.
2. Cicilan dengan Bunga Floating
Bunga floating atau floating rate adalah produk KPR yang tidak memiliki suku bunga tetap. Artinya, cicilan bisa berbeda dari tahun pertama dan berikutnya, tergantung pada fluktuasi suku bunga.
Meski demikian, cara menghitung cicilan hampir sama seperti pada cara pertama di atas. Bedanya, kamu tinggal menjumlahkan berapa bunga floating yang ditetapkan pada tahun tersebut.
Dengan contoh yang sama, pada bulan pertama bank yang dipilih Pak Joko memberikan bunga fixed sebesar 5%. Maka cicilan tahun pertama yang harus dibayar Pak Joko adalah Rp1,5 Juta per bulan.
Kemudian pada tahun kedua, terjadi fluktuasi bunga sehingga Pak Joko harus membayar bunga sebesar 11%. Maka perhitungannya adalah:
Cicilan bunga per bulan = Rp160 Juta x 11% x 15 / 180
= Rp1.466.666
Dengan cicilan pokok sebesar Rp888.888 dan ditambah cicilan bunga sebesar Rp1.466.666, maka cicilan per bulan di tahun kedua Pak Joko adalah sebesar Rp2.355.554.
Baca juga: Ini Syarat KPR Rumah dan Langkah-Langkah Pengajuannya
Tips KPR Cepat Lunas
Memang, KPR memiliki masa kredit atau tenor yang sudah dipilih oleh debitur. Namun membuat masa KPR cepat lunas bukan sesuatu yang mustahil.
Berikut adalah tips dan trik yang bisa kamu lakukan agar KPR cepat lunas!
1. Pilih Rumah Sesuai Kebutuhan
Kamu harus memilih rumah yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal ini, salah satu indikator yang menentukan harga rumah adalah luas tanah dan bangunannya.
Rumah yang nyaman tidak selalu berukuran luas. Pasalnya, ukuran rumah, jumlah kamar dan ruangan merupakan unsur yang sangat dipengaruhi oleh fungsinya. Pertimbangkan berapa orang yang akan menghuni rumah tersebut.
Pemilihan lokasi rumah juga akan berpengaruh pada harga. Jika sekiranya rumah di pusat kota terlalu mahal, kamu bisa memilih rumah yang agak di pinggir kota, namun dengan akses dan fasilitas umum memadai.
2. Bayar DP Besar
DP atau uang muka akan mempengaruhi jumlah hutang pokok yang kamu miliki. Semakin besar DP, maka hutang pokok akan semakin kecil, sehingga kamu bisa leluasa memilih tenor yang tidak terlalu lama.
Memang DP KPR biasanya berkisar antara 20-30% dari harga rumah. Namun jika ingin cicilan semakin ringan, kamu bisa usahakan untuk bayar DP sebesar 40% dari harga rumah.
3. Mulai Menabung untuk Lunasi KPR
Jika kamu punya bonus atau dapat THR, dana tersebut bisa ditabung untuk melunasi KPR secara perlahan. Tujuannya agar cicilan bisa lebih ringan ke depannya dan utang juga bisa lebih cepat lunas.
Selain itu, menabung sejak awal juga memberi ruang pada diri sendiri untuk lebih fleksibel secara finansial. Jika suatu saat penghasilanmu terganggu, kamu masih punya dana cadangan yang bisa digunakan untuk menutup cicilan tanpa harus stres.
4. Lakukan Refinancing
Dalam pembiayaan seperti KPR, ada istilah refinancing yaitu melunasi KPR lebih cepat dengan melakukan pendanaan ulang cicilan dari lembaga kredit atau pihak bank yang belum selesai dilunasi.
Dengan cara ini, kamu bisa mendapatkan berbagai keuntungan, seperti suku bunga KPR yang lebih rendah, menambah jumlah angsuran, serta mempersingkat masa tenor setiap bulannya.
Selain tips-tips di atas, memastikan finansial dalam kondisi sehat sebelum mengajukan KPR juga merupakan hal penting yang perlu dilakukan. Dengan finansial yang sehat, pembayaran cicilan juga akan terasa ringan karena sesuai dengan kondisi keuanganmu.
Mengecek kesehatan finansial kini bisa dilakukan dengan mudah melalui Financial Fitness Check Up yang bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.
Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendaftar untuk mengikuti layanan konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer. Di sesi ini, kamu bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dan menyusun strategi keuangan secara cermat.
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!
Baca juga: 10 Rincian Biaya KPR Penting di Bank dan Cara Menghitungnya