Saham dan obligasi merupakan sama-sama instrumen investasi di pasar modal yang bisa dipilih. Keduanya termasuk surat berharga, yang pemiliknya memiliki hak atas laba dan aktiva.
Baik saham maupun obligasi sama-sama diperjualbelikan di bursa efek maupun pasar modal. Keduanya menjanjikan keuntungan bagi pemiliknya, baik dalam bentuk dividen pada saham maupun bunga (kupon) pada obligasi.
Meski demikian, saham dan obligasi tetap memiliki perbedaan yang signifikan. Untuk itu, kamu perlu tahu perbedaan keduanya sebelum memutuskan mau investasi di saham atau obligasi.
Baca juga: Ingin investasi di obligasi? Ikuti strategi berikut!
Apa Itu Saham dan Obligasi?
Obligasi atau Surat Utang adalah salah satu Efek yang tercatat di Bursa, di samping Efek lain seperti Saham, Efek Beragun Aset maupun Dana Investasi Real Estat.
Obligasi adalah surat utang jangka menengah dan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan. Surat ini berisi janji dari pihak penerbit untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan.
Dalam praktiknya, Obligasi ini bisa diterbitkan oleh BUMN, perusahaan swasta dan Pemerintah.
Bagi sebagian investor, obligasi menjadi instrumen pilihan untuk mendapatkan passive income atau pendapatan pasif, dengan risiko yang lebih terukur.
Sementara saham adalah bukti kepemilikan suatu individu atau badan usaha pada sebuah perusahaan terbuka yang sahamnya tercatat dan ditransaksikan di bursa efek.
Jika membeli/memiliki saham dari suatu perusahaan, maka investor juga turut serta memiliki perusahaan tersebut dan juga memiliki hak pada kekayaan maupun penghasilannya.
Nah, sebagai pemilik maka kamu berhak mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan memiliki hak suara yang menentukan kebijakan perusahaan serta menerima bagian dari keuntungan yang dibagikan pada pemegang saham (dividen).
Baca juga: Investasi Aman, Begini Cara Beli Obligasi Negara SBR 012
Perbedaan Saham dan Obligasi
Memahami perbedaan antara saham dan obligasi itu sangat penting. Tujuannya agar kamu bisa memilih instrumen yang tepat untuk investasi. Nah berikut beberapa perbedaan utamanya!
1. Kepemilikan vs. Pinjaman
Saham adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Saat kamu membeli saham, kamu menjadi bagian dari pemilik perusahaan tersebut dan berhak atas pembagian keuntungan (dividen) serta memiliki hak suara dalam RUPS.
Sementara obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah. Ketika membeli obligasi, artinya kamu meminjamkan uang kepada penerbit obligasi dan akan mendapatkan bunga (kupon) serta pelunasan pokok pada jatuh tempo.
2. Potensi Keuntungan dan Risiko
Saham menawarkan potensi keuntungan yang lebih tinggi dalam jangka panjang, baik dari kenaikan harga saham maupun dividen. Tapi, risikonya juga lebih tinggi karena sangat fluktuatif tergantung kondisi pasar.
Sebaliknya, obligasi cenderung lebih stabil. Kupon obligasi tetap dan risikonya relatif lebih rendah, apalagi jika diterbitkan oleh negara atau institusi terpercaya.
3. Jangka Waktu dan Likuiditas
Saham tidak memiliki jatuh tempo, kamu bisa memilikinya selama kamu mau, dan bisa diperjualbelikan kapan saja di pasar saham.
Obligasi memiliki jangka waktu tertentu (misalnya 3, 5, atau 10 tahun), dan meski bisa dijual sebelum jatuh tempo, harga jual obligasi bisa berubah tergantung kondisi pasar.
Artinya, dari sisi fleksibilitas, saham biasanya lebih likuid, tapi obligasi lebih terencana.
Itulah perbedaan antara saham dan obligasi. Gimana? Mana yang lebih menarik bagi kamu?
Jika tertarik dengan obligasi, kamu bisa memanfaatkan aplikasi OCBC Mobile untuk memulai investasi Obligasi. Investasi obligasi di OCBC Mobile bisa dimulai dengan nominal Rp1 Juta saja.
Namun demikian, pastikan kamu memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko. Nah di OCBC Mobile, kamu bisa mengetahui profil risiko investasi dan akan diberi rekomendasi aset yang sesuai.
Investasi merupakan cara yang paling tepat untuk meningkatkan kekayaan dan memastikan finansial dalam kondisi sehat. Jika penasaran bagaimana kesehatan finansialmu saat ini, kamu bisa mengikuti Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA.
Financial Fitness Check Up akan membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa bisa membahas hasil tes kamu dengan Nyala Trainer.
Daftarkan segera jadwal konsultasi 1 on 1 konsultasi kamu di Ruang Menyala secara gratis. Kamu juga jadi tahu bagaimana cara menabung untuk kurban selanjutnya yang efektif untuk kondisi keuangan kamu saat ini.
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!
Baca juga: Apa Itu Reksadana Obligasi? Kelebihan & Bedanya dengan Obligasi