Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Jangan Panik! Ini 5 Investasi yang Tetap Cuan Saat Ekonomi Tak Stabil

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 26 Agustus 2025 | 342 dilihat

Jangan Panik! Ini 5 Investasi yang Tetap Cuan Saat Ekonomi Tak Stabil

Tak semua investasi cocok di masa sulit seperti saat ini. Berikut ini 5 pilihan investasi terbaik saat ini yang tetap memberikan keuntungan dan bisa jadi penyelamat keuanganmu!

Kondisi ekonomi Indonesia maupun dunia sedang tidak baik-baik saja. Di dalam negeri, pengangguran dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih menjadi momok bagi masyarakat. 

Pada awal 2025 saja, yaitu periode Januari - April, angka PHK sudah mencapai 24 ribu orang. Jumlah ini lebih tinggi dibanding PHK pada periode yang sama tahun 2024 lalu. 

Pengangguran di Indonesia juga cukup tinggi. Bahkan menurut data dari Trading Economics, jumlah pengangguran mencapai 4,76%, yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan angka pengangguran tertinggi di Asia Tenggara. 

Menurut rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Mei 2025, pengangguran di Indonesia menyentuh angka 7,28 juta orang hingga Februari 2025. BPS mencatat adanya penambahan hingga 83.450 dari tahun sebelumnya.

Baca juga: 8 Jenis Investasi untuk Anak Muda, Jadi Cuan Sejak Dini!

Apa yang Harus Dilakukan?

Dengan kondisi ekonomi yang tidak stabil, muncul pertanyaan, apa yang harus dilakukan? Nah berikut ini beberapa hal penting yang harus kamu lakukan, terutama berkaitan dengan keuangan. 

1. Perketat Anggaran 

Saat situasi tidak pasti, langkah pertama adalah menata ulang anggaran. Pisahkan antara kebutuhan pokok dan keinginan, lalu prioritaskan kebutuhan dan kesampingkan keinginan.

Pengeluaran untuk hiburan, nonton konser, atau belanja impulsif sebaiknya dikurangi dulu. Tujuannya agar ada ruang lebih besar untuk tabungan dan dana darurat.

2. Perkuat Dana Darurat

Dana darurat itu ibarat pelampung di tengah badai. Idealnya, simpan minimal 6-12 bulan biaya hidup di rekening yang mudah diakses. Kamu bisa mencicil tiap bulan, misalnya mengalokasikan 10% penghasilan untuk dana darurat. 

Dengan adanya dana darurat, kamu akan lebih siap secara finansial ketika terjadi kondisi yang tidak diinginkan, seperti kehilangan pekerjaan atau menderita penyakit.

3. Diversifikasi Investasi

Jangan taruh semua uang di satu jenis investasi! Campurkan instrumen yang cenderung aman seperti emas, obligasi pemerintah, atau deposito dengan instrumen yang punya potensi tumbuh, misalnya reksa dana pasar uang. 

Diversifikasi investasi penting supaya risiko kerugian bisa ditekan, terutama saat pasar sedang tidak menentu.

4. Hindari Utang Konsumtif

Ekonomi yang tidak stabil membuat bunga pinjaman bisa naik dan peluang pekerjaan berisiko lebih besar. Jika kamu menambah utang konsumtif, bebannya akan terasa lebih berat. 

Alih-alih menambah utang, dalam kondisi sulit justru seharusnya kamu mengurangi utang yang ada, terutama yang bunganya tinggi. Tujuannya agar keuangan tidak tertekan.

Baca juga: Cara Investasi Emas untuk Dana Pendidikan Anak

Investasi yang Tetap Cuan saat Ekonomi Tak Stabil

Ekonomi tidak stabil bukan alasan kamu tidak berinvestasi. Berikut beberapa pilihan aset yang tetap kasih keuntungan dalam kondisi seperti saat ini!

1. Emas

Aset investasi pertama yang perlu kamu miliki adalah emas. Seperti diketahui, emas dikenal sebagai safe haven asset yang bisa melindungi nilai kekayaan dari krisis ekonomi maupun inflasi. 

Nggak kayak mata uang kertas, yang dapat kehilangan nilainya karena inflasi atau gejolak ekonomi, nilai intrinsik emas tetap bertahan. Ketahanan ini bukanlah sebuah fenomena baru karena emas secara konsisten berhasil melewati badai ekonomi yang tak terhitung jumlahnya selama bertahun-tahun. 

Memiliki emas bisa dilakukan melalui beberapa cara, seperti membeli emas batangan, emas perhiasan, emas berjangka, atau emas digital yang merupakan inovasi terbaru. 

Buat kamu yang ingin memulai investasi emas dapat melakukannya melalui Tabungan Emas OCBC mulai hanya Rp10 Ribu saja.. OCBC bekerja sama dengan Pegadaian untuk pembelian dan penjualan emas sehingga tabungan kamu dijamin 100% oleh Pegadaian.

2. Obligasi Pemerintah

Berikutnya adalah obligasi pemerintah, yaitu surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah. Obligasi pemerintah dianggap sebagai instrumen investasi yang aman dengan pengembalian tetap. 

Cara kerjanya, pemerintah “meminjam uang” dari investor dan berjanji untuk membayar kembali dengan bunga pada tanggal jatuh tempo. Keuntungan yang didapat cukup stabil, dengan risiko yang rendah.

Di Indonesia, aset ini sering disebut dengan ORI atau Obligasi Ritel Indonesia dan SBR atau Saving Bond Ritel. ORI menawarkan kupon tetap yang dibayarkan secara berkala. Karena diterbitkan oleh pemerintah, risiko gagal bayarnya sangat kecil. 

Imbal hasil  yang dijanjikan pun cukup menarik, lebih tinggi dari deposito. Instrumen ini cocok untuk investor yang menginginkan pendapatan pasif rutin dengan risiko yang minim.

3. Deposito

Deposito adalah salah satu instrumen investasi berupa uang yang disimpan dalam rekening dengan jangka waktu tertentu. Bank tempat menyimpan uang akan memberikan bilyet sebagai bukti kepemilikan deposito. 

Aset ini cocok bagi kamu yang punya uang “nganggur” dan ingin punya penghasilan sampingan yang stabil. Tenornya pun fleksibel, mulai dari 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan. 

Deposito menawarkan suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan biasa. Hal ini membuat deposito menjadi pilihan menarik bagi kamu yang ingin mendapatkan imbal hasil stabil tanpa risiko fluktuasi. 

4. Reksa Dana

Reksa Dana menjadi salah satu alternatif investasi bagi investor, khususnya yang punya modal kecil dan tidak punya banyak waktu untuk menghitung dan menganalisis risiko atas investasi mereka. 

Cara kerja reksa dana yaitu:

  • Investor membeli produk reksa dana melalui Agen Penjual baik bank maupun non bank, kamu bisa memulainya di Reksa Dana OCBC.
  • Manajer Investasi akan mengelola dana investor yang sudah diinvestasikan itu ke portofolio investasi seperti pasar uang, obligasi, maupun saham;
  • Bank Kustodian berperan dalam menyelesaikan transaksi, penyimpanan surat berharga, perhitungan NAB, dan unit registrasi investor.

Ada beberapa jenis reksa dana yang bisa disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasi, seperti Reksa Dana Pendapatan Tetap, Reksa Dana Pasar Uang, Reksa Dana Saham, dan Reksa Dana Campuran.

5. Sukuk Ritel

Sukuk Negara Ritel (Sukuk Ritel/SR) adalah produk investasi syariah yang ditawarkan oleh Pemerintah kepada individu Warga Negara Indonesia (WNI). Instrumen investasi ini cukup aman, mudah, terjangkau, dan menguntungkan. 

Beberapa keuntungan yang bisa kamu peroleh dengan berinvestasi pada Sukuk Ritel:

  • Pokok dan Imbalan dijamin oleh negara
  • Tingkat imbalan kompetitif, lebih tinggi dari rata-rata tingkat bunga deposito Bank 
  • Tingkat imbalan tetap dan dibayar setiap bulan
  • Prinsip investasi sesuai prinsip syariah
  • Berinvestasi mulai dari Rp1 Juta
  • Turut andil dalam pembangunan negara

Itulah ulasan mengenai investasi yang tetap menawarkan cuan saat kondisi ekonomi tidak stabil. Mulailah investasi sekarang, untuk mempercepat mencapai tujuan keuangan! 

Sebelum berinvestasi, pastikan kamu mengetahui kondisi kesehatan finansial pribadimu terlebih dulu. Dengan begitu, kamu akan tahu seberapa baik finansialmu dan bisa menentukan instrumen investasi apa yang cocok.

Cara cek kondisi finansial juga sangat mudah, yaitu melalui Financial Fitness Check Up untuk bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.

Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendiskusikan hasilnya melalui layanan konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer. Melalui layanan ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk memperbaiki masalah keuangan kamu.

Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang untuk mencapai #FinanciallyFit!

Baca juga: 8 Jenis Investasi untuk Anak Muda, Jadi Cuan Sejak Dini!


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page