Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Menghadapi Badai PHK, Harus Bagaimana?

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 18 Juni 2025 | 1K dilihat

Menghadapi Badai PHK, Harus Bagaimana?

Kehilangan pekerjaan secara mendadak seperti PHK menjadi pemandangan sehari-hari di Indonesia. Sepanjang tahun 2025 saja, sudah banyak perusahaan dan pabrik yang menghentikan operasional, dan memulangkan semua pekerjanya. 

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan jumlah PHK pada 2025 mengalami peningkatan dibanding tahun 2024. “Saat ini terdata sekitar 24 ribuan, jadi sudah sepertiga lebih dari tahun 2024,” ucap Yassierli, dikutip dari Metrotvnews.

Angka 24 ribu pekerja yang terkena PHK itu didapat dalam periode 1 Januari - 31 April 2025. Bulan Februari 2025 saja, ada sekitar 15 ribu pekerja yang mendadak kehilangan pekerjaannya. 

Salah satu kasus PHK yang paling mengguncang adalah yang menimpa pekerja pabrik tekstil terbesar di Indonesia yang beroperasi di Jawa Tengah. Pabrik ini mem-PHK sekitar 11 ribu lebih karyawannya. 

Sebagian orang merasa kehilangan pekerjaan merupakan akhir dunia. Terlebih bagi yang terbiasa bergaya hidup konsumtif. Mereka harus melakukan perubahan dari segi gaya hidup, termasuk mengurangi pengeluaran yang tidak diperlukan. 

Namun sebenarnya PHK bukan akhir segalanya. Bahkan jika kamu jeli, kehilangan pekerjaan justru bisa jadi batu loncatan untuk karir yang lebih baik di masa depan. 

Baca juga: 8 Cara Menjadi Freelancer Sukses untuk Pemula, Simak Tipsnya!

Pentingnya Dana Darurat

Jika saat ini kamu masih bekerja di perusahaan yang baik-baik saja, maka kamu masih beruntung. Namun jangan terlena! Banyak orang yang pagi berangkat kerja seperti biasa, tapi ketika sore pulang sebagai mantan karyawan karena di-PHK. 

Dalam kondisi badai PHK seperti saat ini, maka membangun dana darurat itu merupakan keharusan. Dengan dana ini, kamu bisa mengantisipasi kondisi darurat yang berdampak pada finansial, seperti terkena PHK. 

Secara umum, dana darurat harus dimiliki setiap orang, tapi jumlahnya tergantung kebutuhan masing-masing. Perbedaan ini mengacu pada perbedaan profesi, jumlah penghasilan, tanggungan finansial, hingga gaya hidup.

Namun secara umum, minimal dana darurat yang harus disiapkan idealnya adalah 6-12 kali lipat pengeluaran per bulan dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing individu. 

Artinya jika pengeluaran bulananmu Rp10 Juta, maka dana darurat yang harus disiapkan berkisar antara Rp60-120 Juta. Jumlah ini bisa dicicil setiap bulan, seperti menyisihkan 10-20% penghasilan untuk dana darurat dan disimpan di rekening terpisah. 

Berikut ini gambaran kebutuhan dana darurat berdasarkan kondisi dan status setiap orang:

  • Single: minimal 6 kali lipat pengeluaran bulanan
  • Sudah menikah: minimal 9 kali lipat pengeluaran bulanan
  • Sudah menikah dan punya anak: minimal 12 kali lipat pengeluaran bulanan

Pertanyaan berikutnya, mengapa besaran ideal dana darurat berada pada rentang 6-12 kali lipat pengeluaran bulanan? 

Sebagai contoh seseorang kehilangan pekerjaannya dan memiliki dana darurat sebesar tiga kali lipat pengeluaran per bulan, artinya ia hanya memiliki persediaan dana untuk kebutuhan atau pengeluaran selama tiga bulan. 

Kondisi ini cukup berisiko apabila dalam waktu empat bulan ia belum mendapatkan sumber penghasilan atau pekerjaan baru.

Selain itu, komponen perhitungan jumlah dana darurat juga bisa ditambah dengan adanya kondisi tertentu, misalnya faktor usia. Namun yang tetap perlu diperhatikan adalah jangan menyimpan dana darurat secara berlebihan, misalnya sampai 20 kali lipat. 

Baca juga: Mau Mulai Investasi? Baca 9 Rekomendasi Buku Warren Buffett

Menghadapi Badai PHK

Menghadapi badai PHK perlu pendekatan yang holistik, yang mencakup dukungan mental, strategi keuangan, dan tindakan proaktif. Berikut beberapa strategi keuangan yang perlu kamu lakukan!

1. Atur Ulang Keuangan

Terkena PHK akan berdampak besar pada kondisi keuangan. Penting untuk mengatur ulang perencanaan keuangan dan mulai mengelolanya dengan cermat.

Dalam hal ini, kamu bisa membuat anggaran yang ketat dan kurangi pengeluaran yang tidak perlu. Manfaatkan tabungan darurat dan cari tahu tentang bantuan dari pemerintah yang bisa diakses.

2. Evaluasi dan Pangkas Pengeluaran

Tinjau ulang semua pengeluaran bulanan. Hentikan langganan yang tidak penting, tunda pembelian barang tersier, dan fokus hanya pada kebutuhan primer. 

Semakin ramping dan hemat gaya hidupmu, semakin aman kondisi keuangan kalau PHK benar-benar terjadi.

3. Cari Sumber Penghasilan Tambahan

Mulai cari cara lain untuk menghasilkan uang dari hobi atau skill kamu, seperti jualan online, jadi freelancer, atau buka jasa. Usaha sampingan bisa jadi “jaring pengaman” dan bahkan berubah jadi bisnis utama jika nanti kamu benar-benar tidak bekerja.

4. Tingkatkan Keterampilan

PHK bukan akhir dari segalanya! Kamu masih bisa bangkit di kemudian hari dengan mendapat pekerjaan baru yang mungkin jauh lebih baik dari sebelumnya. 

Untuk menyongsong hal itu, kamu perlu meningkatkan keterampilan. Dengan keterampilan yang meningkat, maka peluang untuk mendapat pekerjaan baru juga akan bertambah. 

Manfaatkan waktu luang untuk mengikuti kursus online, seminar, atau workshop yang relevan dengan bidang pekerjaan kamu. Situs seperti Coursera, Udemy, dan LinkedIn Learning menawarkan banyak pilihan kursus yang bisa diakses dengan biaya terjangkau atau bahkan gratis.

Pada dasarnya, PHK bisa menimpa siapapun yang bekerja di perusahaan manapun. Pasalnya, perusahaan yang melakukan PHK atau pengurangan karyawan itu tidak memandang apakah perusahaan itu besar atau kecil. 

Untuk itu, penting bagi kamu yang masih memiliki pekerjaan untuk menyiapkan dana darurat dan perencanaan keuangan yang matang. Tujuannya, jika kondisi kritis menghampiri, seperti kehilangan pekerjaan, kamu memiliki bantalan finansial yang memadai. 

Sebagai langkah awal, kamu bisa mengecek kondisi finansialmu saat ini melalui Financial Fitness Check Up.

Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Lalu, kamu juga bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1. Kamu juga bisa tahu bagaimana strategi yang tepat untuk keuangan kamu

Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!

Baca juga: 10 Cara Mengelola Keuangan dengan Baik agar Finansial Sehat


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page