Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Cerita meNYALA: Perencanaan Keuangan Generasi Z yang Efektif

Oleh: ruangmenyala

Last updated: 15 Mei 2024 | 5K dilihat

Cerita meNYALA: Perencanaan Keuangan Generasi Z yang Efektif

Sebagai generasi yang paling muda dan dalam usia produktif, generasi Z menjadi generasi yang paling banyak diobrolkan dalam berbagai macam kondisi. Salah satunya adalah saat mengobrol soal keuangan.

Generasi ini memiliki banyak akses informasi, baik secara online hingga visual yang membuat generasi Z merasa perencanaan keuangan mereka sudah cukup sehat.

Tetapi, hal ini berbanding terbalik dengan Kevin, seorang generasi Z yang memiliki keresahan terhadap finansial. Dengan banyaknya informasi, Kevin merasa mengapa keuangannya tidak bisa membawanya untuk bisa mengembangkan asetnya secara cepat.

Oleh karena itu, Kevin merasa bahwa keuangannya masih butuh arahan yang tepat terkait perencanaan keuangan generasi Z. Setiap Kevin mengobrol dengan temannya mengenai keuangan, mereka hanya mengobrol mengenai investasi saja. 

Dengan usia yang masih muda, mereka belum merasakan risiko-risiko dalam kehidupan. Jadi, mereka tidak tahu harus mulai dari mana untuk bisa mengelola dan mengatur keuangan dengan tepat.

Kevin akhirnya memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahlinya dalam keuangan. Kevin beruntung bahwa dia sudah melek soal keuangan, tetapi ia masih belum tahu langkah-langkah yang tepat untuk merencanakan keuangan. Kevin akhirnya langsung melakukan book jadwal dengan Nyala Trainer di ruang menyala setelah melakukan Financial Fitness Check Up.

Tips Perencanaan Keuangan untuk Generasi Z

Bagi generasi Z, yang terpenting adalah bagaimana caranya bisa mendapatkan pertumbuhan aset dengan modal minim dan juga dengan return yang besar. Padahal, untuk memiliki keuangannya yang sehat, mengetahui dan mempraktikkan perencanaan keuangan yang tepat bisa membawa keuangan menjadi lebih sehat dan kuat. Berikut adalah tips perencanaan keuangan untuk generasi Z.

1. Perkuat Financial Basic dengan Budgeting dan Pencatatan Keuangan Harian

Jika membahas mengenai perencanaan keuangan generasi Z, hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat budgeting dan pencatatan keuangan. Hal ini penting dilakukan sebagai peta dalam keuangan kamu, terlebih kamu masih muda dan pengeluarannya juga belum begitu banyak. 

Dengan mulai membentuk kebiasaan budgeting sejak muda, kebiasaan ini akan terbawa hingga kamu beranjak dewasa.

Pembuatan budgeting bisa dimulai dari mengalokasikan minimal 20% dari uang jajan bulanan kamu. Jika kamu biasa diberikan uang jajan harian, maka kamu bisa mulai alokasikan satu hari satu lembar untuk ditabungkan.

Selain itu, kamu juga perlu mencatat setiap pengeluaran harian yang dilakukan. Setelah mencatat semuanya, kamu jadi lebih tahu sebenarnya pengeluaran bulanan actual lebih banyak dihabiskan untuk apa.

Baca juga: Tujuan Keuangan: Manfaat, Contoh, dan Cara Menentukannya

2. Perkuat Financial Safety dengan Dana Darurat

Jika kamu sudah tahu berapa yang bisa kamu alokasikan untuk menabung, maka selanjutnya adalah buatlah target menabung. Janganlah kamu terlena bahwa investasi penting. Sayangnya, investasi kamu tidak bisa membantu di masa sulit, karena ketika masa sulit, yang bisa membantu kamu adalah uang tunai atau bahkan uang yang kamu simpan di instrumen yang mudah dicairkan kapanpun.

Maka dari itu, kamu perlu yang namanya dana darurat sebagai pegangan keuangan kamu. dana darurat ini besarannya minimal 6 kali dari uang jajan per bulan. Hal ini ditujukan jika kamu ingin mencoba mandiri, maka kamu sudah punya pegangan sebesar 6 kali uang jajan per bulan kamu.

Dikarenakan sifat dana darurat ini harus siap sedia kapanpun, maka kamu harus menyimpannya di instrumen yang aman dan mudah untuk dicairkan. Oleh karena itu, kamu harus punya tabungan di rekening sebagai pegangan keuangan kamu. 

Jika kamu sudah dewasa, perlu dipahami juga untuk mulai memiliki asuransi, setidaknya BPJS Kesehatan sebagai pengaman ketika kamu jatuh sakit. Ketika kamu sudah punya budgeting yang sudah lebih besar dan lebih enak bergeraknya, maka kamu sudah bisa mempertimbangkan untuk memiliki asuransi kesehatan swasta.

Baca juga: Dana Darurat Disimpan di Mana, ya? Ini Rekomendasinya

3. Raih Financial Growth dengan Investasi

Jika kamu sudah punya budgeting dan bisa mengalokasikan 20% dari uang jajan kamu untuk menabung dana darurat, maka selanjutnya kamu bisa mulai berinvestasi untuk tujuan keuangan yang kamu inginkan.

Tetapi, banyak hal yang harus kamu lakukan sebelum berinvestasi. Mulai dari ketahui dulu investasi yang akan kamu investasikan, mengetahui profil risiko, hingga ke mana sebaiknya kamu menginvestasikan uang sesuai dengan profil risiko.

Selain itu, kamu juga harus membuat rencana keuangan kamu untuk berinvestasi. Mulai dari set tujuan, berapa rupiah uang yang kamu perlukan, dan juga berapa lama kamu ingin mencapai tujuan keuangan kamu. Jika sudah, kamu bisa menghitung berapa kebutuhan kamu untuk menabung dan berivestasi untuk mencapai tujuan keuangan kamu.

4. Raih Financial Freedom di Masa Depan

Jika langkah di atas sudah kamu lakukan, maka meraih financial freedom bukanlah hal yang mustahil. Kamu sudah punya perencanaan untuk bisa mengamankan semua kebutuhan kamu. Dengan begitu, kamu bisa fokus untuk menambah pendapatan pasif untuk bisa meraih financial freedom.

Pendapatan pasif menjadi syarat utama untuk bisa mencapai financial freedom. Dalam hal ini, kamu bisa mendapatkan pendapatan dari aset-aset yang kamu miliki. Jadi, kamu tidak bekerja secara aktiv untuk bisa menghasilkan uang.

Tentunya, untuk bisa memiliki pendapatan pasif butuh perencanaan yang matang dan juga perlu mempersiapkan bagaimana caranya bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan tepat. 

Nikmati Proses Perencanaan Keuangan Generasi Z demi Raih Masa Depan yang Nyaman

Akhirnya, Kevin pun menjadi tahu bagaimana cara mengatur keuangan yang tepat. Tidak hanya fokus berinvestasi, tetapi harus siap dalam keadaan apapun. Dari sesi konsultasi, Kevin mendapatkan banyak benefit, ini katanya. 

Terima kasih banyak Kak Widya

Sebagai seorang mahasiswa akhir yang belum memiliki penghasilan sendiri, terkadang keuangan dapat menjadi persoalan utama yang saya rasakan. Aku bersyukur atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti konsultasi di Ruang meNYALA karena aku jadi lebih tahu bagaimana cara sederhana mengalokasikan uang saku yang diberikan orang tua dengan budgeting bulanan dan membuat catatan harian yang mana adalah financial basic.

Dalam melakukan budgeting bulanan, aku dapat menyisihkan minimal 20% yang untuk ditabung pada awal bulan. Pembuatan catatan harian juga akan memperjelas untuk apa pengeluaran tersebut. 

Selanjutnya adalah financial safety. Dikarenakan aku masih berkuliah, fokus utamanya yaitu membuat dana darurat minimal 6 kali pendapatan per bulan untuk berjaga-jaga disimpan di tempat yang mudah dicairkan. 

Nantinya, saat sudah bekerja di mana keuangan sudah stabil, aku dapat memulai membuat asuransi kesehatan swasta. 

Ketika semua ini tercapai, investasi dan dana pensiun sebagai financial growth dapat mulai dijalankan sesuai tujuan masing-masing di angka waktu tertentu. Semua ini diharapkan dapat menjadi financial freedom pada akhirnya. Terima kasih ruang meNYALA untuk pengetahuan mengenai perencanaan keuangan yang bermanfaat ini.

Kamu mau juga keuangannya lebih terarah dan bisa mengetahui bagaimana langkah yang tepat dalam mengelola keuangan seperti Kevin? Yuk mulai lakukan Financial Fitness Check-Up di Ruang meNYALA untuk bisa mendapatkan konsultasi keuangan secara gratis.

Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa langsung book jadwal konsultasi 1 on 1 secara gratis di ruang menyala. Semua bisa kamu dapatkan secara gratis hanya dengan menjadi member ruang menyala. Yuk, jadi lebih sehat finansial dari sekarang!

Baca juga: 10 Cara Dapatkan Passive Income Mahasiswa


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page