Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Ramai PHK, Ini Jumlah Tabungan yang Harus Dimiliki

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 15 Mei 2025 | 2K dilihat

Ramai PHK, Ini Jumlah Tabungan yang Harus Dimiliki

Gelombang PHK makin marak, sudahkah tabunganmu cukup? Ketahui jumlah ideal dana darurat yang perlu dimiliki agar tetap aman secara finansial!

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi momok yang mengerikan bagi para pekerja di Indonesia. Terlebih, selain marak, ancaman PHK juga menghantui hampir di semua sektor industri. 

Direktur bidang Ekonomi Digital dari Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda, sebagaimana dilansir dari inilah.com, mengatakan, sebanyak 40 ribu pegawai sudah kehilangan pekerjaan pada awal tahun 2025.

Celios mencatat, PHK terjadi di banyak sektor, dengan industri pengolahan, terutama sektor kimia dasar, tekstil, dan produk tekstil menjadi paling banyak terdampak. 

Huda merinci, buruh yang terkena PHK di sektor bahan kimia dasar kecuali pupuk sebanyak 48.452 orang, kemudian benang 46.246 orang, tekstil 42.772 orang, dan barang-barang elektronik 42.481 orang. 

Adapun pada sektor barang hasil kilang minyak dan gas sebanyak 16.506 orang kena PHK, hasil pengawetan dan penyamakan kulit 19.764 orang, dan serat sintetis sebanyak 22.065 orang.

Banyak faktor yang mempengaruhi gelombang PHK, tapi yang pasti, kondisi ini menegaskan satu hal, yaitu pentingnya tabungan atau dana darurat! Dengan dana darurat, semua orang bisa punya pegangan untuk melanjutkan hidup, sembari mencari pekerjaan baru. 

Baca juga: 12+ Cara Investasi Saham Untuk Pemula, Ini Langkah Mudahnya!

Jumlah Tabungan Darurat Ideal

Banyak artikel dan financial planner yang menjelaskan betapa pentingnya tabungan darurat bagi semua orang. Secara umum, dana darurat harus dimiliki setiap orang, tapi jumlahnya tergantung kondisi masing-masing

Perbedaan nominal dana darurat terjadi karena adanya perbedaan profesi, jumlah penghasilan kebutuhan, dan gaya hidup. Tidak ada perhitungan angka dan persentase pasti untuk menentukan besarnya dana darurat. 

Melansir laman Kementerian Keuangan, minimal dana darurat yang harus dipersiapkan idealnya adalah 6-12 kali lipat pengeluaran per bulan dengan mempertimbangkan kondisi masing-masing individu. 

Berikut ini gambaran kebutuhan dana darurat berdasarkan kondisi dan status setiap orang:

  • Single: 6 kali lipat pengeluaran bulanan
  • Sudah menikah: 9 kali lipat pengeluaran bulanan
  • Sudah menikah dan punya anak: 12 kali lipat pengeluaran bulanan

Sebagai ilustrasi, kamu yang masih single dengan pengeluaran bulanan sekitar Rp6 Juta, maka dana darurat ideal yang perlu kamu siapkan adalah sebesar 6 kali pengeluaran bulanan. 

Artinya, kamu perlu punya tabungan dana darurat sebesar Rp36 Juta. Dana ini cukup untuk menutup kebutuhan hidup selama 6 bulan jika terjadi kondisi tak terduga seperti PHK.

Kalau kamu sudah menikah dengan pengeluaran bulanan Rp10 Juta, maka dana darurat yang ideal adalah 9 kali pengeluaran bulanan. Jadi, kamu sebaiknya menyiapkan dana darurat sebesar Rp90 Juta. 

Sementara jika sudah menikah dan punya anak, lalu pengeluaran bulananmu sekitar Rp15 Juta, maka kamu perlu dana darurat sebesar 12 kali pengeluaran bulanan, yaitu Rp180 juta. 

Pertanyaan berikutnya, mengapa besaran ideal dana darurat berada pada rentang 6-12 kali lipat pengeluaran bulanan? 

Sebagai contoh seseorang kehilangan pekerjaannya dan memiliki dana darurat sebesar tiga kali lipat pengeluaran per bulan, artinya ia hanya memiliki persediaan dana untuk kebutuhan atau pengeluaran selama tiga bulan. 

Kondisi ini cukup berisiko apabila dalam waktu empat bulan ia belum mendapatkan sumber penghasilan atau pekerjaan baru.

Selain itu, komponen perhitungan jumlah dana darurat juga bisa ditambah dengan adanya kondisi tertentu, misalnya faktor usia. Namun yang tetap perlu diperhatikan adalah jangan menyimpan dana darurat secara berlebihan, misalnya sampai 20 kali lipat. 

Hal tersebut dikarenakan pada umumnya dana darurat disimpan pada instrumen keuangan yang aman dan likuid sehingga cenderung tidak efektif atau kurang menguntungkan.

Kelebihan dana darurat tersebut lebih baik dimanfaatkan untuk investasi yang lebih produktif dan menguntungkan.

Baca juga: Mayoritas Gen Z Tak Punya Dana Darurat!

Dimana Menyimpan Tabungan Darurat

Dana darurat bersumber dari penghasilan bulanan yang disisihkan sebagian. Sebagai contoh, kamu biasanya menyisihkan 30% gaji untuk ditabung. 

Nah jumlah ini bisa kamu bagi, seperti 10% untuk keperluan dana darurat, dan 20% sisanya untuk investasi masa depan. 

Setelah menentukan berapa yang disisihkan untuk dana darurat, berikutnya kamu perlu mempertimbangkan di mana menyimpan dana darurat tersebut. 

Pada dasarnya, karena ini merupakan tabungan untuk kondisi darurat, maka pastikan disimpan pada aset yang likuid, dan bisa diakses kapanpun dibutuhkan. 

Nah berikut adalah beberapa tempat aman untuk menyimpan dana darurat.

1. Rekening Tabungan

Rekening tabungan adalah pilihan yang paling tepat dan mudah diakses. Tempat ini menawarkan likuiditas tinggi, yang berarti kamu bisa menarik uang kapan saja tanpa repot. 

Banyak bank juga menawarkan rekening tabungan dengan bunga yang kompetitif, sehingga dana darurat bisa bertambah seiring waktu. 

2. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal atau investor. Dana yang telah terkumpul tersebut akan diinvestasikan oleh manajer investasi, ke dalam beberapa instrumen instrumen.

Adapun dana yang terkumpul pada Reksa Dana Pasar Uang akan dialokasikan ke instrumen-instrumen Pasar Uang yaitu deposito berjangka dan surat utang yang jatuh tempo di bawah satu tahun.

RDPU memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya aman sebagai dapat menjadi alternatif pilihan instrumen investasi untuk dana darurat yaitu aman karena tingkat risiko rendah dan likuid karena proses pencairan hanya satu hari bahkan ada yang beberapa jam saja.

3. Deposito

Deposito adalah opsi lain untuk menyimpan dana darurat. Meskipun likuiditasnya lebih rendah dibandingkan rekening tabungan, karena ada jangka waktu tertentu sebelum bisa menarik uang tanpa penalti, deposito biasanya menawarkan bunga yang lebih tinggi. 

Instrumen ini tentu cocok untuk menyimpan dana darurat yang mungkin tidak segera diperlukan, tetapi pastikan untuk memilih tenor yang sesuai dengan kebutuhan.

Meskipun boleh diinvestasikan, sebaiknya kamu tetap menyimpan dana darurat di rekening. Hal itu karena rekening adalah instrumen yang paling likuid.

Itulah ulasan mengenai berapa tabungan darurat yang ideal dan harus dimiliki untuk menghadapi situasi ekonomi yang sulit dengan gelombang PHK yang mengancam. 

Untuk memulai mengumpulkan dana darurat, kamu bisa melakukan Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA.  Financial Fitness Check Up akan membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.

Setelah melakukan Financial Fitness  Check Up, kamu bisa bisa membahas hasil tes kamu dengan Nyala Trainer. Daftarkan segera jadwal konsultasi 1 on 1 konsultasi kamu di Ruang Menyala secara gratis.

Dengan berkonsultasi dengan Nyala Trainer, kamu akan tahu bagaimana cara menabung untuk mengumpulkan dana darurat yang efektif untuk kondisi keuangan kamu saat ini.

Yuk, buruan meluncur ke Financial Fitness Check Up di website Ruang Menyala!

Baca juga: Cara Investasi Reksadana Untuk Pemula dan Tips Agar Untung


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page