Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

7 Cara Cegah Panic Buying agar Dana Darurat Tetap Aman

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 20 Agustus 2025 | 4K dilihat

7 Cara Cegah Panic Buying agar Dana Darurat Tetap Aman

Panic buying sering membuat pengeluaran bengkak dan merusak dana darurat. Pelajari cara mencegahnya agar keuangan tetap aman dan tidak terganggu saat masa krisis!

Istilah panic buying merujuk pada tindakan membeli barang dalam jumlah besar untuk mengantisipasi suatu bencana atau krisis, setelah bencana terjadi, atau untuk mengantisipasi kenaikan maupun penurunan harga.

Pemandangan panic buying ini terlihat saat awal pandemi COVID-19, yaitu ketika orang-orang memborong sejumlah barang di pasar karena khawatir akan langka dan harganya menjadi mahal. 

Meski demikian, panic buying juga terjadi di situasi normal. Biasanya pembelian karena panik ini terjadi ketika seseorang khawatir ketinggalan tren. 

Perilaku pembelian semacam ini dapat menyebabkan kekurangan stok barang. Selain itu, panic buying juga dilakukan tanpa perhitungan yang matang, sehingga keuangan akan terpengaruh karena digunakan untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak esensial. 

Baca juga: Apa itu Konsumtif? Kenali Penyebab, Ciri-Ciri, dan Dampaknya

Cara Cegah Panic Buying

Segala keputusan yang berkaitan dengan uang itu harus dipertimbangkan dengan baik. Jika tidak, uang akan dihamburkan untuk keperluan yang tidak penting, sehingga mempengaruhi pos-pos keuangan lainnya. 

Lalu bagaimana cara mencegahnya agar keuangan dan dana darurat tetap aman? Berikut penjelasannya!

1. Pahami Pemicu Panic Buying

Langkah pertama untuk mencegah panic buying adalah mengenali pemicunya. Panic buying biasanya dipicu oleh rasa takut kekurangan, baik karena isu krisis ekonomi, bencana, pandemi, atau berita yang dibesar-besarkan di media sosial. 

Saat paham bahwa faktor pemicu ini tidak sepenuhnya akurat atau hanya bersifat sementara, kamu akan lebih rasional dalam mengambil keputusan. Ingat, membeli berlebihan justru bisa bikin stok berlebihan di rumah dan uang di dompet menipis!

2. Buat Daftar Belanja Berdasarkan Kebutuhan 

Sebelum berangkat belanja, biasakan membuat daftar belanja yang detail, berisi apa saja yang memang benar-benar dibutuhkan untuk periode tertentu, misalnya seminggu atau sebulan. 

Dengan begitu, kamu punya panduan jelas dan tidak mudah tergoda membeli barang lain yang sebenarnya tidak mendesak. Disiplin mengikuti daftar ini adalah kunci supaya belanja tetap terukur.

3. Tetapkan Anggaran Belanja

Berikutnya, kamu harus tetapkan batas nominal belanja harian, mingguan, atau bulanan sesuai kemampuan finansial dan pos keuangan yang sudah dialokasikan. 

Panic buying terjadi karena orang belanja tanpa memperhitungkan anggaran. Jika punya batas anggaran yang jelas, kamu akan otomatis mengerem saat belanja mulai kebablasan.

4. Gunakan Prinsip Delay Buying

Saat tergoda untuk membeli barang karena khawatir akan habis, coba tunda minimal 24 jam sebelum memutuskan. Cara kerjanya mirip dengan menunda kepuasan sesaat atau delayed gratification.

Prinsip ini membantu otak berpikir lebih rasional, mengevaluasi apakah barang itu benar-benar dibutuhkan atau hanya hasil dorongan emosional sesaat. Dalam banyak kasus, setelah jeda waktu, keinginan membeli akan berkurang.

Baca juga: Tips Mengatur Keuangan Yang Tepat Untuk Generasi Z

5. Simpan Dana Darurat di Tempat Terpisah

Salah satu alasan panic buying bisa menggerus keuangan adalah karena dana darurat ikut terpakai. Solusinya, simpan dana darurat di rekening terpisah atau instrumen keuangan yang likuid tapi tidak bisa diambil sewaktu-waktu. 

Cara semacam ini akan membantumu mengerem keinginan untuk belanja karena panik. Dengan begitu, tabungan atau dana darurat bisa aman dari digunakan untuk panic buying

6. Cari Sumber Informasi Terpercaya

Banyak panic buying terjadi karena kabar hoaks atau berita yang dibesar-besarkan. Pastikan informasi yang kamu terima berasal dari sumber resmi, seperti pemerintah, lembaga kesehatan, atau media kredibel. 

Dengan begitu, kamu tidak mudah panik dan membuat keputusan finansial yang merugikan.

7. Fokus pada Manajemen Stok Rumah

Cek secara berkala persediaan barang di rumah sebelum belanja. Dengan mengetahui apa saja yang masih cukup, kamu akan terhindar dari pembelian berlebih. 

Misalnya, jika stok beras masih cukup untuk sebulan, tidak perlu membeli tambahan hanya karena takut harga naik. Manajemen stok yang baik membuat belanja lebih terukur dan menjaga dana darurat tetap aman.

Itulah ulasan mengenai bagaimana cara mencegah panic buying agar dana darurat dan keuangan tetap aman. Dengan menghindari panic buying, baik mental maupun finansialmu akan sehat dan stabil. 

Penasaran seberapa sehat finansialmu? Jika iya, kamu bisa melakukan Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA. FFCU akan membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.

Setelah melakukan Financial Fitness  Check Up, kamu bisa bisa membahas hasil tes kamu dengan Nyala Trainer. Daftarkan segera jadwal konsultasi 1 on 1 konsultasi kamu di Ruang Menyala secara gratis.

Dengan berkonsultasi dengan Nyala Trainer, kamu akan tahu bagaimana cara menabung untuk mengumpulkan dana darurat yang efektif untuk kondisi keuangan kamu saat ini.

Yuk, buruan meluncur ke Financial Fitness Check Up di website Ruang Menyala!

Baca juga: Cara Investasi Reksadana Untuk Pemula dan Tips Agar Untung


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page