Ingin tahu rahasia sukses Lo Kheng Hong? Temukan perjalanan hidup inspiratif sang 'Warren Buffett'-nya Indonesia dan tips investasi ala Lo Kheng Hong!
Ada beberapa nama yang menjadi rujukan jika bicara tentang investasi saham. Di dunia internasional, kamu mungkin pernah mendengar nama Warren Buffet, kan?
Warren Buffet adalah seorang pebisnis asal Amerika Serikat yang gemar berinvestasi saham. Bahkan, ia mendapat julukan “Oracle of Omaha” atau peramal dari Omaha karena kesetiaannya pada metode investasi berjenis value investing.
Nah Indonesia juga punya orang yang sukses dalam investasi saham dalam diri Lo Kheng Hong. Sosok yang berjuluk ‘Warren Buffet Indonesia’ ini juga sukses dengan metode value investing atau investasi jangka panjang.
Seperti apa profil seorang Lo Kheng Hong? Berikut ulasannya!
Baca juga: Jadi Miliarder Dari Saham, Ini Jumlah Kekayaan Lo Kheng Hong
Profil Lo Kheng Hong
Lo Kheng Hong lahir di Jakarta pada 20 Februari 1959 dari keluarga sederhana. Ayahnya berasal dari Pontianak yang merantau ke Jakarta. Masa kecil Lo, begitu ia biasa disapa, menghabiskan masa kecil dengan kehidupan yang susah.
Perjalanan karir Lo berawal saat ia bekerja sebagai pegawai tata usaha di PT Overseas Express Bank (OEB) pada tahun 1979. Saat itu, Lo juga mengambil kuliah malam jurusan Sastra Inggris di Universitas Nasional.
Lo mulai terjun ke dunia investasi saham pada saat usianya menginjak 30 tahun, yaitu pada 1989. Saham pertama yang dibeli Lo adalah saham sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan ban kendaraan bermotor.
Kemudian, tahun 1990 Lo pindah bekerja di Bank Ekonomi pada bagian pemasaran. Satu tahun kemudian, yaitu 1991, Lo diangkat menjadi salah satu kepala cabang di bank tersebut.
Sejak tahun 1996, Lo Kheng Hong memutuskan untuk berhenti dari karirnya di dunia perbankan. Ia pun mulai berkonsentrasi penuh menjadi seorang investor saham.
Meski dikenal sebagai investor sukses, nyatanya Lo Kheng Hong pernah mengalami kerugian. Tepatnya pada tahun 1998, saat krisis moneter terjadi, Lo kehilangan 85% uangnya dan tersisa hanya 15% saja.
“Uang saya berkurang 85%, sisa 15%. Saya waktu itu sudah full time investor, istri ibu rumah tangga, anak 2, saya nggak kerja lagi, duit tinggal 15%,” katanya dalam salah satu wawancara, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (7/8/2024).
Kehilangan sebagian besar uangnya tidak membuat Lo Kheng Hong menyerah dari investasi saham. Ia pun mengalihkan uang yang tersisa seluruhnya ke saham milik perusahaan yang bergerak di bidang tambang dan konstruksi dengan harga Rp 250 per lembar saham.
Keputusan itu diambil Lo dengan memperhatikan kinerja perusahaan, termasuk laba yang berhasil ditorehkan. Rupanya, keputusan itu tepat, karena setelah 6 tahun memegang saham itu, Lo kemudian menjualnya dengan harga Rp 15 Ribu per lembar saham.
Saat itu, Lo Kheng Hong tercatat menjadi pemegang saham dengan kepemilikan di atas 5% di beberapa emiten perusahaan finance, perusahaan produksi ban kendaraan bermotor, hingga saham emiten media massa.
Lo Kheng Hong juga merupakan pemegang saham emiten saham PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP). Hingga saat ini, Lo Kheng Hong masuk dalam investor kepemilikan terbesar ke-8 di NISP, dengan jumlah 122,08 juta (0,53%).
Baca juga: 8 Jenis Investasi untuk Anak Muda, Jadi Cuan Sejak Dini!
Tips Investasi Saham dari Lo Kheng Hong
Sebagai investor saham yang sukses, Lo Kheng Hong kerap membagikan strategi dan tips sukses investasi pada instrumen ini. Berikut beberapa di antaranya.
1. Value Investing
Lo Kheng Hong selalu menekankan pentingnya menggunakan metode value investing dalam berinvestasi saham.
Value investing adalah metode pembelian saham harga murah dengan potensi bagus untuk dijual kembali ketika harganya melonjak. Tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan besar hanya dengan modal kecil.
2. Investasi bukan Trading
Lo Kheng Hong adalah seorang investor, dan bukan trading. Maka dari itu ia sangat akrab dengan metode value investing seperti penjelasan di atas.
Seorang investor akan fokus pada pertumbuhan perusahaan yang sahamnya dimiliki. Sementara trader saham orientasinya pada keuntungan jangka pendek, dan akan menjual saham ketika mengalami kenaikan.
3. Membaca Laporan Keuangan
Ketika membeli saham, salah satu wejangan bagi para investor dari Lo Kheng Hong yang penting untuk diingat adalah bersabar dalam membaca laporan keuangan.
Dengan demikian, berinvestasi tidak seperti istilah membeli kucing dalam karung. Investor tentunya perlu paham dan sadar atas saham yang dibeli. Semua hal terkait saham, menurut Lo, bisa ditemukan dan dipelajari dengan cermat dalam laporan keuangan perusahaan.
Itulah ulasan mengenai sosok Lo Kheng Hong dan tips suksesnya dalam investasi saham.
Menariknya, Lo Kheng Hong akan membagikan semua pengalaman suksesnya dalam berinvestasi saham pada salah satu kelas meNYALA di Nyala Festival 2024, loh!
Ya, Lo Kheng Hong akan menjadi pemateri dalam salah satu kelas meNYALA dengan tema “Stock Savvy: Mastering the Market”, pada Jumat 16 Agustus 2024 pukul 13.30-14.30 di arena Nyala Fest 2024, di City Hall PIM 3, Jakarta.
Kamu yang tertarik dengan kelas ini bisa membeli tiket Nyala Festival 2024 melalui tautan ini!
Setelah mengikuti kelas, bisa cek kesehatan keuangan kamu di sini. Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan pertama kali supaya keuangan kamu lebih sehat dan membuatmu bahagia.
Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Lalu, kamu juga bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.
Dengan sesi konsultasi ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk keuangan kamu.
Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang agar kamu bisa segera #FinanciallyFit!
Baca juga: Pemegang Saham: Pengertian, Jenis, Hak, Serta Kewajiban