Summary
Memahami istilah saham penting bagi pemula agar tidak salah mengambil keputusan saat berinvestasi. Mulai dari istilah dasar seperti lot, dividen, dan capital gain hingga bullish, cut loss, dan fundamental, semua membantu investor memahami cara kerja pasar saham dan membaca pergerakan harga dengan lebih percaya diri.
Pelajari 20 istilah saham untuk pemula agar lebih paham dunia investasi dan tidak salah mengambil keputusan saat mulai berinvestasi.
Masuk ke dunia saham tanpa memahami istilah dasarnya bisa terasa membingungkan. Banyak istilah yang digunakan dalam transaksi dan analisis pasar, yang jika tidak dipahami bisa membuat kamu salah langkah dalam berinvestasi.
Dengan mengenal istilah-istilah penting sejak awal, kamu bisa lebih mudah memahami cara kerja pasar saham, membaca pergerakan harga, serta mengambil keputusan yang lebih tepat sesuai tujuan keuanganmu.
Baca juga: 14 Manfaat Pasar Modal Bagi Investor, Eminten, Maupun Negara
Istilah-istilah Saham
Memahami istilah-istilah saham berikut penting agar kamu tidak salah mengambil keputusan dan bisa membaca pergerakan pasar dengan lebih percaya diri.
1. Saham
Saham adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Ketika kamu membeli saham, artinya kamu memiliki sebagian kecil dari perusahaan tersebut.
2. Emiten
Emiten adalah perusahaan yang menerbitkan saham dan menjualnya ke publik melalui pasar modal. Biasanya, perusahaan melakukan ini untuk mendapatkan tambahan modal guna ekspansi bisnis, melunasi utang, atau kebutuhan operasional lainnya.
3. IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan)
IHSG adalah indikator yang menunjukkan pergerakan seluruh saham yang terdaftar di bursa efek Indonesia. Jika IHSG naik, secara umum pasar saham sedang menguat. Sebaliknya, jika IHSG turun, banyak saham yang mengalami penurunan harga.
4. Lot
Lot adalah satuan pembelian saham di Indonesia, di mana 1 lot setara dengan 100 lembar saham. Jadi, jika kamu ingin membeli saham, minimal pembelian yang bisa dilakukan adalah 1 lot.
5. Dividen
Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang saham. Tidak semua perusahaan membagikan dividen, karena ada juga yang memilih untuk menahan laba guna ekspansi bisnis.
6. Capital Gain
Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih harga beli dan harga jual saham. Misalnya, kamu membeli saham di harga Rp1.000 dan menjualnya di Rp1.200, maka selisih Rp200 tersebut adalah capital gain.
7. Capital Loss
Capital loss adalah kebalikan dari capital gain, yaitu kerugian yang terjadi ketika harga jual saham lebih rendah dari harga beli. Kondisi ini bisa terjadi jika pasar sedang turun atau perusahaan mengalami kinerja yang kurang baik.
8. Blue Chip
Blue chip adalah saham dari perusahaan besar yang sudah mapan dan memiliki kinerja stabil. Saham jenis ini biasanya dianggap lebih aman dan cocok untuk investasi jangka panjang.
9. Second Liner
Second liner adalah saham dari perusahaan dengan ukuran menengah yang memiliki potensi pertumbuhan cukup tinggi. Risiko saham ini lebih besar dibanding blue chip, tetapi peluang keuntungannya juga bisa lebih tinggi.
10. Third Liner
Third liner adalah saham dari perusahaan kecil yang biasanya memiliki harga lebih murah, tetapi pergerakannya sangat fluktuatif. Saham ini cenderung berisiko tinggi dan lebih cocok untuk investor yang siap menghadapi volatilitas.
Baca juga: Apa Itu MSCI? Alasan Saham Bisa Naik atau Turun Tanpa Alasan Jelas
11. Bullish
Bullish adalah kondisi ketika pasar atau harga saham sedang naik dan investor memiliki optimisme tinggi. Biasanya ditandai dengan banyaknya aksi beli karena ekspektasi harga akan terus meningkat.
12. Bearish
Bearish adalah kondisi ketika pasar sedang turun dan sentimen investor cenderung negatif. Pada kondisi ini, banyak investor memilih menjual saham karena khawatir harga akan terus turun.
13. Cut Loss
Cut loss adalah strategi menjual saham untuk membatasi kerugian. Langkah ini biasanya diambil agar kerugian tidak semakin besar jika harga saham terus turun.
14. Take Profit
Take profit adalah strategi menjual saham untuk mengunci keuntungan yang sudah diperoleh. Ini dilakukan agar keuntungan tidak hilang jika harga tiba-tiba berbalik arah.
15. Average Down
Average down adalah strategi membeli saham tambahan saat harga turun dengan tujuan menurunkan harga rata-rata pembelian. Namun, strategi ini perlu dilakukan dengan hati-hati karena bisa berisiko jika harga terus turun.
16. Average Up
Average up adalah strategi membeli saham tambahan saat harga naik. Biasanya dilakukan ketika investor yakin tren kenaikan masih akan berlanjut.
17. Support
Support adalah level harga terendah yang dianggap kuat dan sulit ditembus karena banyak investor yang membeli di area tersebut. Level ini dijadikan acuan untuk membeli saham.
18. Resistance
Resistance adalah level harga tertinggi yang sulit ditembus karena banyak investor melakukan aksi jual di titik tersebut. Level ini sering dijadikan acuan untuk menjual saham.
19. Volume
Volume menunjukkan jumlah saham yang diperdagangkan dalam periode tertentu. Volume yang tinggi biasanya menandakan aktivitas pasar yang ramai dan bisa mengindikasikan kekuatan tren.
20. Fundamental
Fundamental adalah analisis yang dilakukan berdasarkan kondisi keuangan dan kinerja perusahaan, seperti laba, utang, pendapatan, dan prospek bisnis. Analisis ini digunakan untuk menilai apakah suatu saham layak dibeli untuk investasi jangka panjang.
Itulah ulasan mengenai istilah-istilah dalam saham yang harus dipahami. Memahami istilah ini merupakan salah satu cara agar kamu bisa meraih keuntungan maksimal dari investasi saham. Pertanyaannya, apakah investasi saham cocok untukmu?
Sebelum investasi saham, ada baiknya kamu cek kesehatan keuangan dulu dengan mengikuti Financial Fitness Check Up dari Ruang MeNyala.
FFCU bisa memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit saja. Hasilnya bisa kamu diskusikan dengan Nyala Trainer melalui sesi 1 on 1 Consultation.
Dalam sesi ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk memperbaiki kondisi keuangan, termasuk menentukan instrumen investasi apa yang sesuai dengan profil dan tujuan keuanganmu.
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang MeNyala sekarang guna mencapai #FUNanciallyFIT!
Baca juga: Cara Melihat Grafik Saham untuk Pemula, Ini Contohnya!