Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Capital Gain vs Dividen: Mana Lebih Menguntungkan?

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 13 Agustus 2025 | 575 dilihat

Capital Gain vs Dividen: Mana Lebih Menguntungkan?

Bandingkan keuntungan capital gain dan dividen secara lengkap, supaya kamu bisa memilih strategi investasi, khususnya saham, yang paling tepat dan menguntungkan!

Investasi, khususnya pada aset saham itu menawarkan dua keuntungan sekaligus. Pertama dari peningkatan harga saham saat dijual atau capital gain, kedua dari pembagian dividen yang rutin diberikan perusahaan saat RUPS. 

Meski sama-sama memberikan keuntungan, capital gain dan dividen itu memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan ini harus dipahami dengan baik oleh investor, sehingga bisa memilih strategi yang tepat. 

Misalnya strategi kapan harus menjual suatu saham agar memperoleh keuntungan maksimal dari capital gain. Atau memilih saham mana yang rutin membagikan dividen dengan jumlah yang besar. 

Baca juga: Tipe Investor Apa Kamu? Kenali Risk Profilemu sebelum Berinvestasi

Pengertian Capital Gain dan Dividen

Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh saat kamu menjual aset dengan harga lebih tinggi dari harga belinya. Ini berlaku pada banyak instrumen investasi, mulai dari saham, properti, hingga reksa dana. 

Contoh kamu membeli saham suatu perusahaan dengan harga Rp650 Ribu per lot pada pertengahan Mei 2025. Lalu pada Agustus 2025 kamu menjual saham tersebut di harga Rp700 Ribu per lot. Maka kamu dapat keuntungan capital gain sebesar Rp50 Ribu per lot. 

Sebagai catatan, capital gain baru bisa dinikmati ketika kamu menjual saham. Selama saham masih dipegang, kamu hanya dapat unrealized gain saat harganya mengalami kenaikan. 

Sementara itu, dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada para pemegang sahamnya. Biasanya dividen dibagikan saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilakukan setiap tahun. 

Dividen dibagikan dalam bentuk tunai atau saham tambahan (stock dividend). Bentuk mana yang dibagikan tergantung dari kebijakan perusahaan masing-masing. 

Sebagai contoh kamu punya 1.000 lembar saham perusahaan X. Pada tahun 2025, perusahaan memutuskan untuk membagi dividen secara tunai senilai Rp50 per lembar. Maka kamu akan menerima dividen sebesar 1.000 x Rp50 = Rp50 Ribu. 

Baca juga: Apa Arti Hold dalam Saham? Ini Keuntungan dan Risikonya!

Capital Gain vs Dividen

Jika ditanya mana yang lebih menguntungkan? Maka keduanya sama-sama memberikan keuntungan. Hanya saja, capital gain dan dividen punya karakteristik masing-masing. 

Berikut beberapa perbedaan antara capital gain dan dividen yang harus kamu pahami sebagai investor saham.

1. Sumber Keuntungan Berbeda

Capital gain didapat dari selisih harga beli dan harga jual saham yang kamu miliki. Sementara dividen adalah pembagian laba dari perusahaan kepada pemegang saham. 

Jadi, kamu tetap bisa menerima dividen meskipun harga sahammu tidak naik, selama perusahaan mencatatkan keuntungan dan memutuskan untuk membagikannya.

2. Waktu Penerimaan

Capital gain hanya bisa kamu dapatkan saat kamu menjual aset dengan harga yang lebih tinggi dari harga belinya. Artinya, keuntungan baru benar-benar "jadi uang" setelah kamu melepas kepemilikan.

Sebaliknya, dividen diberikan secara periodik, biasanya tahunan atau per kuartal, tanpa perlu menjual kepemilikan saham. Asalkan masih tercatat sebagai pemegang saham pada tanggal cum date, kamu berhak atas dividen.

3. Tergantung Pasar - Keputusan Perusahaan

Capital gain sepenuhnya tergantung pada pergerakan harga pasar. Kalau pasar sedang lesu atau saham perusahaan merugi, maka kamu bisa saja tidak dapat capital gain.

Di sisi lain, dividen itu tergantung pada kebijakan perusahaan. Tidak semua perusahaan membagikan dividen, terutama perusahaan yang sedang ekspansi dan lebih memilih menahan laba untuk tumbuh.

4. Dampak Jangka Panjang

Capital gain dianggap cocok untuk investor yang mengejar pertumbuhan nilai aset dalam jangka menengah hingga panjang. Hal ini dilakukan dengan membeli saat rendah dan menjual saat tinggi.

Sementara itu, dividen menarik untuk investor yang mencari pendapatan pasif, terutama bagi yang mengandalkan investasi untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa menjual aset.

Itulah ulasan mengenai capital gain dan dividen yang penting untuk dipahami. Selain, investasi juga harus dilakukan sesuai dengan profil risiko dan kondisi kesehatan pribadimu. 

Jika kamu ingin belajar investasi saham, kamu bisa memulainya dengan investasi Reksa Dana Saham. Caranya sangat mudah karena kamu bisa melakukannya melalui OCBC mobile.

Cara  mengecek kondisi finansial juga sangat mudah, yaitu melalui Financial Fitness Check Up untuk bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.

Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendiskusikan hasilnya melalui layanan konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer. Melalui layanan ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk memperbaiki masalah keuangan kamu.

Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang untuk mencapai #FinanciallyFit!

Baca juga: 7 Tips Memilih Obligasi Agar Untung Maksimal, Yuk Coba!


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page