Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Kenali Apa Itu Career Gap dan Manfaat untuk Karyawan

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 22 Mei 2025 | 600 dilihat

Kenali Apa Itu Career Gap dan Manfaat untuk Karyawan

Meniti karir sesuai dengan apa yang dicita-citakan merupakan impian semua orang. Namun realitas di dunia kerja terkadang nggak berjalan semulus harapan. 

Adakalanya kamu akan kesulitan dalam mencari pekerjaan, terpaksa berhenti dari pekerjaan karena alasan tertentu, atau harus kehilangan pekerjaan atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Ketika dalam kondisi vakum dari pekerjaan itulah yang disebut dengan masa career gap. Kamu dihadapkan pada dua pilihan, meratapi nasib atau justru menjadikannya momentum untuk meningkatkan skill dan mencari peluang baru!

Baca juga: 8 Cara Menjadi Freelancer Sukses untuk Pemula, Simak Tipsnya!

Mengenal Career Gap

Melansir berbagai sumber, career gap atau jeda karir adalah masa ketika kamu berhenti sejenak dari dunia kerja dalam kurun waktu tertentu. 

Artinya, selama jeda ini kamu nggak punya pekerjaan formal atau pekerjaan tetap, baik karena alasan pribadi maupun alasan profesional. Selain nggak punya pekerjaan, orang yang tidak aktif mencari kerja juga masuk kategori ini.

Career gap bisa terjadi karena disengaja, yaitu pilihan pribadi seperti mau mengurus keluarga atau melanjutkan studi. Atau tidak disengaja, yaitu ketika terkena PHK. 

Sebagian orang merasa malu dan sedih ketika masuk periode jeda karir. Padahal, career gap juga bisa jadi kesempatan emas bagimu untuk meningkatkan kapasitas dan skill, serta mencari peluang baru yang lebih baik.

Baca juga: 5 Bonus Tak Terduga yang Bisa Kamu Dapatkan di Kantor

Alasan Career Gap Terjadi

Career gap bukan aib. Yang penting, kamu bisa menjelaskan alasan secara jujur dan menunjukkan hal-hal produktif yang dilakukan selama masa jeda itu.

Berikut ini beberapa alasan paling umum seseorang mengalami jeda karir. 

1. Merawat Keluarga

Banyak orang memutuskan berhenti bekerja sementara untuk merawat orang tua yang sakit, pasangan, atau baru melahirkan anak untuk perempuan. 

Alasan ini termasuk alasan sukarela karena didasari tanggung jawab pribadi yang dianggap lebih penting dari pekerjaan saat itu.

2. Melanjutkan Pendidikan

Career gap bisa terjadi karena seseorang memilih fokus kuliah lagi, mengambil pelatihan, atau mengikuti kursus jangka panjang untuk menambah kualifikasi dan meningkatkan peluang karir di masa depan.

3. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Alasan ini termasuk career gap yang tidak disengaja. Ketika seseorang kehilangan pekerjaan karena efisiensi, krisis perusahaan, atau faktor lain di luar kendalinya, mereka mungkin butuh waktu untuk kembali bekerja.

4. Masalah Kesehatan Pribadi

Gangguan kesehatan fisik atau mental juga bisa membuat seseorang harus berhenti sementara dari dunia kerja. 

Dalam beberapa kasus, pemulihan membutuhkan waktu panjang, dan individu perlu memprioritaskan kesehatan sebelum kembali aktif bekerja.

5. Mencoba Jalur Karir Baru atau Wirausaha

Ada juga yang memilih rehat dari pekerjaan kantoran untuk mencoba membangun bisnis sendiri, bekerja lepas, atau menjelajahi karir baru. 

Meski terlihat seperti keputusan sendiri, masa transisi ini kadang tidak berjalan mulus dan bisa menimbulkan career gap yang tak direncanakan.

Baca juga: 5 Keuntungan Menjadi Freelancer yang Bisa Kamu Pertimbangkan Menjadi Karir Kamu Selanjutnya!

Manfaat Career Gap untuk Karyawan

Saat berada di vase jeda karir, kamu dihadapkan pada dua pilihan, meratapi nasib atau justru menjadikannya momentum untuk meningkatkan skill dan mencari peluang baru!

Pasalnya, career gap baik yang dilakukan secara sengaja atau tidak, tetap punya manfaat besar bagi perjalanan karirmu di masa depan. 

Syaratnya, kamu harus benar-benar menjadikan jeda karir sebagai momentum untuk meningkatkan kapasitas diri. 

Berikut ini beberapa manfaat career gap bagi perjalanan karirmu. 

1. Mengembangkan Skill Baru

Gunakan waktu jeda ini untuk belajar hal-hal yang sebelumnya sulit dilakukan saat masih aktif bekerja. 

Kamu bisa ikut kursus online, pelatihan bersertifikat, atau pelajari skill teknis dan soft skill yang relevan dengan karirmu. 

Misalnya, belajar bahasa asing, keahlian digital, manajemen proyek, hingga public speakingSkill baru bisa menjadi nilai tambah saat kamu siap kembali bekerja.

2. Merawat Kesehatan Fisik dan Mental

Career gap bisa jadi momen penting untuk mengembalikan kebugaran tubuh dan menata kembali kondisi mental

Setelah bertahun-tahun bekerja tanpa henti, jeda ini bisa kamu manfaatkan untuk istirahat yang berkualitas, olahraga rutin, makan sehat, dan menjaga keseimbangan emosional. 

Pikiran dan tubuh yang sehat akan buat kamu lebih siap menghadapi tantangan baru ke depannya.

3. Membangun Personal Branding

Masa jeda ini juga bisa kamu pakai untuk memperkuat citra profesional. Misalnya, aktif menulis di blog, berbagi insight di media sosial profesional, atau mengikuti komunitas yang sesuai dengan bidangmu. 

Kamu juga bisa menyusun ulang CV dan portofolio agar lebih menarik, sambil membangun koneksi lewat networking yang positif.

4. Mencari Peluang Baru

Ini salah satu hal paling berharga dari career gap, kamu punya waktu dan ruang untuk melihat peluang yang sebelumnya terlewat. 

Mungkin selama ini kamu punya ide usaha kecil, hobi yang bisa dikembangkan jadi sumber penghasilan, atau keinginan terjun ke dunia freelance

Dari jeda ini, bisa saja kamu menemukan jalan baru yang lebih sesuai dengan gaya hidupmu, dan bahkan bikin kondisi keuangan jauh lebih stabil dibanding masa kerja sebelumnya. 

Pada prinsipnya, menghasilkan cuan nggak melulu harus bekerja di perusahaan orang. Kamu juga bisa dapat uang jika jeli melihat peluang. 

Gimana sih cara ubah peluang jadi cuan? Gampang, kamu bisa ikut Kelas meNYALA dengan tema “Cara Cerdas Ubah Peluang Jadi Cuan”.

Kelas ini akan dipandu oleh Faraz Nazari, Chief Projection Officer PT Sambal Bakar Indonesia, dan digelar secara online pada Kamis, 5 Juni 2025 pukul 19.00-20.00 WIB.

Kamu yang tertarik ikut kelas ini bisa langsung mendaftarkan diri melalui link ini.

Setelah ikut kelas, kamu bisa loh cek kesehatan finansial untuk mengukur seberapa siap keuanganmu untuk liburan. Caranya dengan ikut Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA. 

Melalui FFCU, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan pertama kali supaya keuangan kamu lebih sehat dan membuatmu bahagia.

Setelah melakukan Financial Fitness check up, kamu juga bisa langsung konsultasi hasil Financial Fitness Check Up dengan Nyala Trainer loh! 

Dengan Nyala Trainer yang sudah berpengalaman, kamu akan mendapatkan sesi konsultasi 1 on 1 untuk membantu dalam menganalisa kesehatan keuangan.

Caranya pun mudah, kamu hanya perlu menentukan jadwal yang diinginkan, lalu pilih Nyala Trainer. Tunggu saja hari konsultasinya tiba.

Baca juga: Cara Melihat Grafik Saham untuk Pemula, Ini Contohnya!


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page