Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Cara Mengatur Keuangan untuk Pemula, Mulai dari Gaji Pertama

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 21 September 2026 | 5 dilihat

Cara Mengatur Keuangan untuk Pemula, Mulai dari Gaji Pertama

Summary

Baru mulai bekerja dan ingin mengatur gaji dengan lebih baik? Pelajari cara mengatur keuangan untuk pemula, mulai dari mencatat pemasukan dan pengeluaran, menentukan prioritas, menyiapkan dana darurat, hingga mulai menabung dan berinvestasi.


Baru mulai kerja dan bingung atur gaji? Ikuti kelas cara mengatur keuangan untuk pemula ini biar nggak salah langkah sejak awal.

Mengatur uang untuk pertama kalinya bisa terasa membingungkan. Banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, sementara pemasukan yang tersedia tetap memiliki batas.

Kamu perlu tahu ke mana uang pergi setiap bulan. Mulai dari kebutuhan rutin, tabungan, dana darurat, sampai pengeluaran untuk hiburan perlu memiliki porsinya masing-masing.

Dalam mengatur keuangan, bisa mulai dengan langkah sederhana. Misalnya, memahami dasar pengelolaan pemasukan dan pengeluaran, baik dari buku maupun kelas-kelas finansial.

Baca juga: Cara Mengelola Utang karena Gaya Hidup dan Menyehatkan Keuangan

Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Mengatur Keuangan?

Sebelum mulai mengatur uang, kamu perlu mengetahui kondisi keuangan secara menyeluruh. Langkah ini membantu kamu membuat keputusan berdasarkan angka yang nyata, bukan sekadar perkiraan.

Apa saja yang perlu dicek? Berikut beberapa di antaranya!

1. Ketahui Total Pemasukan Bersih

Catat seluruh pemasukan yang benar-benar kamu terima setiap bulan. Jika hanya mengandalkan gaji, gunakan nominal setelah pajak dan potongan lainnya.

Jika punya pemasukan tambahan, seperti freelance atau bisnis, catat juga secara terpisah. Dengan begitu, kamu tahu berapa uang yang benar-benar tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan tujuan finansial.

2. Catat Kewajiban Bulanan

Tuliskan semua pembayaran yang harus dilakukan setiap bulan. Contohnya biaya tempat tinggal, tagihan listrik, internet, premi, atau kewajiban rutin lainnya.

Pisahkan kewajiban yang jumlahnya tetap dan yang dapat berubah setiap bulan. Cara ini membantu kamu mengetahui berapa bagian dari pemasukan yang sudah memiliki tujuan sebelum digunakan untuk kebutuhan lainnya.

3. Identifikasi Kebutuhan Utama

Tentukan pengeluaran yang memang diperlukan untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Kebutuhan tersebut dapat mencakup makanan, transportasi, tempat tinggal, kesehatan, dan kebutuhan pokok lainnya.

Jangan langsung memasukkan semua pengeluaran ke dalam kategori kebutuhan. Bedakan dengan pengeluaran yang sebenarnya hanya memberikan kenyamanan atau kepuasan tambahan.

4. Cek Kondisi Utang dan Cicilan

Jika punya utang atau cicilan, catat jumlah kewajiban, cicilan bulanan, serta sisa masa pembayarannya. Informasi ini penting karena cicilan akan mengurangi uang yang tersedia setiap bulan.

Setelah mengetahui seluruh kewajiban, kamu bisa menentukan berapa banyak uang yang masih dapat dialokasikan untuk dana darurat, tabungan, investasi, dan kebutuhan lainnya.

Baca juga: 6 Cara Mengatur Keuangan Keluarga Gaji UMR

Cara Mengatur Keuangan untuk Pemula

Setelah mengetahui kondisi keuangan, kamu bisa mulai membangun sistem pengelolaan uang yang sederhana. Tidak perlu langsung menggunakan metode yang rumit. 

Kamu hanya perlu fokus pada kebiasaan dasar yang bisa dilakukan secara konsisten setiap bulan. Berikut beberapa cara yang bisa kamu terapkan!

1. Catat Semua Pemasukan dan Pengeluaran

Mulai dengan mencatat setiap uang yang masuk dan keluar. Pemasukan bisa berasal dari gaji, bonus, freelance, atau sumber lainnya.

Untuk pengeluaran, catat kebutuhan rutin maupun transaksi kecil yang sering tidak terasa. Dari catatan ini, kamu bisa melihat ke mana sebagian besar uang digunakan dan menemukan pengeluaran yang sebenarnya bisa dikurangi.

2. Pisahkan Kebutuhan dan Keinginan

Tidak semua pengeluaran punya tingkat kepentingan yang sama. Kebutuhan seperti makanan, tempat tinggal, transportasi, dan kesehatan perlu didahulukan dibandingkan pengeluaran yang sifatnya memberikan kenyamanan atau hiburan.

Membedakan kebutuhan dan keinginan membantumu membuat keputusan sebelum membeli sesuatu. Kamu tetap boleh memenuhi keinginan, tetapi pastikan pengeluarannya tidak mempengaruhi kebutuhan utama.

3. Tentukan Prioritas Pembayaran

Setelah mengetahui seluruh pengeluaran, tentukan mana yang harus dibayar terlebih dahulu. Kebutuhan dan kewajiban seperti cicilan sebaiknya menjadi prioritas sebelum mengalokasikan uang untuk pengeluaran lainnya.

Urutan ini membantu mencegah uang habis untuk pengeluaran yang kurang penting. Kamu juga bisa mengetahui berapa dana yang benar-benar tersedia setelah seluruh kewajiban utama terpenuhi.

Baca juga: Cara Mudah Mengembalikan Uang yang Salah Transfer

4. Sisihkan Uang untuk Dana Darurat

Dana darurat berfungsi sebagai cadangan ketika terjadi pengeluaran yang tidak direncanakan. Misalnya, kamu menghadapi kehilangan penghasilan, biaya kesehatan, atau kebutuhan mendesak lainnya.

Tidak perlu menunggu punya penghasilan besar untuk mulai mengumpulkannya. Sisihkan sejumlah uang secara rutin dan simpan di tempat yang mudah diakses ketika benar-benar dibutuhkan.

5. Mulai Menabung untuk Tujuan Keuangan

Menabung akan lebih efektif jika ada tujuan yang jelas. Tentukan terlebih dahulu kebutuhan yang ingin dicapai, nominal yang diperlukan, dan kapan dana tersebut harus tersedia.

Misalnya, kamu ingin membeli kendaraan dalam tiga tahun dengan target Rp36 juta. Artinya, kamu perlu menyiapkan sekitar Rp1 juta per bulan untuk mencapai target tersebut jika tidak memperhitungkan imbal hasil.

6. Alokasikan Dana untuk Investasi

Setelah kebutuhan utama, dana darurat, dan tabungan mulai terkelola, kamu bisa mempertimbangkan investasi. Pilih instrumen berdasarkan tujuan, jangka waktu, dan tingkat risiko yang mampu kamu terima.

Jangan menggunakan uang untuk kebutuhan rutin atau dana darurat untuk berinvestasi. Pastikan kamu memahami cara kerja dan risiko instrumen sebelum menempatkan uang di dalamnya.

7. Belajar Manajemen Keuangan dari Buku dan Kelas

Mengatur keuangan adalah keterampilan yang perlu terus dikembangkan. Semakin banyak memahami dasar pengelolaan uang, semakin mudah kamu mengambil keputusan finansial dengan pertimbangan yang lebih baik.

Kamu bisa belajar melalui buku manajemen keuangan, mengikuti kelas finansial, seminar, atau sumber edukasi keuangan yang kredibel. 

Pilih materi yang membahas hal praktis seperti pengelolaan cash flow, utang, investasi, dan perencanaan keuangan agar pengetahuan tersebut bisa langsung diterapkan.

Jika kamu ingin belajar mengatur finansial melalui kelas, Ruang MeNyala adalah tempatnya. Ruang MeNyala menyediakan berbagai kelas finansial yang dapat membantu kamu memahami cara mengelola keuangan, mulai dari budgeting, investasi, hingga perencanaan keuangan. 

Kelas dibimbing oleh para pakar di bidangnya. Sementara materinya bisa menjadi pelengkap bagi kamu yang ingin menerapkan pengetahuan finansial secara lebih terarah dalam kehidupan sehari-hari.

Selain ikut kelas, kamu juga bisa sekalian periksa kesehatan keuanganmu melalui Financial Fitness Check Up yang disediakan Ruang MeNyala. Layanan ini bisa memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit saja. 
Hasil dari Financial Fitness Check Up bisa langsung kamu diskusikan bersama Nyala Trainer dalam sesi 1 on 1 Consultation. Pada sesi ini, kamu bisa menyusun strategi keuangan yang tepat dengan profil dan tujuan finansialmu. 

Banyak manfaatnya, kan? Yuk mulai atur keuanganmu dengan lebih baik bersama Ruang MeNyala!

Baca juga: Cara Mengatur Gaji Pertama: Tips Cerdas agar Keuangan Sehat


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page