Bingung uang salah transfer? Jangan panik! Pelajari cara mudah mengembalikan dana yang salah kirim melalui bank. Simak tips lengkapnya di sini!
Salah transfer dana bisa saja menimpa siapa saja. Kesalahan ini biasanya terjadi akibat lalai dan kurang cermat dalam melakukan transaksi, sehingga keliru dalam memasukkan nomor rekening tujuan.
Alhasil, uang yang harusnya diterima orang terdekat atau pihak yang jadi tujuan transfer justru nyasar dan diterima orang lain. Beruntung jika uang itu nyasar ke orang yang dikenal, bagaimana jika diterima orang yang sama sekali tidak dikenal?
Baca juga: Bentuk Life Goals-Mu Sejak Awal dan Raih Merdeka Finansial
Cara Mengembalikan Uang Salah Transfer
Jika kamu salah transfer kepada orang yang masih dikenal, proses pengembaliannya akan lebih mudah.
Kamu hanya perlu menghubungi orang tersebut, menyampaikan maksud telah salah transfer ke rekening dia, dan tunjukkan bukti transfernya.
Namun pengembalian dana akan sulit jika uang itu terkirim ke orang yang kamu nggak kenal sama sekali. Bahkan, kamu saja tidak tahu siapa pemilik nomor rekening itu.
Ketika hal itu terjadi, hal pertama yang harus kamu pastikan adalah tetap tenang dan jangan panik! Kepanikan akan membuatmu stres dan bingung harus melakukan apa untuk mengembalikan dana itu.
Sebaliknya, ketika tetap tenang, kamu bisa berpikir jernih, dan mulai melakukan cara-cara berikut agar uang kembali.
1. Hubungi Bank
Cara pertama yang bisa kamu tempuh adalah menghubungi pihak bank. Seperti yang diketahui, bank punya layanan customer service yang siap melayani nasabah 24/7, termasuk pengaduan salah transfer.
Hubungi nomor customer service bank, dan sampaikan keperluanmu yaitu telah terjadi kesalahan transfer. Kemudian mintalah agar bank melakukan pembatalan terhadap transaksi yang salah tersebut.
2. Jelaskan Kronologi dan Kirim Bukti
Pihak bank akan memintamu untuk menjelaskan kronologi salah transfer tersebut. Sehingga, kamu harus memberikan penjelasan yang rinci, mulai dari kapan transfer dilakukan, platform apa yang digunakan, nomor rekening penerima, hingga jumlah uang yang ditransfer.
Tak hanya itu, sertakan bukti-bukti pendukung dalam laporan ke pihak bank tersebut. Bukti ini bisa meliputi identitas dirimu sebagai pengirim, serta bukti transfer yang salah itu seperti struk jika menggunakan mesin ATM atau tangkap layar jika menggunakan mobile banking.
Jika menghubungi bank melalui telepon, kamu akan dijelaskan bagaimana cara pengiriman bukti tersebut. Biasanya, kamu diminta untuk mengirim bukti melalui email dengan menyebutkan nomor laporan yang disampaikan.
3. Proses Verifikasi oleh Bank
Berikutnya, pihak bank akan melakukan verifikasi terhadap laporan yang kamu ajukan. Jika semua bukti sudah cukup, bak biasanya akan menghubungi pemilik rekening yang menerima dana salah transfer itu.
Proses verifikasi bisa saja memakan beberapa hari kerja. Sementara klarifikasi dengan penerima akan lebih singkat jika penerima kooperatif, melaporkan adanya dana yang masuk ke rekeningnya, serta langsung mengembalikannya.
4. Pengembalian Uang
Setelah pihak bank menghubungi penerima dana atau penerima sudah mengembalikan dana, bank akan mulai melakukan proses pengembalian uang kepadamu.
Biasanya, proses ini berlangsung selama 2 minggu (14 hari kerja) atau lebih. Durasi pengembalian dana transfer juga disesuaikan dengan SOP masing-masing bank.
Baca juga: 3 Indikator Stabilitas Finansial yang Perlu Kamu Tahu!
Dana Salah Transfer Dilindungi Undang-undang
Uang yang nyasar ke rekening orang lain itu pasti akan kembali dan tidak akan hilang. Pasalnya, ada undang-undang yang mengatur penerima salah transfer untuk mengembalikan dana tersebut dan tidak boleh menggunakannya.
Aturan salah transfer ini tertera dalam UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana. Dalam aturan itu disebutkan jika penerima secara sadar menguasai dan menggunakan uang salah transfer, maka ia harus siap dengan konsekuensi hukum.
Dalam UU tersebut, transfer dana diartikan sebagai “rangkaian kegiatan yang dimulai dengan perintah dari Pengirim Asal yang bertujuan memindahkan sejumlah Dana kepada Penerima yang disebutkan dalam Perintah Transfer Dana sampai dengan diterimanya Dana oleh Penerima”.
Ketika terjadi kesalahan transfer dana, penerima tidak bisa memiliki atau menguasai dana salah transfer tersebut. Sebaliknya, ia harus melapor ke bank dan mengembalikan dana tersebut sesuai prosedur yang berlaku.
Jika tidak, penerima dana salah transfer bisa dijerat pidana sesuai dengan Pasal 85 UU tersebut. Adapun bunyi Pasal 85 adalah:
“Setiap orang yang dengan sengaja menguasai dan mengakui sebagai miliknya Dana hasil transfer yang diketahui atau patut diketahui bukan haknya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp5 Miliar.”
Tak hanya pidana pokok berupa penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp5 Miliar, orang yang menerima dan menguasai dana salah transfer juga dikenai kewajiban lain, sebagaimana diatur dalam Pasal 88 yang bunyinya:
“Di samping pidana pokok, tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 80 ayat (2), Pasal 81, Pasal 83 ayat (2), atau Pasal 85 juga dapat dikenai kewajiban pengembalian Dana hasil tindak pidana beserta jasa, bunga, atau kompensasi kepada pihak yang dirugikan.”
Ketika menerima transfer misterius, penerima harus membuat laporan ke bank. Nanti pihak bank akan memverifikasi untuk membuktikan benar atau tidaknya telah terjadi kesalahan transfer. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 78 UU tersebut:
“Dalam hal terjadi keterlambatan atau kesalahan Transfer Dana yang menimbulkan kerugian pada Pengirim Asal atau Penerima, Penyelenggara dan/atau pihak lain yang mengendalikan Sistem Transfer Dana dibebani kewajiban untuk membuktikan ada atau tidaknya keterlambatan atau kesalahan Transfer Dana tersebut.”
Itulah ulasan mengenai cara mengembalikan uang salah transfer. Pastikan untuk selalu teliti dalam bertransaksi agar tidak terjadi kesalahan transfer seperti ini.
Memang, uang yang salah transfer itu akan kembali. Namun perlu beberapa waktu sampai uang itu masuk ke rekeningmu, biasanya 14 hari kerja.
Selama itu, kamu tentu harus mengirim dana lagi sesuai tujuan sebagai dana talangan, yang pada akhirnya akan mempengaruhi kesehatan finansialmu.
Saat ini kamu bisa cek kondisi finansial dengan mengikuti Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA.
Setelah melakukan Financial Fitness check up, kamu juga bisa langsung konsultasi hasil Financial Fitness Check Up dengan Nyala Trainer loh! Nyala Trainer akan membantu dalam sesi konsultasi 1 on 1 dengan menganalisa kesehatan keuangan kamu.
Caranya pun mudah, kamu hanya perlu menentukan jadwal yang diinginkan, lalu pilih Nyala Trainer. Tunggu saja hari konsultasinya tiba.
Baca juga: Cara Mudah Membuat Anggaran Bulanan untuk Keluarga