Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

5 Bonus Tak Terduga yang Bisa Kamu Dapatkan di Kantor

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 18 Mei 2025 | 4K dilihat

5 Bonus Tak Terduga yang Bisa Kamu Dapatkan di Kantor

Gaji merupakan salah satu hak yang diterima setiap karyawan yang bekerja, baik di sektor formal maupun informal. Disebut salah satu, karena ada beberapa jenis hak lain yang bisa diterima, misalnya bonus.

Contoh lainnya adalah tunjangan hari raya (THR). Tunjangan ini diterima menjelang hari besar agama, dengan nominal senilai satu bulan gaji. Artinya jika karyawan memperoleh Rp10 Juta per bulan, maka THR yang diterima juga sesuai nominal tersebut.. 

THR serta bonus yang diterima tentu bisa menjadi tambahan pendapatan. Uang yang diperoleh bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan atau menambah porsi menabung dan investasi. 

Baca juga: Apa Itu Uang Dingin?

Jenis Bonus dari Kantor

Secara definisi, bonus adalah kompensasi ekstra yang diberikan kepada karyawan, di luar gaji rutin, sebagai penghargaan atas kinerja yang baik atau pencapaian tujuan tertentu. 

Biasanya, bonus bukan termasuk pembayaran wajib, tetapi bisa menjadi bagian dari kebijakan perusahaan dan tertuang dalam perjanjian kontrak kerja.

Berikut ini beberapa jenis bonus yang bisa didapatkan oleh karyawan dari kantor tempatnya bekerja. 

1. Bonus Tahunan (Annual Bonus)

Bonus tahunan biasanya diberikan sekali dalam setahun, umumnya pada akhir tahun atau awal tahun berikutnya. Bonus ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi karyawan selama satu tahun penuh. 

Besaran bonus bisa berbeda-beda tergantung kondisi keuangan perusahaan, posisi jabatan, serta hasil evaluasi kinerja tahunan. 

Misalnya, jika perusahaan berhasil meraih profit yang lebih tinggi dari target, karyawan berprestasi cenderung mendapatkan bonus lebih besar. 

Bonus ini sering dianggap sebagai “penghargaan loyalitas” dan menjadi salah satu insentif agar karyawan tetap bertahan di perusahaan.

2. Bonus Kinerja (Performance Bonus)

Bonus ini diberikan sebagai bentuk penghargaan langsung atas pencapaian kinerja individu, tim, atau departemen. Targetnya berupa penjualan, efisiensi kerja, keberhasilan menyelesaikan tugas tertentu, dan sebagainya.

Pencairan bonus kinerja nggak punya jadwal tetap seperti bonus tahunan, tapi diberikan setiap kali target tertentu berhasil dicapai. Dengan kata lain, bonus ini benar-benar tergantung pada hasil kerja.

3. Profit Sharing 

Profit sharing adalah bentuk bonus yang didasarkan pada keuntungan perusahaan secara keseluruhan. Bonus ini diberikan ketika perusahaan dapat laba besar.

Besaran bonus ditentukan secara proporsional sesuai posisi atau masa kerja, atau dibagi rata tergantung kebijakan masing-masing perusahaan. 

Tujuan dari profit sharing adalah untuk menciptakan rasa kepemilikan dan kebersamaan, karena semua karyawan akan merasa ikut bertanggung jawab atas kesuksesan bisnis. 

4. Bonus Referensi Karyawan (Referral Bonus)

Perusahaan biasanya membutuhkan banyak cara untuk mendapatkan talenta berkualitas. Salah satunya adalah melalui program referensi internal. 

Kalau kamu merekomendasikan seseorang untuk bekerja di perusahaan dan orang itu diterima serta lolos percobaan, kamu bisa mendapatkan referral bonus. Nilainya cukup menarik, tergantung jabatan atau posisi. 

Program ini menguntungkan kedua belah pihak: perusahaan mendapat kandidat yang sudah disaring secara sosial, dan kamu mendapat imbalan dari kontribusimu membangun tim kerja yang kuat. 

Referral bonus juga mempercepat proses rekrutmen karena kandidat dari rekomendasi internal lebih cocok secara budaya kerja.

5. Bonus Proyek

Jenis bonus ini diberikan kepada karyawan atau tim yang berhasil menyelesaikan proyek penting, kompleks, atau bernilai tinggi untuk perusahaan. 

Bonus proyek bisa diberikan jika proyek diselesaikan tepat waktu, sesuai target, dan hasilnya memuaskan. Misalnya, tim yang sukses meluncurkan aplikasi baru, menyelesaikan restrukturisasi sistem, atau menutup kontrak besar dengan klien. 

Bonus ini bertujuan mendorong dedikasi lebih tinggi saat menangani pekerjaan berskala besar atau strategis. 

Baca juga: 9 Cara Mudah Dapat Uang 500rb Sehari Tanpa Modal

Cara Mengelola Bonus dari Kantor

Bonus yang diterima dari kantor akan menjadi tambahan pendapatan. Dalam kondisi ini, kamu dihadapkan pada dua pilihan, menghabiskannya untuk keinginan atau mengelolanya. 

Pilihan kedua tentu yang terbaik. Uang bonus sebaiknya tidak dihabiskan begitu saja, melainkan ditabung sebagai tambahan dana darurat atau investasi. 

Nah jika bingung, berikut cara mudah mengelola bonus yang kamu terima dari kantor!

1. Prioritaskan untuk Tujuan Keuangan

Begitu kamu menerima bonus, jangan langsung tergoda buat belanja! Coba duduk sebentar dan pikirkan tujuan keuanganmu

Misalnya, apakah kamu sedang ingin melunasi utang, menyiapkan dana liburan, menambah tabungan darurat, atau mulai investasi jangka panjang? 

Alokasikan bonusmu sesuai skala prioritas. Kalau punya utang atau cicilan berbunga tinggi, lebih baik digunakan untuk melunasi itu dulu. Jika tidak ada, kamu bisa langsung sisihkan untuk tabungan atau investasi.

2. Pisahkan dari Rekening Utama

Salah satu kesalahan umum adalah membiarkan bonus tetap bercampur di rekening yang sama dengan uang gaji. Akibatnya, uang terasa lebih banyak dan kamu jadi lebih mudah mengeluarkannya tanpa sadar. 

Supaya lebih aman, segera transfer uang bonus ke rekening khusus, bisa untuk dana darurat, tabungan liburan, atau bahkan rekening investasi. 

Cara ini membantu kamu punya kendali lebih baik atas penggunaan bonus dan bikin kamu berpikir dua kali sebelum menggunakannya.

3. Sisihkan untuk Diri Sendiri

Nggak ada salahnya kok menghadiahi diri sendiri setelah bekerja keras sepanjang tahun. Namun biar nggak kebablasan, tentukan batasnya. 

Misalnya, alokasikan maksimal 20% dari bonus untuk hal-hal yang menyenangkan seperti nonton konser, makan enak, atau beli barang yang sudah lama kamu incar. 

Sisanya tetap difokuskan untuk hal yang lebih produktif. Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati hasil kerja kerasmu, tapi juga menjaga kesehatan finansialmu.

Bicara soal kesehatan finansial, seberapa sehat sih finansialmu saat ini? Kamu bisa cek dengan mudah melalui klik tautan ini

Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu bagaimana kondisi kesehatan finansialmu dan bisa menentukan akan membuka usaha apa. 

Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa membahas hasilnya dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.

Segera daftar Konsultasi 1 on 1 dan kamu bisa mengetahui strategi yang tepat untuk keuangan kamu. Termasuk usaha apa yang cocok dengan profil dan juga kondisi finansial kamu! Banyak banget kan manfaatnya?

Baca juga: Menabung Bareng Pacar, Boleh Nggak Sih?


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page