Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Gaji Suami-Istri Rp15-20 Juta Nggak Cukup In This Economy? Hati-hati Jebakan Gaya Hidup!

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 17 Januari 2026 | 4K dilihat

Gaji Suami-Istri Rp15-20 Juta Nggak Cukup In This Economy? Hati-hati Jebakan Gaya Hidup!

Gaji Rp20 Juta tapi tetap merasa kurang? Simak cara mengenali jebakan gaya hidup dan strategi mengatur keuangan rumah tangga agar tetap aman di tengah inflasi!

Dalam beberapa waktu terakhir, tren ‘in this economy’ menjadi viral di media sosial. Tren ini menggambarkan kondisi ekonomi saat ini yang terasa semakin berat dan tidak ramah bagi kelas menengah. 

Salah satunya adalah ungkapan yang menyebut bahwa gaji Rp20 Juta per bulan tidak cukup ‘in this economy”. Apakah realitanya nominal tersebut benar-benar nggak cukup? 

Baca juga: Segini Gaji dan Biaya Hidup di Jerman untuk 1 Bulan

Gaji Rp20 Juta Beneran Nggak Cukup?

Penghasilan atau gaji Rp20 Juta sebenarnya cukup besar. Apalagi jika dibandingkan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 di Jakarta, yang paling tinggi di Indonesia, yaitu sebesar Rp5,72 Juta saja. 

Namun dalam praktiknya, gaji Rp20 Juta masih dianggap tidak mencukupi. Hal ini karena kondisi ekonomi membuat biaya hidup, tuntutan finansial, dan standar keamanan keuangan meningkat jauh lebih cepat dibandingkan pendapatan.

Menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS), biaya hidup masyarakat di Jakarta berada jauh di atas UMP, yaitu sekitar Rp15 Juta per bulan. Angka itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok hingga gaya hidup. 

Melansir CNBC Indonesia, pengeluaran tersebut untuk biaya perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencapai Rp3,19 Juta. 

Lalu komponen kedua adalah untuk makanan, minuman dan tembakau sebesar Rp2,78 Juta, sementara urutan ketiga ditempati oleh biaya transportasi Rp2 Juta.

Tingginya pengeluaran ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu meningkatnya kebutuhan atas teknologi informasi, gaya hidup perkotaan yang lebih konsumtif, hingga perubahan pola konsumsi masyarakat urban.

Namun demikian, Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Jakarta sebenarnya tidak sebesar itu. Menurut data BPS, KHL di Jakarta adalah sebesar Rp5,89 Juta saja. 

Kebutuhan Hidup Layak (KHL) adalah standar kebutuhan minimum yang harus dipenuhi agar seorang pekerja atau buruh beserta keluarganya dapat hidup layak selama satu bulan. 

KHL mencakup berbagai komponen kebutuhan dasar, mulai dari makanan dan minuman, perumahan, pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan pokok lainnya.

Baca juga: Cara Mengatur Gaji Pertama: Tips Cerdas agar Keuangan Sehat

Awas, Ada Jebakan Gaya Hidup!

Dari data-data di atas, gaji Rp15-20 Juta sudah termasuk besar. Sehingga, jika dianggap tidak cukup karena situasi ekonomi, bisa jadi sebenarnya ada jebakan gaya hidup. Berikut ciri-cirinya!

1. Pengeluaran Naik Diam-diam

Salah satu jebakan paling umum adalah pengeluaran yang meningkat tanpa disadari. Kenaikan gaji biasanya diikuti perubahan kecil yang terlihat sepele, seperti lebih sering pesan makanan, naik kelas transportasi, atau pindah tempat tinggal yang sedikit lebih nyaman. 

Perubahan ini jarang terasa signifikan di awal, tetapi secara akumulatif menggerus cash flow. Ketika sisa gaji terasa cepat habis, muncul anggapan bahwa penghasilan tidak cukup, padahal yang terjadi adalah standar hidup yang terus naik.

2. Semua Dianggap Kebutuhan

Dalih in this economy membuat batas antara kebutuhan dan keinginan menjadi kabur. Banyak pengeluaran dibenarkan sebagai “sudah zamannya” atau “untuk menunjang produktivitas”, meski sebenarnya masih bisa dikendalikan. 

Ketika hampir semua pengeluaran diposisikan sebagai kebutuhan, ruang untuk menabung dan membangun keamanan finansial otomatis menyempit, sehingga gaji besar pun terasa pas-pasan.

3. Membandingkan Diri dengan Standar yang Salah

Tekanan sosial dan media digital membuat standar hidup orang lain terlihat normal dan wajib diikuti. Tanpa disadari, seseorang mengukur kecukupan gaji berdasarkan gaya hidup lingkungan atau media sosial, bukan kondisi keuangan pribadi. 

Perbandingan ini menciptakan rasa kurang yang terus-menerus, sehingga gaji berapa pun terasa tidak cukup. Padahal, masalahnya bukan pada nominal penghasilan, melainkan pada tolok ukur yang digunakan.

Baca juga: 7 Cara Single Mom Atur Keuangan Tanpa Kurangi Kebutuhan Anak

Tips Atur Keuangan Rumah Tangga

Jika memang gaji Rp20 Juta itu nggak cukup karena adanya jebakan gaya hidup, maka kamu harus mengatur ulang keuangan rumah tangga agar tidak semakin jauh. Berikut beberapa tipsnya!

1. Samakan Persepsi

Keuangan rumah tangga tidak bisa berjalan sehat jika setiap anggota keluarga memiliki definisi “cukup” yang berbeda. Menyamakan persepsi antara pasangan mengenai prioritas, batas pengeluaran, dan tujuan keuangan menjadi langkah awal yang sangat penting. 

Dengan kesepakatan bersama, keputusan finansial tidak lagi bersifat emosional atau sepihak, sehingga gaji yang sama bisa dikelola dengan lebih efektif dan minim konflik.

2. Atur Alur Uang

Mengatur keuangan rumah tangga bukan hanya soal mencatat pengeluaran, tetapi memastikan alur uang berjalan dengan jelas. Pemasukan perlu dibagi sesuai posnya, seperti kebutuhan rutin, tabungan, dan kewajiban. 

Dengan alur yang terstruktur, pengeluaran tidak saling tumpang tindih dan gaji terasa lebih terkendali karena setiap rupiah sudah memiliki fungsi sejak awal.

3. Kendalikan Standar Hidup

Salah satu penyebab utama gaji terasa tidak cukup adalah standar hidup yang terus naik tanpa disadari. Rumah tangga perlu menetapkan batas gaya hidup yang realistis sesuai kemampuan finansial, bukan mengikuti lingkungan atau tekanan sosial. 

Mengendalikan standar hidup bukan berarti menurunkan kualitas hidup, melainkan menjaga keseimbangan agar kebutuhan terpenuhi, tabungan tetap berjalan, dan keuangan keluarga lebih tenang dalam jangka panjang.

Itulah ulasan mengenai cara mengenali gaya hidup dan tips atur keuangan rumah tangga. Harapannya, keuangan akan tetap sehat dan stabil, sehingga tujuan finansial bisa tercapai. 

Nah sekarang, mengetahui kesehatan finansial bisa dilakukan melalui Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA. FFCU bisa mengecek kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Hasilnya bisa langsung didiskusikan dengan Nyala Trainer dalam sesi 1 on 1 Consultation. 

Di sesi tersebut, kamu akan mendapat banyak masukan seputar kondisi keuangan, serta strategi keuangan yang tepat sesuai dengan profil dan tujuan finansialmu untuk masa depan. 

Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang MeNyala sekarang agar kamu bisa segera #FUNanaciallyFIT!

Baca juga: Cara Mengatasi Kebiasaan Boros untuk Mahasiswa dan Mulai Menabung


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page