Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Segini Gaji dan Biaya Hidup di Jerman untuk 1 Bulan

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 19 September 2024 | 56K dilihat

Segini Gaji dan Biaya Hidup di Jerman untuk 1 Bulan

Berapa sih biaya hidup di Jerman sebenarnya? Simak perbandingan gaji dan pengeluaran bulanan untuk hidup nyaman di negara ini!

Jerman adalah negara terkaya di Uni Eropa (UE). Standar hidup yang nyaman di negara ini menarik puluhan ribu ekspatriat setiap tahunnya.

Pada tahun 2023, Produk Domestik Bruto (PDB) jerman adalah €4,12 miliar, yang berarti €48.800 per kapita. 

Komisi Ekonomi memperkirakan bahwa PDB negara tersebut akan tumbuh sebesar 0,1% pada tahun 2024 dan 1,0% pada tahun 2025, jauh di bawah rata-rata UE yang masing-masing sebesar 1,0% dan 1,6%.

Jika kamu tertarik untuk tinggal di Jerman, maka kamu harus cari tahu banyak informasi tentang negara ini. Termasuk berapa rata-rata gaji dan biaya hidup di Korea Selatan. 

Baca juga: Segini Gaji dan Biaya Hidup per Bulan di Korea Selatan

Standar Gaji di Jerman

Sama seperti di Indonesia, kamu akan mendapatkan gaji kotor dan gaji bersih (gross and nett salary) ketika bekerja di Jerman. 

Gross salary atau Bruttogehalt adalah gaji bulanan atau tahunan sebelum dipotong pajak dan sebagainya. Jumlahnya biasanya akan dirinci dalam kontrak kerja.

Sementara nett salary atau Nettogehalt adalah jumlah yang akan diterima setiap bulan ke rekening bank, setelah dipotong pajak, kontribusi jaminan sosial, dan biaya lainnya.

Secara keseluruhan, pajak penghasilan dan kontribusi jaminan sosial akan menghabiskan sekitar 35% dari gaji kotor. 

Misalnya, jika gaji kotor bulanan adalah 3.000 euro, maka setelah dikurangi, kamu akan membawa pulang sekitar 1.950 euro per bulan. 

Menurut Kantor Statistik Federal Jerman (Destatis), pada April 2022 rata-rata gaji kotor tahunan adalah 49.260 euro, atau 4.105 euro per bulan. 

Gaji setiap pekerja bisa sangat bervariasi dari angka ini, karena dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti usia, senioritas, industri, pengalaman, jam kerja, dan lokasi geografis. 

German juga mengenal adanya upah minimum atau minimum wage yang mulai distandarisasi pada tahun 2015 silam. 

Upah minimum berlaku untuk semua pekerja berusia di atas 18 tahun dan biasanya ditinjau setiap dua tahun. 

Mulai 1 Januari 2024, upah minimum adalah 12,41 euro per jam. Angka ini akan meningkat jadi 12,82 euro per jam mulai 1 Januari 2025.

Baca juga: Biaya Hidup di Australia, Berapa Gaji yang Pas Biar Hidup Layak?

Biaya Hidup di Jerman

Bicara tentang biaya hidup, maka ada beberapa komponen yang harus dipertimbangkan, mulai dari harga barang dan layanan, daerah tempat tinggal, dan seterusnya. 

Menurut catatan Kantor Statistik Federal, rata-rata pengeluaran rumah tangga di Jerman pada tahun 2022 € 2.846 per bulan atau Rp 48,5 Juta. 

Mengingat inflasi yang mencapai 6% pada 2023 dan 2,4% pada 2024, maka diperkirakan rumah tangga bisa hidup layak dengan pengeluaran bulanan sekitar € 3,089 atau Rp 52,6 Juta. 

Biaya rumah tangga itu mencakup rumah tinggal, biaya utilitas, belanja bulanan, transportasi, hiburan, telekomunikasi, hingga layanan kesehatan. 

Di Jerman, kamu perlu menyiapkan dana rata-rata sebesar € 1.025 per bulan, yang sudah termasuk bayar sewa, air, listrik, gas, dan pemeliharaan. Namun angka ini akan berbeda pada masing-masing daerah tempat tinggalmu.

Sementara untuk kebutuhan bulanan, rata-rata rumah tangga di Jerman menghabiskan uang sebesar € 417 per bulan untuk makanan dan minuman. Kamu bisa mendapatkan harga yang lebih mahal atau lebih murah, tergantung pada dimana kamu belanja. 

Kemudian layanan kesehatan menghabiskan dana sebesar € 118. Dalam hal ini, kamu bisa memanfaatkan layanan asuransi kesehatan yang cukup beragam di Jerman dengan harga mulai dari € 11 per bulan. 

Selain itu, untuk menunjang mobilitas, rumah tangga di Jerman mengeluarkan dana sebesar € 347 per bulan untuk keperluan transportasi umum. 

Untuk kendaraan pribadi, rata-rata memerlukan biaya sebesar € 1.130 per tahun. Angka ini membuat Jerman menjadi negara termahal keenam di Eropa dalam hal penggunaan kendaraan pribadi. 

Jerman mendapat nilai luar biasa pada Indeks Hidup Lebih Baik OECD, yang mengukur standar hidup. 

Negara ini mengungguli rata-rata dalam semua bidang, termasuk kesehatan, ketenagakerjaan, keseimbangan kehidupan kerja, pendidikan, kualitas lingkungan, keselamatan, keterlibatan masyarakat, dan kepuasan hidup.

Begitu pula dengan Indeks Pembangunan Manusia yang menempatkan Jerman pada peringkat ke-9 terbaik di dunia. 

Baca juga: Berapa Biaya Hidup di Jepang? Ini Rincian Estimasinya!

Tips Atur Uang saat Kerja di Jerman

Jerman menjadi salah satu negara untuk bekerja bagi Warga Negara Indonesia (WNI). Salah satu alasannya adalah tingginya standar upah yang diterapkan di negara tersebut. 

Dengan gaji yang tinggi, tugas berikutnya adalah mengelola keuangan dengan baik. Jangan sampai penghasilan selama bekerja di Korea justru habis hanya untuk memenuhi keinginan gaya hidup saja. 

Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan bagi kamu WNI yang sedang bekerja di Jerman. 

1. Kirim Uang ke Indonesia 

Pertimbangkan untuk mengirim uang ke Indonesia secara berkala dan dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan keluarga di tanah air. 

Selain kebutuhan keluarga, kamu juga bisa menyisihkan uang untuk memulai usaha atau investasi. 

Manfaatkan layanan pengiriman uang yang menawarkan biaya transfer rendah dan kurs yang kompetitif. Pilih waktu yang tepat untuk mengirim uang, terutama ketika kurs rupiah terhadap won menguntungkan.

2. Maksimalkan Nilai Tukar Mata Uang

Penghasilan dalam mata uang asing, seperti Euro di Jerman, memberikan keuntungan tersendiri. Pasalnya, kamu bisa memaksimalkan nilai tukar mata uang untuk mendapat keuntungan. 

Untuk memaksimalkan nilai tukar, pantau fluktuasi kurs dan pilih waktu yang tepat untuk mengirim uang ke Indonesia. 

3. Investasi untuk Masa Depan

Manfaatkan penghasilan yang lebih tinggi di Jerman dengan berinvestasi, baik di Jerman maupun di Indonesia. 

Kamu bisa mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam produk keuangan seperti deposito, reksa dana, atau properti di Indonesia. Pastikan untuk memahami risiko dan potensi keuntungan dari setiap jenis investasi sebelum memutuskan.

Itulah ulasan mengenai berapa biaya hidup di Jerman. Biaya hidup sangat bergantung pada gaya hidup masing-masing individu. Sehingga penting bagi kamu untuk menyesuaikan gaya hidup dengan kesehatan finansial. 

Saat ini, mengecek kesehatan finansial bisa dilakukan dengan mudah melalui  Financial Fitness Check Up yang bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.

Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendaftar untuk mengikuti layanan konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer. Di sesi ini, kamu bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dan menyusun strategi keuangan secara cermat.

Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!

Baca juga: Ini Kisaran Gaji dan Biaya Hidup di Singapura per Bulan


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page