Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Cara Mengelola Keuangan Rumah Tangga agar Stabil dan Bebas Stres

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 20 Mei 2025 | 10K dilihat

Cara Mengelola Keuangan Rumah Tangga agar Stabil dan Bebas Stres

Dalam kehidupan rumah tangga, kondisi finansial memainkan peran yang cukup penting. Finansial yang stabil akan menunjang kebahagiaan keluarga, begitu pula sebaliknya. 

Stabilitas finansial itu bukan tentang kaya raya, duit banyak, tapi tentang bagaimana kamu menyeimbangkan pendapatan dan pengeluaran, sehingga kebutuhan tercukupi tanpa memiliki banyak utang. 

Sehingga, nominal penghasilan bukan jadi masalah utama. Terbukti ada keluarga yang kecil tapi rasanya cukup, sementara yang penghasilannya besar juga banyak yang masih merasa kurang. 

Baca juga: 5 Realita VS Ekspektasi Keuangan dalam Hubungan Rumah Tangga

Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Mengatur uang saat masih single akan sangat berbeda dengan ketika sudah berumah tangga. Pasalnya, rumah tangga sudah bukan tentang pribadi, tapi bagaimana keluarga yang dibina ini melaju ke depan. 

Kesalahan di awal, seperti adanya pengeluaran yang tak penting, itu biasa. Namun, kamu tetap perlu jeli dan berani mengevaluasi, agar hal tersebut tidak terulang. 

Nah berikut ini beberapa cara mengatur keuangan rumah tangga yang bisa kamu terapkan!

1. Utamakan Kebutuhan Pokok

Kebutuhan pokok harus jadi prioritas dalam rumah tangga. Kamu dan pasangan harus terpenuhi semua kebutuhan pokoknya, begitu pula ketika nanti sudah punya anak. 

Misalnya untuk makanan, kamu bisa memasak sendiri ketimbang beli untuk menghemat. Dengan masak, kamu bisa membeli bahan makanan yang lebih murah di pasar, dengan tetap memperhatikan nilai gizinya. 

Kemudian untuk tempat tinggal, usahakan mencari kontrakan yang sesuai dengan anggaran. Intinya, kebutuhan pokok harus menjadi fokus utama. Penuhi semua kebutuhan pokok, sebelum berpikir untuk kebutuhan yang lain. 

2. Anggaran Bulanan yang Realistis

Kamu harus membuat anggaran bulanan yang realistis, sesuai kemampuan dan penghasilan bulanan. Salah satu cara sederhana adalah metode 50-30-20, yaitu:

  • 50% untuk kebutuhan pokok (sewa, makan, transportasi, listrik, air, pulsa, dll.).
  • 30% untuk hiburan dan keperluan lain (disesuaikan dengan kondisi keuangan).
  • 20% untuk tabungan dan investasi

3. Hindari Hutang

Sebisa mungkin kamu harus menghindari utang konsumtif seperti pinjaman online atau cicilan barang yang tidak esensial. 

Jika benar-benar harus berhutang, pastikan jumlahnya tidak membebani pengeluaran bulanan. Selain itu, buat rencana pembayaran hutang di awal sebagai pertimbangan. 

4. Sisihkan Tabungan di Awal

Banyak orang menabung dari sisa pengeluaran, padahal pola ini sering tidak berhasil karena uang keburu habis. 

Cara terbaik adalah membalik prosesnya: begitu menerima gaji atau pemasukan, langsung sisihkan untuk tabungan, investasi, dan dana darurat. Misalnya 10-20% dari total pemasukan. 

5. Bangun Dana Darurat

Dana darurat adalah penyangga keuangan saat situasi tak terduga datang, seperti kehilangan pekerjaan, sakit, atau kebutuhan mendesak lainnya. 

Idealnya, kamu memiliki dana darurat sebesar 6 kali pengeluaran bulanan untuk single, 9 kali untuk yang sudah menikah, dan 12 kali untuk yang sudah punya anak. 

Memang butuh waktu untuk mencapainya, tapi kamu bisa mulai dengan rutin menyisihkan sedikit demi sedikit setiap bulan.

6. Rekening Terpisah Tiap Kebutuhan

Memisahkan rekening bisa membuat pengelolaan keuangan lebih rapi. Misalnya satu rekening untuk kebutuhan bulanan, satu lagi untuk tabungan, dan satu untuk dana darurat. 

Cara ini membantu kamu menghindari penggunaan uang yang tidak sesuai tujuan. Selain itu, kamu jadi lebih mudah memantau berapa banyak uang yang tersisa untuk masing-masing kebutuhan.

7. Libatkan Pasangan

Kalau kamu sudah menikah, penting banget untuk mengelola keuangan bersama pasangan. Diskusikan soal pemasukan, pembagian pengeluaran, menabung, dan rencana jangka panjang. 

Terbuka soal keuangan akan meminimalisir konflik dan menciptakan rasa saling percaya dalam rumah tangga. Selain itu, dua kepala yang bekerja sama akan lebih mudah mencapai tujuan keuangan.

8. Evaluasi Tiap Bulan

Setiap akhir bulan, luangkan waktu untuk mengecek apakah pengeluaran kamu sesuai anggaran. Lihat juga apakah ada pos yang membengkak dan perlu dikurangi di bulan berikutnya. 

Evaluasi ini penting untuk memastikan kamu tetap berada di jalur yang tepat, apalagi jika sedang menabung untuk tujuan besar seperti beli rumah atau pendidikan anak.

Itulah beberapa cara mengelola keuangan rumah tangga biar tetap stabil. Stabilitas ini pada akhirnya akan berpengaruh pada kesehatan finansial keluarga. 

Penasaran seberapa sehat finansialmu? Sekarang cek kondisi finansial sangat mudah, yaitu melalui Financial Fitness Check Up yang bisa memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.

Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendiskusikan hasilnya melalui layanan konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer. Melalui layanan ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk memperbaiki masalah keuangan kamu.

Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!

Baca juga: Gen Sandwich vs Biaya Hidup Jakarta 2025


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page