Summary
Tabungan dan asuransi pendidikan sama-sama membantu mempersiapkan biaya sekolah anak, tetapi memiliki keunggulan yang berbeda. Tabungan lebih fleksibel dan sederhana, sedangkan asuransi memberikan perlindungan finansial jika terjadi risiko. Pilihlah sesuai kebutuhan dan kondisi keuangan keluarga.
Mempersiapkan dana pendidikan anak bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu tabungan dan asuransi pendidikan. Mana yang lebih baik di antara keduanya?
Biaya pendidikan terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Kondisi ini membuat banyak orang mulai mempersiapkan dana pendidikan sejak dini agar kebutuhan sekolah anak dapat terpenuhi.
Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan biaya pendidikan, di antaranya melalui tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan.
Keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu membantu menyediakan dana untuk kebutuhan pendidikan, tetapi memiliki karakteristik, manfaat, serta tingkat fleksibilitas yang berbeda.
Baca juga: Cara Menghitung Dana Darurat yang Ideal, Ini Simulasinya!
Tabungan vs Asuransi Pendidikan
Memahami perbedaan antara tabungan dan asuransi pendidikan penting dilakukan agar orang tua dapat memilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan. Berikut beberapa perbandingan yang perlu diperhatikan.
1. Fungsi Utama
Tabungan pendidikan merupakan produk simpanan yang digunakan untuk mengumpulkan dana pendidikan secara bertahap. Fokus utamanya adalah menumbuhkan dana agar dapat digunakan ketika biaya sekolah atau kuliah dibutuhkan.
Sementara asuransi pendidikan tidak hanya bertujuan mengumpulkan dana, tetapi memberikan perlindungan kepada tertanggung. Jika terjadi risiko tertentu pada pencari nafkah, manfaat asuransi dapat membantu memastikan biaya pendidikan tetap tersedia.
2. Fleksibilitas Penggunaan Dana
Dana yang tersimpan dalam tabungan pendidikan lebih fleksibel. Pemilik rekening dapat menggunakannya untuk berbagai kebutuhan pendidikan sesuai kondisi yang dihadapi, bahkan untuk kebutuhan lain jika mendesak.
Sebaliknya, asuransi pendidikan memiliki jadwal pencairan manfaat yang telah ditentukan sejak awal. Oleh karena itu, penggunaannya lebih terikat pada ketentuan polis dan tidak sefleksibel tabungan.
3. Risiko dan Kepastian Dana
Tabungan pendidikan memiliki risiko yang relatif rendah karena dana yang disimpan tidak bergantung pada hasil investasi tertentu. Nilai tabungan juga lebih mudah dipantau sehingga memberikan kepastian mengenai jumlah dana yang tersedia.
Di sisi lain, beberapa produk asuransi pendidikan dikombinasikan dengan unsur investasi. Hal ini membuat hasil yang diperoleh dapat dipengaruhi oleh kinerja investasi, sehingga nilainya mengalami fluktuasi tergantung kondisi pasar.
4. Biaya yang Dikenakan
Tabungan pendidikan memiliki struktur biaya yang lebih sederhana. Dana yang disetorkan sebagian besar akan langsung masuk ke tabungan sehingga mudah dipahami oleh nasabah.
Asuransi pendidikan memiliki komponen biaya yang lebih beragam, seperti biaya akuisisi, biaya administrasi, dan biaya perlindungan. Oleh karena itu, penting untuk memahami isi polis dan seluruh biaya yang dikenakan sebelum memutuskan untuk membeli produk tersebut.
5. Manfaat Perlindungan
Salah satu keunggulan asuransi pendidikan adalah adanya manfaat perlindungan. Jika terjadi risiko pada tertanggung, perusahaan asuransi akan memberikan manfaat sesuai ketentuan polis sehingga dana pendidikan anak tetap terjamin.
Tabungan pendidikan tidak memiliki fitur perlindungan seperti ini. Produk tersebut murni berfungsi sebagai sarana menabung sehingga keberhasilan pencapaian target dana sangat bergantung pada kemampuan menabung secara konsisten.
6. Mana yang Lebih Baik?
Tidak ada jawaban mutlak mengenai mana yang lebih baik antara tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan. Jika prioritas utama adalah fleksibilitas, kemudahan akses, dan biaya yang lebih sederhana, tabungan pendidikan menjadi pilihan yang menarik.
Namun, jika ingin memperoleh manfaat perlindungan sekaligus mempersiapkan biaya pendidikan, asuransi pendidikan dapat dipertimbangkan.
Selain itu, keduanya dapat digunakan secara bersamaan agar tujuan pendidikan tercapai sekaligus memberikan perlindungan terhadap risiko yang tidak diharapkan.
Membangun dana pendidikan anak termasuk dalam tujuan keuangan yang harus direncanakan dengan baik. Oleh karena itu, kamu perlu fitur perencana keuangan seperti fitur Life Goals dari OCBC.
Melalui fitur Life Goals, kamu bisa menentukan tujuan finansial, menghitung dana yang dibutuhkan, serta menentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Cara membuat fitur Life Goals juga cukup mudah, yaitu melalui aplikasi OCBC mobile. Setelah memiliki Life Goals, kamu juga bisa memilih produk tabungan atau investasi melalui aplikasi tersebut sesuai profil risiko kamu.
Sebelum memulai mengumpulkan dana pendidikan, ada baiknya kamu cek kesehatan keuanganmu terlebih dahulu melalui Financial Fitness Check Up. Layanan dari Ruang MeNyala ini bisa membantu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.
Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendaftar untuk mengikuti layanan 1 on 1 Consultation dengan Nyala Trainer. Di sesi ini, kamu bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dan menyusun strategi keuangan yang tepat untuk membangun dana pendidikan anak.
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang MeNyala sekarang guna mencapai #FUNanciallyfit!
Baca juga: Ini Cara Menghitung Masa Kerja Pensiun PNS, Wajib Tahu!