Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Metode Budgeting 50-30-20 vs 70-20-10, Mana Lebih Cocok untuk Ibu Rumah Tangga?

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 29 April 2026 | 5K dilihat

Metode Budgeting 50-30-20 vs 70-20-10, Mana Lebih Cocok untuk Ibu Rumah Tangga?

Summary

Metode 50-30-20 dan 70-20-10 sama-sama membantu mengatur keuangan, tetapi berbeda dalam pembagian prioritas. Metode 70-20-10 lebih realistis untuk rumah tangga karena porsi kebutuhan lebih besar, sementara 50-30-20 cocok jika kondisi keuangan lebih longgar. Kuncinya tetap pada disiplin agar kebutuhan terpenuhi dan tabungan tetap berjalan.


Bingung pilih metode budgeting 50-30-20 atau 70-20-10? Kenali perbedaannya dan tentukan mana yang paling sesuai untuk kebutuhan keuangan rumah tangga.

Mengatur keuangan rumah tangga tidak cukup hanya mengandalkan kebiasaan, tetapi juga butuh metode yang jelas agar setiap pengeluaran punya arah. Dua pendekatan yang sering digunakan adalah metode 50-30-20 dan 70-20-10.

Metode 50-30-20 membagi penghasilan menjadi 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan atau gaya hidup, serta 20% untuk tabungan dan investasi. Pola ini memberi ruang lebih besar untuk kebutuhan pribadi di luar kebutuhan utama.

Sementara itu, metode 70-20-10 lebih menyesuaikan dengan kondisi di mana kebutuhan rumah tangga mengambil porsi yang lebih besar. Sebanyak 70% penghasilan dialokasikan untuk kebutuhan, 20% untuk tabungan-investasi, dan 10% untuk donasi atau tujuan sosial. 

Baca juga: 5 Realita VS Ekspektasi Keuangan dalam Hubungan Rumah Tangga

Mana yang Cocok untuk Ibu Rumah Tangga?

Memilih antara metode budgeting 50-30-20 dan 70-20-10 sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari kondisi keuangan rumah tangga. 

Keduanya punya pendekatan yang berbeda dalam membagi penghasilan, sehingga tingkat kecocokannya juga bergantung pada kebutuhan dan prioritas sehari-hari. Berikut perbandingannya!

1. Fokus Pengeluaran Utama

Metode 50-30-20 memberi porsi 50% untuk kebutuhan pokok dan 30% untuk keinginan. Artinya, ada ruang cukup besar untuk pengeluaran non-esensial seperti hiburan atau lifestyle.

Sementara itu, metode 70-20-10 menempatkan 70% untuk kebutuhan, sehingga lebih menekankan pemenuhan kebutuhan rumah tangga yang biasanya cukup besar.

Untuk ibu rumah tangga, metode 70-20-10 cenderung lebih realistis, terutama jika pengeluaran rutin seperti makan, pendidikan anak, dan tagihan sudah mengambil porsi besar.

2. Fleksibilitas Gaya Hidup

Metode 50-30-20 memberikan ruang lebih luas untuk keinginan, sehingga cocok untuk kondisi keuangan yang relatif lebih longgar.

Sebaliknya, metode 70-20-10 lebih ketat karena porsi keinginan tidak dipisahkan secara khusus dan biasanya masuk dalam bagian kebutuhan atau diambil dari sisa anggaran.

Bagi rumah tangga dengan banyak prioritas, pendekatan 70-20-10 membantu menjaga pengeluaran tetap terkendali tanpa terlalu banyak distraksi gaya hidup.

3. Kemampuan Menabung dan Investasi

Kedua metode sama-sama mengalokasikan 20% untuk tabungan dan/atau investasi, sehingga secara teori tidak berbeda jauh.

Namun dalam praktiknya, metode 50-30-20 terasa lebih ringan karena beban kebutuhan lebih kecil. Sedangkan pada 70-20-10, tantangannya adalah menjaga agar porsi kebutuhan tidak “memakan” alokasi tabungan.

Untuk ibu rumah tangga, disiplin menjadi faktor penting jika menggunakan metode 70-20-10 agar tetap bisa konsisten menabung.

4. Kesesuaian dengan Kondisi Keuangan Nyata

Metode 50-30-20 sering dianggap ideal, tetapi tidak selalu mudah diterapkan jika kebutuhan rumah tangga sudah melebihi 50% penghasilan.

Sementara metode 70-20-10 lebih adaptif terhadap kondisi tersebut karena sejak awal sudah mengalokasikan porsi besar untuk kebutuhan.

Dalam banyak kasus, ibu rumah tangga akan lebih mudah menjalankan metode 70-20-10 karena lebih dekat dengan realita pengeluaran sehari-hari.

Kesimpulannya, tidak ada metode yang mutlak lebih baik, tetapi dari sisi praktik, metode 70-20-10 cenderung lebih cocok untuk ibu rumah tangga karena lebih menyesuaikan dengan besarnya kebutuhan keluarga. 

Sedangkan metode 50-30-20 bisa menjadi pilihan jika kondisi keuangan sudah lebih stabil dan ada ruang lebih untuk pengeluaran non-esensial.

Menerapkan salah satu dari kedua metode ini akan membentuk mindset pada ibu rumah tangga bahwa uang bukan cuma buat dibelanjakan, tapi juga harus dikelola. 

Sehingga pelan-pelan membentuk kesadaran dan kesehatan finansial, nggak cuma hidup hari ini, tapi juga siap buat masa depan.

Jika kamu ibu rumah tangga yang masih bingung bagaimana cara mengelola keuangan yang tepat, kamu bisa lakukan tes kesehatan keuangan saat ini dengan cara ikut Financial Fitness Check Up yang bisa memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.

Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendiskusikan hasilnya melalui layanan 1 on 1 Consultation dengan Nyala Trainer. Melalui layanan ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk memperbaiki masalah keuangan kamu.

Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang MeNyala sekarang guna mencapai #FUNanciallyFIT!

Baca juga: Gen Sandwich vs Biaya Hidup Jakarta 2025


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page