Orang tua pasti ingin yang terbaik untuk pendidikan anaknya. Tak heran banyak yang memilih menyekolahkan anak ke luar negeri. Bagaimana mempersiapkan dana untuk pendidikan anak di luar negeri?
Pendidikan di Indonesia memang sudah cukup baik. Namun masih banyak sekolah atau universitas di luar negeri yang menjadi incaran para orang tua untuk anak-anak mereka.
Wajar memang. Jika bicara sistem pendidikan, Indonesia masih kalah dibanding banyak negara maju di luar sana.
Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jerman, Jepang, Belanda, tentu berada di urutan teratas sebagai negara dengan sistem pendidikan yang baik.
Di dalam negeri sendiri, banyak sekolah berlabel internasional yang berdiri. Sekolah-sekolah ini menarik minat banyak orang tua untuk menyekolahkan anaknya.
Salah satu alasannya agar kurikulum yang dipelajari setara dengan kurikulum internasional, sehingga anak bisa cepat beradaptasi jika melanjutkan studi ke luar negeri.
Baca juga: 10 Daftar Kampus Terbaik di Dunia 2024 dan Biaya Hidupnya
Persiapan Dana Pendidikan ke Luar Negeri
Ada harga ada kualitas. Ungkapan ini sangat cocok menggambarkan biaya pendidikan di luar negeri. Memang kualitasnya bagus, tetapi biaya yang diperlukan pun besar.
Ambil contoh negara terdekat dari Indonesia, yaitu Singapura. Melansir berbagai sumber, biaya pendidikan jenjang Sarjana (S1) di Singapura berkisar antara Rp225 - Rp687 Juta.
Angka ini tentu lebih mahal jika dibanding dengan biaya kuliah di dalam negeri. Di sini, kamu bisa menempuh pendidikan S1 dengan biaya Rp110 Juta, dengan rincian Rp30 Juta uang pangkal dan Rp80 Juta untuk 8 semester.
Biaya di Singapura yang besar itu masih untuk kuliah saja. Kamu juga perlu mempersiapkan dana untuk biaya hidup di Singapura, yang angkanya juga tidak sedikit.
Untuk itu, mempersiapkan dana pendidikan untuk anak bisa kuliah di luar negeri itu suatu kewajiban bagi orang tua. Begini tipsnya!
1. Tentukan Negara dan Estimasi Biaya
Langkah pertama adalah menentukan negara tujuan pendidikan anak. Hal ini penting, karena biaya pendidikan dan biaya hidup di tiap negara bisa sangat berbeda.
Dengan menetapkan tujuan, kamu bisa menghitung kebutuhan dana secara lebih realistis, dari biaya kuliah per tahun, akomodasi, makanan, transportasi, hingga asuransi kesehatan.
2. Buat Tabungan Pendidikan Khusus
Semakin cepat memulai, semakin ringan beban menabungnya. Buat satu rekening atau tabungan pendidikan khusus yang tidak dicampur dengan pengeluaran sehari-hari.
Sisihkan dana secara rutin setiap bulan. Kalau memungkinkan, gunakan produk tabungan berjangka atau deposito khusus pendidikan yang bunganya lebih tinggi dan aman dari risiko pemakaian tidak terencana.
3. Investasikan Dana ke Valuta Asing
Kalau negara tujuan kuliah anak menggunakan mata uang kuat seperti dolar Amerika, euro, atau poundsterling, ada baiknya mulai menyisihkan dana dalam bentuk valuta asing (valas).
Kamu bisa buka tabungan valas di bank, atau menukar sebagian tabungan rupiah secara berkala menjadi mata uang negara tujuan. Harapannya, dana yang dikumpulkan bisa selaras dengan nilai tukar yang terus naik.
4. Siapkan Asuransi
Tak banyak yang memikirkan hal ini, tapi menyiapkan dana pendidikan juga harus diiringi perlindungan risiko.
Jika sewaktu-waktu orang tua sebagai pencari nafkah utama mengalami risiko seperti kecelakaan atau meninggal dunia, dana pendidikan anak tetap aman.
Kamu bisa mempertimbangkan asuransi jiwa berjangka (term life) atau asuransi pendidikan yang terintegrasi dengan proteksi jiwa.
5. Cari Informasi Beasiswa
Kamu nggak harus menanggung semua biaya sendiri. Banyak negara dan universitas luar negeri menawarkan beasiswa penuh atau parsial, bahkan dari awal anak SMA.
Mulailah cari tahu syarat dan jalurnya dari sekarang, misalnya prestasi akademik, kemampuan bahasa Inggris (IELTS/TOEFL), dan kegiatan non-akademik.
Gimana, tertarik menyekolahkan anak di luar negeri? Kamu bisa mendalami cita-cita ini dengan ikut Kelas meNYALA yang mengusung tema “Local School vs Overseas School”.
Kelas ini dipandu oleh LPDP Awardee dan Educational Speaker, Anggita Mega Mentari. Kelas berlangsung di Financial Fitness Gym, Cove Batavia, PIK, pada Sabtu (21/6/2025), pukul 13.30 - 14.30 WIB.
Kamu yang tertarik ikut kelas ini bisa langsung mendaftarkan diri melalui link ini.
Setelah ikut kelas, kamu bisa loh cek kesehatan finansial untuk mengukur seberapa siap keuanganmu untuk liburan. Caranya dengan ikut Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA.
Melalui FFCU, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan pertama kali supaya keuangan kamu lebih sehat dan membuatmu bahagia.
Setelah melakukan Financial Fitness check up, kamu juga bisa langsung konsultasi hasil Financial Fitness Check Up dengan Nyala Trainer loh!
Dengan Nyala Trainer yang sudah berpengalaman, kamu akan mendapatkan sesi konsultasi 1 on 1 untuk membantu dalam menganalisa kesehatan keuangan. Caranya pun mudah, kamu hanya perlu menentukan jadwal yang diinginkan, lalu pilih Nyala Trainer. Tunggu saja hari konsultasinya tiba.
Baca juga: Cara Melihat Grafik Saham untuk Pemula, Ini Contohnya!