Summary
Pasangan muda yang belum punya anak punya kesempatan untuk membangun kebiasaan keuangan yang sehat dengan mengatur anggaran bersama, mengendalikan pengeluaran, dan menyisihkan dana untuk kebutuhan serta tujuan finansial di masa depan.
Baru menikah dan belum punya anak? Simak cara menghemat keuangan untuk pasangan muda biar dompet tetap aman dan target keuangan bisa tercapai!
Menikah membawa perubahan dalam banyak hal, termasuk cara mengelola keuangan. Pemasukan yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan pribadi kini perlu dipertimbangkan bersama dengan kebutuhan rumah tangga.
Bagi pasangan muda yang belum punya anak, masa ini bisa menjadi kesempatan untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat.
Pengeluaran rumah tangga masih relatif lebih mudah dikendalikan sehingga sebagian pemasukan dapat dialokasikan untuk menyiapkan kebutuhan di masa depan.
Namun, menghemat bukan berarti harus menghilangkan semua pengeluaran untuk menikmati kehidupan setelah menikah.
Yang lebih penting adalah mengetahui mana yang perlu diprioritaskan, mengendalikan pengeluaran yang kurang penting, dan menyisihkan uang secara konsisten untuk tujuan bersama.
Baca juga: Cara Gaji Awet Satu Bulan Meski Hobi Nonton Konser
Mengapa Pasangan Muda Perlu Menghemat?
Menghemat keuangan bukan berarti pasangan harus berhenti menikmati hasil kerja atau mengurangi semua pengeluaran yang dianggap menyenangkan.
Tujuannya adalah memastikan pemasukan yang dimiliki dapat digunakan secara seimbang untuk memenuhi kebutuhan saat ini sekaligus menyiapkan berbagai kebutuhan di masa depan.
Berikut ini beberapa alasan mengapa pasangan muda, terutama yang belum punya anak, wajib berhemat!
1. Membentuk Kebiasaan Keuangan
Pernikahan membuat keputusan keuangan tidak hanya untuk pribadi. Pasangan perlu mulai membicarakan keuangan, mulai dari pemasukan, pengeluaran, prioritas, hingga tujuan finansial yang ingin dicapai bersama.
Kebiasaan menghemat menjadi langkah awal untuk membangun pola pengelolaan keuangan tersebut. Pasangan dapat belajar menentukan prioritas, menyepakati batas, dan membiasakan untuk menabung.
2. Menghindari Pengeluaran yang Tidak Perlu
Pengeluaran kecil yang dilakukan berulang kali dapat mengambil porsi cukup besar dari pemasukan bulanan.
Jika tidak diperhatikan, uang yang sebenarnya dapat digunakan untuk menabung atau memenuhi tujuan bersama justru habis untuk kebutuhan yang kurang penting.
Dengan membiasakan diri menghemat, pasangan dapat mengevaluasi kembali pengeluaran sehari-hari dan membedakan kebutuhan dengan keinginan.
Bukan berarti semua keinginan harus dihilangkan, tetapi pengeluarannya perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan.
3. Memiliki Ruang Finansial untuk Masa Depan
Menghemat memberikan kesempatan bagi pasangan untuk menyisihkan lebih banyak dana untuk berbagai tujuan finansial yang belum perlu dipenuhi sekarang.
Uang yang berhasil disimpan dapat dialokasikan untuk dana darurat, rencana membeli rumah, persiapan memiliki anak, atau investasi jangka panjang.
Semakin awal kebiasaan ini dibangun, semakin besar ruang yang tersedia. Pasangan juga tidak perlu menunggu sampai kebutuhan muncul untuk mulai mencari sumber dana.
4. Mengurangi Risiko Masalah Keuangan
Kondisi keuangan rumah tangga dapat berubah karena berbagai hal, mulai dari perubahan pendapatan hingga munculnya kebutuhan yang tidak direncanakan.
Jika seluruh pemasukan selalu habis untuk pengeluaran rutin, pasangan nggak punya cukup cadangan untuk menghadapi perubahan tersebut.
Sebaliknya, kebiasaan menghemat membantu menciptakan cadangan dan memberikan fleksibilitas dalam mengelola keuangan.
Pasangan dapat memiliki dana yang lebih siap digunakan ketika menghadapi kebutuhan mendadak tanpa harus langsung mengandalkan utang atau mengorbankan tujuan keuangan lainnya.
Baca juga: Pengaruh Kondisi Finansial terhadap Kesehatan Mental
Cara Menghemat Keuangan Pasangan Muda
Setelah mengetahui pentingnya menghemat keuangan, langkah berikutnya adalah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pasangan nggak perlu melakukan perubahan ekstrem.
Kebiasaan sederhana seperti menyusun anggaran, mengendalikan pengeluaran, dan menyepakati prioritas bersama sudah dapat membantu menjaga keuangan rumah tangga tetap terarah. Berikut cara yang bisa diterapkan.
1. Buat Anggaran Keuangan Bersama
Mulailah dengan mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran rumah tangga. Masukkan kebutuhan rutin seperti tempat tinggal, listrik, internet, transportasi, makanan, hingga cicilan jika ada.
Setelah itu, tentukan berapa banyak uang yang dialokasikan untuk kebutuhan rumah tangga, tabungan, investasi, dan hiburan.
Anggaran ini sebaiknya dibuat berdasarkan kondisi keuangan nyata, bukan sekadar mengikuti pembagian tertentu yang belum tentu sesuai dengan kemampuan pasangan.
2. Bedakan Kebutuhan Rumah Tangga dan Keinginan
Setelah menikah, bedakan pengeluaran yang wajib dipenuhi dengan keinginan yang masih bisa ditunda.
Kebutuhan seperti tagihan dan kebutuhan pokok perlu diprioritaskan, sementara belanja barang yang belum diperlukan atau terlalu sering makan di luar bisa dikurangi.
3. Tentukan Batas Pengeluaran untuk Lifestyle
Menikmati waktu bersama pasangan tetap menjadi bagian dari kehidupan setelah menikah. Pergi makan, menonton film, berlibur, atau melakukan hobi bersama tidak harus dihilangkan hanya karena sedang berhemat.
Yang perlu dilakukan adalah menentukan batas pengeluaran untuk lifestyle. Dengan batasan yang disepakati bersama, pasangan tetap dapat menikmati waktu luang tanpa mengambil dana untuk kebutuhan rumah.
4. Atur Pengeluaran Makan dan Belanja
Pengeluaran untuk makanan dan kebutuhan rumah tangga dapat menjadi salah satu pos yang cukup sering muncul setiap bulan.
Tanpa perencanaan, pembelian kecil yang dilakukan berulang kali dapat membuat total pengeluaran menjadi lebih besar dari perkiraan.
Pasangan dapat membuat daftar belanja berdasarkan kebutuhan, menentukan jadwal belanja, dan merencanakan menu untuk beberapa hari ke depan.
Cara ini membantu mengurangi pembelian impulsif sekaligus mencegah bahan makanan yang sudah dibeli terbuang karena tidak digunakan.
5. Evaluasi Langganan dan Pengeluaran Rutin
Coba periksa kembali berbagai layanan yang dibayar setiap bulan, seperti layanan streaming, aplikasi berlangganan, keanggotaan gym, atau layanan digital lainnya.
Jika ada langganan bulanan yang jarang digunakan, pertimbangkan untuk menghentikannya.
Nominalnya mungkin terlihat kecil jika dilihat satu per satu, tetapi penghematan dari beberapa layanan sekaligus dapat dialihkan untuk tabungan atau kebutuhan lain yang lebih penting.
6. Manfaatkan Promo dan Diskon Secara Bijak
Promo dan diskon membantu mengurangi pengeluaran. Namun, jangan sampai potongan harga justru menjadi alasan untuk membeli sesuatu yang sebelumnya tidak dibutuhkan.
Sebelum menggunakan promo, pastikan barang atau layanan tersebut memang masuk dalam rencana pengeluaran.
Dengan begitu, promo benar-benar menghasilkan penghematan, bukan membuat pasangan mengeluarkan uang lebih banyak dari yang seharusnya.
7. Tetap Sediakan Uang untuk Kebutuhan Pribadi
Mengatur keuangan bersama bukan berarti seluruh pemasukan harus digunakan dan diputuskan secara bersama-sama.
Masing-masing pasangan tetap membutuhkan ruang untuk memenuhi kebutuhan pribadi tanpa harus merasa setiap pengeluaran kecil perlu dipermasalahkan.
Sediakan porsi tertentu dalam anggaran untuk kebutuhan pribadi masing-masing. Nominalnya dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan pasangan dan disepakati sejak awal.
Cara ini membantu menjaga keseimbangan antara tanggung jawab finansial bersama dan kebebasan dalam menggunakan sebagian uang untuk kebutuhan pribadi.
Menghemat keuangan akan lebih mudah dilakukan jika pasangan memiliki tujuan yang jelas. Daripada sekadar mengurangi pengeluaran, uang yang berhasil disisihkan dapat diarahkan untuk mencapai target seperti membeli rumah, menyiapkan dana pendidikan, berlibur, atau mewujudkan rencana lainnya.
Life Goals OCBC dapat membantu pasangan menyusun dan mengelola target finansial tersebut secara lebih terarah, sehingga kebiasaan menghemat tidak berhenti pada mengurangi pengeluaran, tetapi juga membantu mewujudkan tujuan yang ingin dicapai bersama.
Cara membuat fitur Life Goals juga cukup mudah, yaitu melalui aplikasi OCBC mobile. Setelah memiliki Life Goals, kamu juga bisa memilih produk tabungan atau investasi melalui aplikasi tersebut sesuai profil risiko kamu.
Pada akhirnya, menghemat keuangan pasangan muda itu penting untuk memastikan keuangan dalam kondisi sehat ketika fase kehidupan bertumbuh, seperti saat punya anak.
Penasaran seberapa sehat keuanganmu? Dalam hal ini, kamu bisa melakukan tes kesehatan finansial saat ini melalui Financial Fitness Check Up dari Ruang MeNyala.
Financial Fitness Check Up bisa mengecek kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Hasilnya bisa langsung didiskusikan dengan Nyala Trainer dalam sesi 1 on 1 Consultation.
Di sesi ini, kamu akan dapat banyak masukan terkait strategi keuangan dan investasi yang tepat untuk pasangan muda dalam mencapai target keuangan.
Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang MeNyala sekarang agar kamu bisa segera #FUNanciallyfit!
Baca juga: Bedakan Dulu: Asuransi dan Investasi Punya Tujuan Berbeda