Ketahui besaran dana darurat yang ideal untuk keluarga dengan anak, termasuk tips menabung yang realistis tanpa memberatkan pengeluaran bulanan. Cocok untuk pasangan muda dan keluarga kecil!
Punya dana darurat itu suatu keharusan dalam pengelolaan keuangan. Dana darurat ini berlaku untuk semua kondisi, baik saat masih single, menikah, hingga punya anak 1 atau lebih.
Dana darurat keluarga adalah simpanan khusus yang disiapkan untuk melindungi keuangan keluarga dari kondisi tak terduga seperti kehilangan penghasilan, sakit, kecelakaan, kebutuhan mendesak anak, hingga situasi darurat lain yang tidak bisa ditunda.
Prinsip dana darurat itu sama, yaitu harus likuid, mudah diakses, dan terpisah dari rekening tabungan untuk operasional harian. Dengan begitu, dana tersebut bisa langsung digunakan ketika kondisi darurat terjadi, tanpa mengganggu pos keuangan dan rencana lain.
Baca juga: Apa itu Konsumtif? Kenali Penyebab, Ciri-Ciri, dan Dampaknya
Berapa Besaran Dana Darurat Keluarga?
Besaran dana darurat itu disesuaikan dengan kondisi setiap individu. Misalnya kamu masih single, maka dana darurat yang harus kamu punya itu senilai 3-6 pengeluaran bulanan.
Jumlah ini meningkat seiring bertambahnya tanggung jawab ketika menikah dan punya anak. Pasalnya, risiko finansial jauh lebih besar karena mencakup biaya pendidikan, kesehatan anak, serta kebutuhan rumah tangga yang tidak bisa ditunda.
Dana darurat pada level keluarga harus mampu memberi ruang aman agar keluarga tetap bertahan tanpa mengorbankan kebutuhan penting saat kondisi keuangan terganggu.
Lalu berapa besarannya? Para penasihat keuangan menyarankan besaran dana darurat senilai 9-12 kali pengeluaran bulanan. Artinya, jika pengeluaran keluarga mencapai Rp10 Juta per bulan, maka dana darurat yang wajib disiapkan berkisar antara Rp90-120 Juta.
Baca juga: Tempat Terbaik Menyimpan Dana Darurat: Aman, Akses Mudah, dan Menguntungkan
Cara Mengumpulkan Dana Darurat Keluarga
Kabar baiknya, dana darurat itu bisa dikumpulkan secara bertahap. Artinya kamu nggak perlu menyisihkan uang sebesar 9-12 kali pengeluaran bulanan sekaligus, dan bisa mencicilnya setiap bulan hingga jumlah itu tercapai.
Berikut ini cara mengumpulkan dana darurat keluarga yang bisa kamu terapkan!
1. Tentukan Besaran yang Dialokasikan
Kamu sudah tahu berapa dana darurat ideal yang harus dimiliki. So, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menentukan berapa uang yang kamu alokasikan setiap bulan untuk pos dana darurat.
Dalam hal ini, kamu bisa menggunakan metode budgeting sederhana yaitu 50-30-20. Sebanyak 50% gaji digunakan untuk operasional bulanan, 30% untuk utang dan keinginan, 20% untuk tabungan dan investasi.
Jika kamu sedang punya tujuan keuangan tertentu, maka 20% itu bisa dibagi seperti 10% untuk tujuan keuangan, dan 10% sisanya untuk dana darurat. Namun jika tidak ada tujuan keuangan yang mendesak, kamu bisa alokasikan 20% untuk dana darurat.
Artinya, jika gaji bulanan yang kamu terima Rp10 Juta, maka yang dialokasikan untuk dana darurat berkisar antara Rp1-2 Juta (10-20%).
2. Sisihkan di Awal
Dana darurat harus langsung disisihkan begitu penghasilan atau gaji diterima, bukan menunggu sisa di akhir bulan. Dengan begitu, kamu menganggap dana darurat sebagai prioritas, bukan opsi.
Dengan menyisihkan di awal, kamu memaksa diri untuk menyesuaikan pengeluaran dengan sisa uang yang ada, sehingga peluang dana darurat terpakai untuk keinginan konsumtif bisa ditekan.
3. Gunakan Rekening Terpisah
Menyimpan dana darurat di rekening yang berbeda dari tabungan harian membantu menjaga fungsinya tetap utuh. Rekening terpisah membuat dana ini tidak tercampur dengan uang belanja sehingga aman.
Selain itu, dana darurat harus disimpan dalam aset yang likuid dan mudah diakses, karena dana darurat harus bisa digunakan cepat saat kondisi mendesak.
4. Manfaatkan Bonus dan Penghasilan Tambahan
Mengandalkan 20% gaji saja akan membuat dana darurat lambat terkumpul. Oleh karena itu, kamu bisa memanfaatkan bonus kerja, THR, atau penghasilan sampingan untuk mempercepat pengumpulan dana darurat.
Mengalokasikan sebagian atau seluruh dana tidak rutin ke pos ini tidak akan mengganggu arus kas bulanan. Strategi ini cocok untuk keluarga yang merasa sulit menambah nominal tabungan dari gaji tetap.
Itulah ulasan mengenai berapa besaran dana darurat keluarga dan cara ampuh mengumpulkannya. Punya dana darurat penting untuk memastikan keuangan tidak terganggu, tetap sehat dan stabil
Penasaran seberapa sehat finansialmu? Jika iya, kamu bisa melakukan Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA. FFCU akan membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.
Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa bisa membahas hasil tes kamu dengan Nyala Trainer. Daftarkan segera jadwal konsultasi 1 on 1 konsultasi kamu di Ruang MeNyala secara gratis.
Dengan berkonsultasi dengan Nyala Trainer, kamu akan tahu bagaimana cara menabung untuk mengumpulkan dana darurat yang efektif untuk kondisi keuangan kamu saat ini.
Yuk, buruan meluncur ke Financial Fitness Check Up di website Ruang MeNyala!
Baca juga: Cara Investasi Reksadana Untuk Pemula dan Tips Agar Untung