Jangan biarkan konsumtif menggerogoti tabunganmu! Kenali 5 kebiasaan ini yang sering tidak disadari dan mulai kendalikan pengeluaran sehari-hari!
Konsumtif adalah barang yang hanya digunakan untuk konsumsi semata, dimana harganya selalu turun dan tidak bisa mendapatkan pendapatan dari pembelian barang tersebut.
Sederhananya, kebiasaan konsumtif adalah ketika kamu membelanjakan uang tanpa perencanaan matang dan barang tersebut tidak memberikan pendapatan tambahan ke arus kas keuangannya.
Pada akhirnya, kebiasaan ini membuat kamu menghabiskan uang tanpa pertimbangan matang, mengabaikan prioritas, dan berpotensi menimbulkan masalah keuangan serta dampak negatif pada lingkungan.
Baca juga: 5 Cara Menyimpan Uang Agar Tidak Boros, Wajib Dicoba!
Kebiasaan Konsumtif yang Tidak Disadari
Konsumtif itu bukan cuma terjadi pada transaksi besar. Pada kenyataannya, banyak kebiasaan kecil yang sebenarnya sangat konsumtif, tapi tidak disadari karena transaksi yang terjadi jumlahnya cukup kecil.
Meski begitu, ketika dikalkulasikan, transaksi nominal kecil itu rupanya cukup membebani finansial. Contohnya adalah kebiasaan ngopi. Memang harga satu cup cuma Rp20-30 Ribu, tapi kalau setiap hari ngopi, maka 1 bulan ada Rp600 - 900 Ribu uang keluar.
Berikut ini beberapa contoh kebiasaan konsumtif yang seringnya tidak disadari, lengkap dengan solusi yang bisa diterapkan.
1. Kalap saat Ada Diskon
Banyak orang tergoda membeli barang hanya karena label “diskon” atau “promo”, padahal nggak benar-benar butuh. Kebiasaan ini membuat dompet cepat terkuras karena uang yang seharusnya bisa ditabung habis untuk barang yang jarang dipakai.
Solusinya adalah membuat daftar belanja sebelum pergi ke toko atau membuka e-commerce, lalu disiplin hanya membeli barang yang sudah ada di daftar tersebut.
2. Mengandalkan Paylater atau Cicilan
Menggunakan paylater memang terasa praktis, tetapi jika dipakai untuk belanja kebutuhan rutin seperti makanan, ongkos transportasi, atau barang kecil yang dibeli secara mencicil, maka keuangan jadi nggak sehat. Tagihan menumpuk di akhir bulan, sementara gaji sudah menipis.
Solusinya adalah jangan gunakan paylater untuk kebutuhan sehari-hari. Maka, kita harus membuat budgeting bulanan dan memastikan bahwa keuangan kamu bisa mencukupi kebutuhan bulanan kamu.
3. Beli Barang Branded demi Gaya
Keinginan terlihat keren di depan orang lain membuat seseorang mengeluarkan uang lebih untuk membeli barang bermerek. Padahal, fungsi barang tersebut bisa didapat dengan harga jauh lebih murah.
Solusinya adalah menyeimbangkan antara kebutuhan gaya dan kondisi finansial. Sesekali membeli barang branded tidak masalah, asalkan sudah menabung terlebih dahulu.
Baca juga: Perbedaan Preloved dan Barang Bekas yang Harus Diketahui
4. Mengabaikan Pengeluaran Kecil yang Rutin
Banyak orang merasa “ah cuma Rp10 Ribu” atau “cuma sekali ini saja” setiap kali mengeluarkan uang kecil. Namun, tanpa sadar, pengeluaran kecil ini dilakukan berulang-ulang hingga jumlahnya besar dalam sebulan.
Solusinya adalah mencatat pengeluaran sekecil apa pun, baik manual maupun dengan aplikasi keuangan. Dari catatan tersebut, bisa terlihat mana kebiasaan kecil yang ternyata membuat boros, sehingga lebih mudah dikendalikan.
5. Beli Barang karena Fear of Missing Out (FOMO)
Banyak orang tidak sadar bahwa dorongan membeli sesuatu datang bukan dari kebutuhan, melainkan dari rasa takut ketinggalan tren.
Misalnya, setiap kali ada tren fashion baru, gadget terbaru, atau promo terbatas waktu, seseorang merasa harus segera memiliki agar tidak tertinggal dibanding lingkungannya. Padahal, barang yang dibeli tidak benar-benar dibutuhkan dan akhirnya hanya menumpuk.
Solusinya adalah dengan melatih kesadaran diri sebelum membeli. Tanyakan pada diri sendiri apakah barang tersebut akan tetap bermanfaat dalam jangka panjang atau hanya memberi kepuasan sesaat.
Menghindari kebiasaan konsumtif dan memulai gaya hidup hemat merupakan langkah yang tepat untuk mendapatkan kesehatan finansial sedini mungkin.
Supaya bisa keluar dari siklus boros, kamu bisa cek dulu kesehatan finansial dengan melakukan Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA.
Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan pertama kali agar kamu tidak konsumtif dan lebih bijak dalam menggunakan uang.
Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Lalu, kamu juga bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.
Dengan sesi konsultasi ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk keuangan kamu.
Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang agar kamu bisa segera #FinanciallyFit!
Baca juga: Pilih Jurusan yang Tepat, Agar Prospek Karir Melesat