Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

7 Cara Bijak Gunakan Pesangon Pensiun

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 28 Juli 2025 | 389 dilihat

7 Cara Bijak Gunakan Pesangon Pensiun

Pensiun adalah masa saat seorang pekerja mengakhiri masa kerjanya setelah bertahun-tahun berkarir. Masa pensiun juga sebagai akhir dari masa karir yang sudah dibangun sejak muda dulu. 

Saat ini usia pensiun bagi pekerja di Indonesia  yang terdaftar dalam program Jaminan Pensiun (JP) BPJS Ketenagakerjaan adalah 59 tahun. Setelah pensiun dan tidak bekerja, seorang pensiunan berhak mendapatkan pesangon pensiun, baik yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun karyawan swasta.

Baca juga: Kenapa Pensiun Dini Sulit Diwujudkan? Ini Kesalahannya!

Uang Pesangon PNS dan Swasta

Uang pesangon pensiun adalah sejumlah uang yang wajib diberikan pemberi kerja kepada pegawai atau karyawan yang memasuki usia pensiun dan diatur dalam undang-undang terkait. 

Jika berprofesi sebagai PNS, maka hak pensiun yang diterima meliputi pensiun pokok, tunjangan pensiun, hingga tunjangan hari tua. 

Uang pensiun pokok PNS diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15/2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7/1977 tentang Peraturan Gaji PNS.

Menurut PP tersebut, gaji pensiun PNS adalah sebesar 75% dari gaji pokok PNS yang bersangkutan pada saat pensiun. Gaji pokok PNS ditentukan berdasarkan golongan, ruang, dan masa kerja PNS.

PNS yang pensiun karena mencapai batas usia, berhak mendapatkan gaji pensiun seumur hidup. PNS yang pensiun karena alasan lain, seperti meninggal dunia, cacat, atau diberhentikan dengan hormat, berhak mendapatkan gaji pensiun selama 15 tahun. 

Sementara untuk karyawan swasta, pesangon pensiun diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021. 

Dalam aturan tersebut, karyawan pensiun berhak atas uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak. Besaran pesangon dihitung berdasarkan masa kerja dan diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

Komponen uang pesangon karyawan swasta meliputi:

  • Uang Pesangon (UP): Sebesar 1,75 kali upah. 
  • Uang Penghargaan Masa Kerja (UPMK): Sebesar 1 kali upah. 
  • Uang Penggantian Hak (UPH): Meliputi cuti tahunan yang belum diambil, biaya pulang, dan hal lain yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

Baca juga: 8 Jenis Investasi untuk Anak Muda, Jadi Cuan Sejak Dini!

Bijak Gunakan Pesangon Pensiun

Uang pesangon pensiun harus dikelola dengan prinsip aman, terencana, dan produktif. Jangan tergoda untuk langsung menghabiskan untuk hal konsumtif, sehingga kamu bisa menjalani masa pensiun dengan damai.

Berikut ini 7 cara bijak menggunakan uang pesangon pensiun yang bisa kamu terapkan. 

1. Lunasi Utang yang Masih Ada

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah melunasi utang, terutama yang berbunga tinggi seperti kartu kredit atau pinjaman konsumtif. Jika masih ada cicilan rumah atau kendaraan, prioritaskan untuk melunasinya. 

Utang bisa menjadi boomerang. Maka melunasinya ketika dapat pesangon bisa menjamin hidup lebih ringan tanpa beban dan tekanan finansial saat sudah pensiun.

2. Sisihkan Dana Darurat Khusus Pensiun

Meski sudah pensiun, dana darurat tetap penting. Idealnya, simpan dana darurat sebesar 6–12 kali pengeluaran bulanan. Hal ini penting karena di usia pensiun risiko kesehatan meningkat dan pendapatan tidak seaktif dulu. 

Sebagai catatan, dana darurat harus disimpan dalam bentuk aset yang likuid, seperti rekening tabungan khusus atau instrumen yang mudah dicairkan, sehingga kamu bisa mengaksesnya dengan mudah saat dibutuhkan.

3. Alokasikan ke Investasi yang Aman

Pesangon pensiun sebaiknya tidak dihabiskan untuk konsumsi, tapi dikelola agar terus berkembang. Pilih instrumen yang minim risiko seperti deposito dan obligasi pemerintah.

Hindari investasi yang terlalu agresif karena risiko kehilangan uang lebih besar. Ingat, fokus di masa pensiun adalah melindungi modal, bukan mengejar return tinggi.

4. Buat Skema Anggaran Bulanan

Setelah pensiun, sumber penghasilan pasti berkurang. Maka, buat anggaran pengeluaran yang realistis dari dana pesangon ditambah pemasukan pensiun (jika ada). Kamu bisa pakai metode 50-30-20, yaitu:

  • 50% kebutuhan pokok (makan, listrik, kesehatan)
  • 30% keinginan (hiburan, rekreasi)
  • 20% tabungan atau investasi

Baca juga: 10 Metode Budgeting untuk Mengelola Keuangan, Efektif!

5. Miliki Asuransi Kesehatan

Usia pensiun identik dengan meningkatnya risiko kesehatan. Maka, sisihkan dana pesangon untuk biaya kesehatan, baik dengan membayar BPJS Kesehatan atau menambah iuran asuransi yang sudah dimiliki sebelumnya. 

6. Bangun Penghasilan Pasif

Agar pesangon tidak terus berkurang, manfaatkan sebagian untuk membangun income pasif. Misalnya, beli properti kecil untuk disewakan, buka kontrakan, atau investasi pada produk keuangan yang memberikan imbal hasil tetap. 

Pilihan lain adalah bisnis kecil-kecilan yang sesuai minat, misalnya warung kopi, jualan makanan ringan, atau usaha rumahan. Ini bisa jadi sumber penghasilan pasif sekaligus mengisi waktu pensiun dengan kegiatan produktif.

7. Nikmati dengan Bijak untuk Quality Time

Pesangon pensiun juga untuk dinikmati, tapi secara bijak. Gunakan sebagian kecil untuk traveling bersama keluarga atau melakukan hobi yang selama ini tertunda. 

Namun, pastikan porsinya tidak lebih besar dari kebutuhan pokok atau investasi. Ingat, tujuan pensiun adalah bahagia, bukan boros sesaat lalu menyesal di kemudian hari.

Pengelolaan uang pesangon pensiun yang tepat akan menunjang kesehatan finansial jangka panjang. Penasaran seberapa sehat finansialmu saat ini? Caranya sangat mudah, kamu bisa klik tautan ini

Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu bagaimana kondisi kesehatan finansialmu dan bisa menentukan akan membuka usaha apa. 

Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa membahas hasilnya dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.

Segera daftar Konsultasi 1 on 1 dan kamu bisa mengetahui strategi yang tepat untuk keuangan kamu. Termasuk usaha apa yang cocok dengan profil dan juga kondisi finansial kamu! Banyak banget kan manfaatnya?

Baca juga: Cara Melihat Grafik Saham untuk Pemula, Ini Contohnya!


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page