Siapa sih yang nggak mau pensiun dini? Dengan pensiun dini, artinya kamu sudah meraih kemerdekaan finansial, nggak perlu bekerja setiap hari, tinggal menikmati hidup saja.
Lalu dari mana uang untuk sehari-hari? Ya dari imbal hasil investasi yang selama ini kamu kumpulkan. Artinya, saat pensiun dini dengan kebebasan finansial, uang yang akan bekerja untuk kamu, bukan sebaliknya!
Hanya saja, banyak orang yang ingin pensiun dini, tapi tak pernah sampai ke tujuan. Kira-kira kenapa ya?
Baca juga: 10+ Kesalahan Investasi yang Harus Dihindari Investor Pemula
Alasan Pensiun Dini Gagal
Usut punya usut, kegagalan banyak orang untuk pensiun dini dengan kemapanan finansial ya disebabkan kebiasaan mereka sendiri.
Mereka ingin pensiun dini, ingin merdeka finansial, tetapi banyak keputusan dalam hidup, terutama yang berkaitan dengan uang, nggak mencerminkan tujuan tersebut.
Nah berikut ini beberapa kesalahan yang bikin rencana pensiun dini jadi berantakan. Simak dan hindari!
1. Gaya Hidup Konsumtif
Boros dalam pengeluaran sehari-hari, suka belanja impulsif, sering upgrade gaya hidup tanpa pertimbangan keuangan adalah jebakan umum yang bikin dana pensiun nggak pernah cukup.
Solusinya, biasakan mencatat pengeluaran, buat batas belanja bulanan, dan tunda keinginan konsumtif yang tidak mendesak. Fokuslah pada kebutuhan, bukan keinginan.
2. Tak Punya Rencana Keuangan
Banyak orang ingin pensiun muda, tapi nggak punya perencanaan finansial yang konkret. Hanya berharap dari gaji bulanan tanpa investasi jelas.
Jika kamu begini, maka mulailah membuat perencanaan keuangan jangka panjang, mulai dari target dana pensiun, estimasi pengeluaran saat pensiun, dan strategi investasi yang sesuai profil risiko kamu.
3. Menunda Investasi
Semakin lama kamu menunda berinvestasi, makin besar beban yang harus ditanggung di kemudian hari. Waktu adalah aset utama dalam investasi, apalagi jika ingin pensiun dini.
Untuk itu, mulailah berinvestasi sesegera mungkin, meski dengan jumlah kecil. Manfaatkan efek compounding dari waktu ke waktu agar dana berkembang maksimal.
4. Bergantung pada Satu Sumber Penghasilan
Pensiun dini nggak bisa terwujud jika kamu hanya mengandalkan satu sumber penghasilan saja.
Bahkan, satu penghasilan, seperti gaji bulanan dari pekerjaan, bisa berisiko besar, apalagi jika sewaktu-waktu ada krisis ekonomi atau pemutusan kerja.
Solusinya, kamu perlu bangun penghasilan tambahan, entah dari bisnis kecil, freelance, atau investasi yang menghasilkan pendapatan pasif seperti properti atau dividen saham.
5. Tidak Punya Dana Darurat
Ketika ada kejadian tak terduga seperti sakit atau kehilangan pekerjaan, dan kamu tak punya dana darurat, rencana pensiun dini bisa bubar jalan karena tabungan terpakai
Maka, bangun dana darurat minimal 6–12 kali pengeluaran bulanan agar kamu tetap aman saat situasi tak terduga terjadi.
6. Dana Pensiun Tidak Diprioritaskan
Menabung sisa uang di akhir bulan seringnya berakhir dengan “nggak ada sisa”. Tanpa disiplin menyisihkan dana pensiun, impian pensiun dini bakal makin jauh.
Terapkan prinsip “bayar diri sendiri dulu.” Begitu terima gaji, langsung sisihkan persentase tertentu untuk dana pensiun sebelum untuk keperluan lain.
7. Buta Literasi Keuangan
Kurang pemahaman soal keuangan, investasi, dan perencanaan pensiun bisa bikin kamu salah ambil keputusan, atau bahkan jadi korban penipuan berkedok investasi.
Luangkan waktu untuk belajar keuangan pribadi. Ikuti kelas, baca buku, atau dengarkan podcast tentang keuangan agar kamu bisa ambil keputusan yang lebih cerdas untuk masa depan.
Baca juga: Ini Kisaran Gaji dan Biaya Hidup di Singapura per Bulan
Strategi Pensiun Dini
Kunci meraih pensiun dini dan merdeka finansial adalah perencanaan keuangan yang baik.
Menurut Founder Tailored Financial Planning yang berbasis di Inggris, Stacy Dervin, ada tiga langkah dalam perencanaan keuangan untuk mewujudkan rencana pensiun dini.
1. Tentukan Tujuan
Setiap orang tentu memiliki definisi masing-masing terkait pensiun dini. Oleh karena itu, kamu perlu mendefinisikan pensiun dini yang kamu inginkan itu seperti apa, dan dari situlah tujuan akan terumuskan.
Semakin cepat kamu menentukan tujuan, maka peluang untuk meraih pensiun dini pun akan semakin cepat. Tentu saja, kamu harus komitmen dengan tujuan ini.
2. Menabung dan Investasi
Semua tujuan yang ditetapkan pada langkah pertama hanya bisa terwujud jika kamu menabung dan berinvestasi. Menabung saja mungkin nggak cukup, maka investasi bisa jadi keputusan yang tepat.
Semua perencana keuangan sepakat bahwa investasi adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan kekayaan dan uang seseorang. Dengan investasi pada instrumen yang tepat, kamu berpotensi mendapat keuntungan.
3. Pilih Investasi Sesuai Profil Risiko
Memilih instrumen investasi tidak bisa sembarangan. Kamu harus mengetahui profil risiko investasi pribadimu, lalu memilih instrumen yang sesuai dengan itu.
Profil risiko investasi adalah suatu indikator atau petunjuk untuk mengetahui tingkat risiko investasi yang bisa ditoleransi atau diterima oleh seorang investor dalam mengalokasikan dananya.
Salah satunya yaitu, risiko mengenai potensi kerugian akibat volatilitas atau naik turunnya nilai instrumen saham di pasar modal.
Ada lima jenis profil risiko investasi, yaitu sangat agresif, agresif, moderat, seimbang, dan konservatif.
Masing-masing jenis ini ditentukan berdasarkan usia, kondisi keuangan, jumlah tanggungan, besaran penghasilan, hingga pengetahuan tentang investasi itu sendiri.
Gimana, siap mewujudkan rencana pensiun dini dengan kemerdekaan finansial? Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah berkonsultasi dengan perencana keuangan.
Konsultan akan menjelaskan di mana posisi kesehatan finansialmu saat ini, hingga instrumen investasi apa yang sesuai untukmu agar bisa pensiun dini sesuai rencana.
Kabar gembiranya, kamu sekarang bisa cek kesehatan keuangan kamu di sini. Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan pertama kali supaya keuangan kamu lebih sehat dan membuatmu bahagia.
Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Lalu, kamu juga bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.
Dengan sesi konsultasi ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk keuangan kamu.
Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang agar kamu bisa segera #FinanciallyFit!
Baca juga: Biaya Hidup di Australia, Berapa Gaji yang Pas Biar Hidup Layak?