Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

5 Cara Kelola Keuangan Saat Punya Penyakit Kronis

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 27 September 2025 | 337 dilihat

5 Cara Kelola Keuangan Saat Punya Penyakit Kronis

Hidup dengan penyakit kronis dan gaji terbatas? Simak 5 cara kelola keuangan agar tetap stabil tiap bulan.

Penyakit kronis adalah gangguan kesehatan yang berlangsung lama dan memerlukan perawatan medis berkelanjutan atau membatasi aktivitas sehari-hari. 

Jenis penyakit ini berbeda dengan penyakit biasa yang cenderung cepat sembuh. Pasalnya, penyakit kronis seringkali tidak bisa sembuh total, dan tindakan medis hanya memperlambat perkembangannya saja. 

Ada banyak jenis penyakit kronis, berikut beberapa di antaranya:

  • Penyakit Jantung
  • Diabetes Mellitus (Tipe 1 dan 2)
  • Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
  • Kanker
  • Penyakit Ginjal Kronis
  • Asma dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis)
  • Gangguan Mental seperti Depresi dan Kecemasan

Karena sifatnya yang nggak bisa sembuh, penyakit kronis menuntut pengobatan jangka panjang, sehingga memerlukan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, penting bagi penderita penyakit kronis untuk mengatur ulang pengelolaan keuangannya!

Baca juga: Asuransi Penyakit Kritis: Solusi untuk Keamanan Finansial

Atur Ulang Keuangan saat Sakit Kronis

Mengatur ulang pengelolaan keuangan merupakan keharusan saat kamu divonis menderita penyakit kronis. Berikut cara yang bisa kamu tempuh!

1. Revisi Anggaran

Saat masih sehat, pos pengeluaran biasanya banyak dialokasikan untuk gaya hidup, seperti hiburan, nongkrong, traveling, atau bahkan cicilan barang-barang biar naik level. 

Namun begitu vonis penyakit kronis, situasi langsung berubah. Anggaran yang tadinya fleksibel harus dirombak total. Porsinya sekarang lebih banyak dialokasikan buat biaya medis, seperti beli obat, cek lab, kontrol dokter, hingga terapi. 

Itu artinya ,terdapat beberapa pos keuangan yang harus mulai diubah karena saat ini, prioritas keuangan dalam hidup kamu berubah.Misalnya, budget jalan-jalan dipotong separuh atau bahkan di-cut total, lalu uangnya diperuntukkan ke biaya kesehatan. 

Intinya, bukan berarti tidak bisa menikmati hidup, tapi saat ini prioritas keuangan kamu berubah. Kamu tetap bisa mengalokasikan budget senang-senang kamu, tapi akan berubah porsinya.

2. Jangan Menambah Utang Konsumtif

Jika sebelum sakit, kamu masih punya cicilan seperti kendaraan, gadget atau ada cicilan kartu kredit dan masih on the budget, hal ini masih wajar. Namun, ketika sudah di vonis sakit kritis, sudah saatnya untuk tidak menambah utang konsumtif.

Biar nggak jadi beban tambahan, langkah paling bijak adalah fokus untuk melunasi cicilan yang berjalan saat ini dan jangan menambah cicilan konsumtif lainnya.

Begitu cicilan selesai, cash flow bakal jauh lebih lega, jadi uang yang tadinya untuk cicilan konsumtif bisa dialihkan buat kebutuhan pengobatan atau tabungan kesehatan. 

3. Alihkan Aset ke Instrumen yang Likuid

Sebelum sakit, banyak orang suka berinvestasi di instrumen agresif seperti saham atau reksa dana saham karena return-nya besar. Namun kondisi akan berubah, sekarang prioritasnya bukan ngejar return tinggi, melainkan punya aset yang aman dan gampang dicairkan. 

Oleh karena itu, sebagian portofolio sebaiknya dipindahkan ke instrumen yang lebih stabil dan likuid seperti deposito, reksa dana pasar uang, atau tabungan berjangka. 

Dengan begitu, ketika suatu saat ada kebutuhan mendesak buat bayar rumah sakit, kamu nggak perlu pusing jual saham yang lagi merah atau nunggu timing market. Uang aman, pikiran juga lebih tenang.

Baca juga: 7 Alasan Kenapa Orang Tua Wajib Punya Asuransi

4. Optimalkan BPJS dan Asuransi yang Dimiliki

Salah satu hal paling sering disesali orang adalah baru sadar pentingnya proteksi setelah sakit. Nah, buat yang sudah punya BPJS Kesehatan atau asuransi swasta, sekarang waktunya untuk benar-benar dimanfaatin.

Cek lagi polisnya, pahami apa saja yang ditanggung, dan pastikan rumah sakit yang dituju masuk rekanan biar nggak keluar biaya besar. Jika ternyata penyakit kronis yang diderita nggak masuk cover, minimal BPJS bisa jadi backup lumayan. 

Jangan ragu buat tanya detail ke pihak asuransi, agar manfaat yang didapat maksimal. Dengan cara ini, biaya out-of-pocket bisa jauh berkurang dan tabungan nggak terkuras habis.

5. Bikin Dana Medis Khusus Terpisah dari Dana Darurat

Sebelum sakit, dana darurat biasanya disiapkan 6-12 bulan pengeluaran hidup, itu sudah standar. Tapi setelah sakit kronis, kebutuhan medis jadi rutin, nggak bisa diabaikan. 

Sehingga kamu jadi perlu bikin “rekening medis khusus” yang isinya memang buat pengobatan, kontrol, atau terapi jangka panjang. Rekening ini harus dipisahkan dari dana darurat biar jelas fungsinya. 

Jadi misalnya ada tagihan rumah sakit, langsung ambil dari dana medis, bukan ngorbanin tabungan atau ngacak-ngacak dana darurat. Cara isiannya bisa dari gaji bulanan, bonus kerja, atau hasil investasi aman.

Itulah ulasan mengenai cara mengelola ulang keuangan saat menderita penyakit kronis. Sebelum benar-benar menderita penyakit kronis, sangat penting bagi setiap individu punya asuransi kesehatan.

Asuransi kesehatan ibarat “sedia payung sebelum hujan”. Kamu bisa dapat banyak manfaat dengan memiliki proteksi kesehatan, baik dari BPJS, asuransi swasta, maupun keduanya. 

Sebelum memilih asuransi apa yang tepat, ada baiknya kamu mengetahui kesehatan keuanganmu terlebih dulu dengan mengikuti Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA. 

Setelah melakukan Financial Fitness check up, kamu juga bisa langsung konsultasi hasil Financial Fitness Check Up dengan Nyala Trainer loh! 

Dengan Nyala Trainer yang sudah berpengalaman, kamu akan mendapatkan sesi konsultasi 1 on 1 untuk membantu dalam menganalisa kesehatan keuangan, sehingga bisa memutuskan akan membeli polis asuransi apa untuk proteksi kesehatan!

Caranya pun mudah, kamu hanya perlu menentukan jadwal yang diinginkan, lalu pilih Nyala Trainer. Tunggu saja hari konsultasinya tiba.

Baca juga: Mengenal Asuransi Jiwa, Manfaat, hingga Jenis-Jenisnya


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page