Summary
Deductible adalah biaya yang harus dibayar sendiri oleh pemegang polis sebelum asuransi menanggung sisa klaim. Sistem ini bisa membuat premi lebih murah, tetapi juga mengharuskan nasabah menyiapkan dana saat mengajukan klaim. Karena itu, penting memahami cara kerja deductible agar perlindungan asuransi sesuai dengan kondisi keuangan.
Deductible dalam asuransi sering membingungkan. Simak penjelasannya untuk tahu apakah menguntungkan atau justru merugikan!
Asuransi punya banyak istilah yang perlu dipahami sebelum mengambil keputusan, salah satunya adalah deductible. Istilah ini berkaitan dengan biaya yang harus ditanggung sendiri oleh pemegang polis sebelum manfaat asuransi dapat digunakan.
Bagi sebagian orang, deductible dianggap sebagai cara untuk menekan premi, tetapi di sisi lain juga bisa menjadi beban saat klaim dilakukan.
Karena itu, penting untuk memahami bagaimana deductible bekerja dan dampaknya terhadap keuangan. Dengan memahaminya, kamu bisa menentukan apakah skema ini lebih menguntungkan atau justru berisiko bagi kondisi finansialmu.
Baca juga: 6 Alasan Pentingnya Asuransi Kesehatan untuk Masa Depan
Mengenal Deductible
Deductible dalam asuransi adalah sejumlah biaya yang harus ditanggung sendiri oleh pemegang polis sebelum perusahaan asuransi mulai menanggung sisa biaya klaim.
Dengan kata lain, ini adalah “porsi awal” yang wajib dibayar sendiri setiap kali terjadi klaim, sesuai dengan ketentuan dalam polis.
Konsep ini biasanya digunakan untuk membagi risiko antara nasabah dan perusahaan asuransi. Semakin besar nilai deductible yang dipilih, biasanya premi yang dibayar akan lebih rendah.
Sebaliknya, jika deductible kecil atau bahkan tidak ada, premi cenderung lebih tinggi karena perusahaan asuransi menanggung lebih banyak risiko.
Dalam praktiknya, deductible bisa berbentuk nominal tetap atau persentase dari total klaim.
Misalnya, jika deductible sebesar Rp1 Juta dan total biaya klaim Rp5 Juta, maka kamu harus membayar Rp1 Juta terlebih dahulu, sementara sisanya ditanggung oleh asuransi sesuai ketentuan polis.
Baca juga: Bagaimana Hukum Asuransi dalam Islam?
Jenis Deductible
Dalam praktiknya, deductible dalam asuransi tidak hanya memiliki satu bentuk. Ada beberapa jenis yang digunakan untuk menyesuaikan pembagian risiko antara nasabah dan perusahaan asuransi.
1. Risiko Sendiri Tetap
Jenis deductible ini memiliki nominal yang sudah ditentukan sejak awal dan nilainya tetap setiap kali terjadi klaim. Artinya, berapa pun total biaya yang diajukan, kamu tetap harus membayar sejumlah tertentu sesuai yang tertera dalam polis.
Misalnya, jika risiko sendiri ditetapkan Rp1 Juta, maka setiap klaim kamu wajib membayar Rp1 Juta terlebih dahulu. Sisanya baru akan ditanggung oleh asuransi sesuai ketentuan.
2. Risiko Sendiri Persentase
Pada jenis ini, besar deductible dihitung berdasarkan persentase dari total nilai klaim. Artinya, semakin besar nilai klaim, semakin besar juga biaya yang harus kamu tanggung.
Sebagai contoh, jika deductible sebesar 10% dan total klaim Rp10 Juta, maka kamu harus menanggung Rp1 Juta. Namun, jika nilai klaim lebih besar, misalnya Rp50 Juta, maka bagian yang harus dibayar juga ikut meningkat menjadi Rp5 Juta.
Baca juga: Kelebihan Asuransi Kesehatan Swasta & Bedanya dengan BPJS
Deductible Bikin Rugi atau Untung?
Banyak orang masih bingung apakah deductible dalam asuransi menguntungkan atau merugikan. Jawabannya tidak selalu satu arah, karena manfaat atau risikonya sangat bergantung pada cara penggunaan, kondisi keuangan, serta jenis perlindungan yang dipilih.
Deductible bisa menguntungkan, jika digunakan dengan tepat. Konsep ini bisa memberikan keuntungan karena biasanya membuat premi asuransi menjadi lebih murah.
Hal ini cocok buat kamu yang ingin menekan biaya bulanan, terutama jika merasa jarang melakukan klaim. Dengan kata lain, kamu “berbagi risiko” dengan perusahaan asuransi, sehingga biaya premi tidak terlalu tinggi.
Selain itu, deductible juga bisa membantu menghindari klaim kecil yang sebenarnya masih bisa ditanggung sendiri. Hal ini membuat perlindungan asuransi lebih difokuskan untuk risiko besar yang benar-benar berdampak signifikan pada keuangan.
Sebaliknya, deductible juga bisa merugikan jika tidak dipertimbangkan dengan matang. Pasalnya, deductible mengharuskan kamu menyiapkan dana di awal sebelum asuransi menanggung sisanya.
Risiko lain muncul ketika memilih deductible tinggi hanya demi premi murah, tetapi tidak siap saat harus membayar biaya sendiri. Dalam situasi seperti ini, manfaat asuransi justru tidak terasa maksimal karena sebagian biaya tetap harus ditanggung.
Itulah ulasan mengenai deductible dalam asuransi, apakah menguntungkan atau merugikan. Asuransi bisa menjaga kesehatan finansial ketika terjadi risiko. Penasaran seberapa sehat kesehatan finansial saat ini?
Mengecek kesehatan finansial kini bisa dilakukan dengan mudah melalui Financial Fitness Check Up yang bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.
Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendaftar untuk mengikuti layanan 1 on 1 Consultation dengan Nyala Trainer. Di sesi ini, kamu bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dan menyusun strategi keuangan secara cermat.
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!
Baca juga: Ini Macam-Macam Asuransi di Indonesia yang Perlu Kamu Tahu