Gagal bayar dalam dunia keuangan disebut juga dengan istilah default. Menurut hukum, gagal bayar adalah wanprestasi yang terjadi ketika kamu gagal memenuhi tanggung jawab terkait pinjam-meminjam.
Dalam beberapa waktu terakhir, gagal bayar menjadi fenomena di antara masyarakat, terutama terkait dengan pinjaman online. Hal ini dikuatkan oleh laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Maret 2025 lalu.
Menurut OJK dalam laporannya itu, total pinjaman fintech peer-to-peer (P2P) lending yang belum dibayar mencapai Rp79,96 Triliun dengan tingkat gagal bayar (TWP90) sebesar 2,77 persen.
Menurut Dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Dr Laily Dwi Arsyianti, fenomena galbay pinjaman online ini terjadi bukan karena kondisi ekonomi yang sulit semata.
Memang ekonomi sedang sulit, kata dia, tapi fenomena galbay juga didorong oleh perilaku konsumtif masyarakat yang meningkat, salah satunya karena mengikuti tren media sosial.
“Mengikuti tren menjadi semacam kewajiban bagi masyarakat tipe ini. Padahal, pinjaman seharusnya menjadi alternatif terakhir ketika dana tunai tidak tersedia untuk kebutuhan pokok atau untuk menjaga arus kas kegiatan produktif,” kata Laily, dikutip dari laman IPB University.
Baca juga: Kartu Kredit vs Pinjaman Online, Lebih Baik yang Mana?
Risiko Gagal Bayar Pinjol
Pinjaman online memang mudah didapat dan tidak perlu jaminan. Namun bukan berarti kamu bebas untuk tidak membayar cicilan sehingga gagal bayar. Tetap ada risiko ketika kamu galbay pinjaman!
Ada beberapa risiko galbay pinjaman online yang mengintai dan merugikan keuangan di kemudian hari. Berikut beberapa di antaranya!
1. Skor Kredit Buruk
Gagal bayar langsung mempengaruhi skor kredit di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Skor kredit ini menjadi catatan seluruh riwayat pinjaman kamu. Begitu tercatat menunggak atau gagal bayar, status kredit menjadi buruk.
Dampaknya, kamu akan dianggap tidak layak oleh lembaga keuangan, sehingga proses pengajuan pinjaman atau kartu kredit di masa depan bisa ditolak.
2. Bunga dan Denda Bikin Utang Makin Numpuk
Pinjol terkenal dengan bunga yang tinggi dan denda keterlambatan yang agresif. Saat kamu gagal bayar, utang tidak hanya berhenti di nominal pokok, tetapi akan terus membengkak akibat bunga harian dan penalti.
Dalam hitungan minggu atau bulan, jumlah tagihan bisa berlipat ganda. Ini membuat kamu semakin sulit melunasi dan bisa terjebak dalam lingkaran utang.
3. Sulit Mendapat Pinjaman di Masa Depan
Selain masalah skor kredit, reputasi finansial kamu ikut rusak. Banyak perusahaan pinjaman, baik bank maupun non-bank, menggunakan data dari OJK dan fintech untuk menilai calon peminjam.
Jika namamu masuk daftar hitam, bukan hanya pinjaman besar yang sulit didapat, bahkan layanan keuangan kecil seperti cicilan barang elektronik atau kredit kendaraan bisa ditolak. Ini akan membatasi kemampuan kamu untuk melakukan pembiayaan di masa depan.
Baca juga: Mengenal Kartu Sultan, Ini Pemilik Black Card di Indonesia
Strategi Menghindari Galbay
Memiliki pinjaman atau utang bisa menjadi jalan keluar ketika terjadi kondisi darurat. Namun kamu harus memastikan kemampuan keuangan untuk membayar cicilan per bulan hingga lunas.
Nah berikut ini strategi jitu untuk menghindari gagal bayar pinjaman yang bisa kamu terapkan untuk menjaga stabilitas finansial.
1. Pinjam Sesuai Kemampuan
Sebelum mengambil pinjaman, pastikan jumlah cicilan tidak lebih dari 30% penghasilan bulanan. Hal ini merupakan aturan aman agar keuangan tetap stabil.
Banyak orang gagal bayar karena tergoda pinjam nominal besar tanpa menghitung kemampuan bayar. Jadi, hitung dulu penghasilan, kurangi pengeluaran pokok, lalu tentukan plafon pinjaman yang realistis.
2. Catat Jatuh Tempo dan Bayar Tepat Waktu
Jangan hanya mengandalkan ingatan. Buat pengingat di kalender ponsel atau aplikasi keuangan untuk memastikan kamu tidak telat bayar.
Keterlambatan satu hari saja bisa memicu denda besar. Jika memungkinkan, lakukan pembayaran lebih awal supaya tidak khawatir ketika mendekati jatuh tempo.
3. Siapkan Dana Darurat
Dana darurat bukan hanya untuk menghadapi masalah kesehatan atau kehilangan pekerjaan, tapi juga untuk menghindari gagal bayar pinjaman.
Jika penghasilan tiba-tiba berkurang, dana darurat bisa dipakai untuk menutup cicilan agar riwayat kredit tetap bersih. Idealnya, dana darurat minimal 3–6 kali pengeluaran bulanan.
4. Jangan Gali Lubang Tutup Lubang
Mengambil pinjaman baru untuk melunasi pinjaman lama adalah strategi yang salah dan berbahaya. Alih-alih menyelesaikan masalah, kamu hanya memperpanjang utang dan menambah bunga.
Jika kondisi sudah sulit, sebaiknya negosiasi restrukturisasi utang dengan penyedia pinjaman daripada menambah pinjaman baru.
Itulah ulasan mengenai risiko gagal bayar pinjaman yang perlu diketahui dan bagaimana strategi menghindarinya. Pada akhirnya, mencegah gagal bayar pinjaman bisa memastikan kesehatan finansialmu.
Penasaran seberapa sehat keuanganmu? Sekarang kamu bisa cek kesehatan keuangan kamu di sini. Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan pertama kali supaya keuangan kamu lebih sehat dan membuatmu bahagia.
Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Lalu, kamu juga bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.
Dengan sesi konsultasi ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk keuangan kamu.
Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang agar kamu bisa segera #FinanciallyFit!
Baca juga: 10 Cara Mengelola Keuangan dengan Baik agar Finansial Sehat