Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Budgeting Adalah: Cara Atur Keuangan Keluarga Baru dengan Newborn

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 6 November 2026 | 4 dilihat

Budgeting Adalah: Cara Atur Keuangan Keluarga Baru dengan Newborn

Summary

Kehadiran newborn membawa kebutuhan dan pengeluaran baru yang membuat keluarga perlu menata ulang anggaran bulanan. Dengan memahami budgeting, keluarga dapat mengalokasikan penghasilan untuk kebutuhan bayi, rumah tangga, kesehatan, dana darurat, hingga persiapan pendidikan anak. Salah satu metode yang bisa diterapkan adalah 50/30/20, dengan pembagian anggaran untuk kebutuhan, keinginan, serta tabungan dan investasi yang dapat disesuaikan dengan kondisi finansial keluarga.


Ada anggota keluarga baru, budget bulanan pasti berubah. Pahami budgeting itu apa dan cara menerapkannya untuk keluarga dengan newborn.

Kehadiran bayi membawa banyak perubahan dalam kehidupan keluarga, termasuk dalam cara mengatur keuangan. 

Ada kebutuhan yang sebelumnya belum masuk dalam pengeluaran bulanan, seperti popok, perlengkapan mandi, pakaian, pemeriksaan kesehatan, hingga kebutuhan menyusui. 

Beberapa pengeluaran juga bisa muncul di luar rencana, sehingga budget yang sebelumnya terasa cukup belum tentu lagi sesuai setelah memiliki newborn.

Di tengah perubahan tersebut, keluarga perlu menata kembali penggunaan penghasilan agar kebutuhan baru tetap terpenuhi tanpa mengabaikan kebutuhan lainnya. 

Kebutuhan rumah tangga, cicilan, tabungan, dana darurat, hingga persiapan masa depan anak tetap perlu diperhitungkan dalam satu perencanaan.

Salah satu cara yang bisa digunakan adalah budgeting, yaitu menyusun rencana penggunaan uang berdasarkan pemasukan dan berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi. 

Dengan budget yang jelas, kamu bisa menentukan prioritas dan mengetahui batas pengeluaran setiap bulan. Lalu, budgeting itu apa dan bagaimana cara menerapkannya untuk keluarga yang baru memiliki newborn?

Baca juga: Cara Gaji Awet Satu Bulan Meski Hobi Nonton Konser

Apa Itu Budgeting?

Budgeting adalah proses menyusun rencana penggunaan uang berdasarkan jumlah pemasukan dan kebutuhan dalam periode tertentu. 

Melalui budgeting, kamu menentukan ke mana penghasilan akan dialokasikan, mulai dari kebutuhan sehari-hari, tagihan dan cicilan, tabungan, dana darurat, hingga tujuan keuangan lainnya.

Budgeting bukan sekadar mencatat pengeluaran setelah uang digunakan. Kamu justru membuat perencanaan sejak awal agar tahu berapa dana yang tersedia dan bagaimana sebaiknya uang tersebut dibagi. 

Dengan cara ini, kamu dapat menentukan kebutuhan yang harus diprioritaskan, membatasi pengeluaran yang kurang penting, serta memastikan ada dana yang disisihkan untuk kebutuhan di masa depan.

Dalam penerapannya, budgeting dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap keluarga. Jumlah pemasukan, biaya rumah tangga, jumlah anggota keluarga, kewajiban yang dimiliki, hingga tujuan keuangan akan menentukan bagaimana anggaran dibuat. 

Alasan Keluarga dengan Newborn Perlu Budgeting

Budgeting semakin relevan ketika keluarga baru memiliki newborn. Kehadiran anak membawa kebutuhan dan pengeluaran baru yang perlu diperhitungkan, sementara kebutuhan rumah tangga dan tujuan keuangan yang sudah ada tetap berjalan. 

Oleh karena itu, budgeting dapat membantu keluarga menata kembali alokasi penghasilan agar kebutuhan yang bertambah tetap dapat dipenuhi tanpa mengabaikan kondisi finansial secara keseluruhan.

Berikut ini beberapa alasan mengapa budgeting perlu diterapkan bagi keluarga muda dengan newborn.

1. Mengantisipasi Bertambahnya Kebutuhan Keluarga

Kehadiran newborn membuat keluarga memiliki berbagai kebutuhan baru yang sebelumnya tidak ada. 

Pengeluaran seperti popok, pakaian, perlengkapan mandi, kebutuhan menyusui, pemeriksaan kesehatan, dan imunisasi perlu masuk dalam perencanaan anggaran bulanan.

Dengan budgeting, kamu bisa memperkirakan kebutuhan tersebut dan menentukan alokasi dana sejak awal. Cara ini membantu mengurangi risiko pengeluaran baru membuat budget rumah tangga menjadi berantakan.

2. Menjaga Pengeluaran Tetap Terkendali

Budgeting membantu kamu menentukan prioritas sehingga pemasukan tetap cukup untuk kebutuhan utama, kewajiban, dan kebutuhan newborn.

Kamu juga dapat melihat pengeluaran mana yang benar-benar diperlukan dan mana yang masih bisa dikurangi atau ditunda. 

Dengan begitu, perubahan budget setelah memiliki anak tetap bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial keluarga.

3. Persiapan Masa Depan Tetap Berjalan

Selain memenuhi kebutuhan newborn saat ini, keluarga juga perlu memikirkan kebutuhan yang akan muncul seiring pertumbuhan anak. Dana darurat, tabungan, biaya kesehatan, hingga persiapan pendidikan menjadi bagian dari rencana keuangan keluarga.

Melalui budgeting, kamu bisa menyisihkan dana untuk tujuan tersebut secara rutin tanpa menunggu ada uang yang tersisa di akhir bulan. Dengan begitu, kebutuhan keluarga saat ini dan rencana keuangan di masa depan dapat berjalan secara beriringan.

Baca juga: Cara Menghitung Masa Kerja Pensiun PNS, Wajib Tahu!

Apa Saja Budgeting Keluarga dengan Newborn?

Setelah memiliki newborn, ada beberapa pos pengeluaran tambahan yang perlu dimasukkan ke dalam budget keluarga. 

Daftar berikut berfokus pada kebutuhan yang berkaitan langsung dengan bayi, di luar kebutuhan rumah tangga dan kewajiban yang memang sudah harus dipenuhi.

1. Kebutuhan Harian Bayi

Kebutuhan harian bayi dapat menjadi salah satu pos pengeluaran baru yang perlu diperhitungkan setiap bulan. Beberapa di antaranya meliputi popok, pakaian, perlengkapan mandi, tisu, perlengkapan menyusui, hingga kebutuhan bayi lainnya.

2. Biaya Kesehatan dan Imunisasi

Kesehatan newborn juga perlu mendapatkan alokasi dana tersendiri. Selain pemeriksaan rutin, keluarga mungkin perlu menyiapkan biaya untuk imunisasi, konsultasi dokter, obat-obatan, atau kebutuhan kesehatan lain yang muncul.

3. Kebutuhan Pengasuhan Anak

Jika kedua orang tua bekerja atau memiliki aktivitas lain yang membuat pengasuhan perlu dibantu, biaya pengasuhan dapat menjadi pos baru dalam anggaran keluarga. Pengeluaran ini dapat berupa biaya daycare, babysitter, atau bentuk bantuan pengasuhan lainnya.

4. Kebutuhan Rumah Tangga

Kehadiran newborn juga dapat memengaruhi beberapa pengeluaran rumah tangga, meskipun kebutuhan tersebut tidak digunakan secara langsung oleh bayi. Misalnya, biaya listrik dan air bisa meningkat karena frekuensi mencuci pakaian dan perlengkapan bayi bertambah.

5. Tabungan dan Dana Darurat

Selain menyiapkan uang untuk kebutuhan bayi saat ini, tetap sisihkan dana untuk menghadapi kondisi yang tidak terduga. Memiliki newborn membuat dana darurat semakin penting karena keluarga bisa menghadapi kebutuhan kesehatan atau pengeluaran lain di luar rencana.

6. Persiapan Dana Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan jangka panjang yang dapat mulai dipersiapkan sejak anak masih bayi. 

Kamu tidak harus langsung menentukan jumlah yang besar, tetapi bisa mulai menghitung perkiraan biaya dan menentukan berapa dana yang dapat disisihkan secara rutin.

Baca juga: Mengenal Metode Zero Based Budgeting yang Bikin Uang Lebih Efisien

Metode Budgeting yang Cocok untuk Keluarga dengan Newborn

Dari berbagai metode budgeting yang bisa digunakan, metode 50/30/20 dapat menjadi salah satu pilihan yang cukup fleksibel untuk keluarga yang baru memiliki newborn. 

Metode ini membagi penghasilan menjadi tiga kelompok, yaitu 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan serta tujuan keuangan.

Pembagian tersebut membuat keluarga tetap memiliki ruang untuk memenuhi kebutuhan newborn tanpa mengabaikan kebutuhan rumah tangga dan rencana keuangan lainnya. 

Persentasenya juga dapat dijadikan patokan awal dan disesuaikan dengan kondisi keluarga, terutama jika kebutuhan bayi membuat porsi pengeluaran wajib menjadi lebih besar.

Berikut cara menerapkan metode budgeting 50-30-20 untuk keluarga baru dengan newborn. 

1. Alokasikan 50% untuk Kebutuhan

Porsi pertama digunakan untuk berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi setiap bulan. Untuk keluarga dengan newborn, bagian ini dapat mencakup kebutuhan rumah tangga, tagihan, cicilan, serta kebutuhan bayi seperti popok, perlengkapan mandi, susu jika diperlukan, dan kebutuhan kesehatan.

Jika kebutuhan pokok keluarga dan newborn ternyata membutuhkan lebih dari 50% penghasilan, kamu dapat menyesuaikan pembagiannya. 

Poin paling penting adalah, pastikan kebutuhan utama tetap terpenuhi tanpa membuat kondisi keuangan menjadi terlalu terbebani.

2. Gunakan 30% untuk Keinginan

Sebanyak 30% berikutnya dapat digunakan untuk pengeluaran yang sifatnya tidak wajib, baik untuk orang tua maupun keluarga. Misalnya, makan di luar, hiburan, belanja barang yang bukan kebutuhan utama, atau aktivitas keluarga.

Setelah memiliki newborn, kamu bisa menentukan kembali mana pengeluaran yang benar-benar termasuk keinginan. 

Jika kebutuhan bayi meningkat dan membutuhkan alokasi lebih besar, sebagian porsi ini dapat dikurangi dan dialihkan untuk kebutuhan yang lebih prioritas.

3. Sisihkan 20% untuk Tabungan dan Investasi

Porsi terakhir dialokasikan untuk tabungan, dana darurat, investasi, atau tujuan keuangan keluarga. Bagian ini penting agar seluruh penghasilan tidak habis untuk kebutuhan saat ini dan keluarga tetap memiliki persiapan untuk masa depan.

Kamu dapat membaginya berdasarkan prioritas. Jika dana darurat belum mencukupi, misalnya, sebagian besar alokasi 20% bisa diarahkan terlebih dahulu untuk membangun dana darurat. 

Setelah kondisinya lebih aman, alokasi tersebut dapat digunakan untuk tujuan lain seperti investasi atau persiapan dana pendidikan anak.

Dalam praktiknya, kamu perlu memanfaatkan layanan perbankan yang tepat untuk mengelola budget rumah tangga. Salah satu layanan bisa diandalkan adalah Layanan Nyala by OCBC. 

Layanan Nyala by OCBC adalah layanan perbankan dari OCBC yang memberikan manfaat terbaik berdasarkan total saldo gabungan rata-rata dari berbagai produk yang kamu miliki di OCBC. 

Artinya, kamu bisa mendapatkan manfaat dari setiap produk OCBC yang kamu miliki, mulai dari tabungan, deposito, rekening giro, tabungan berjangka, hingga produk investasi. 

Benefit yang dapat kamu manfaatkan meliputi bebas biaya transfer hingga 180x per bulan, top up dan tarik tunai hingga 60x per bulan. 

Selain itu, kamu juga punya akses untuk memeriksa kesehatan keuangan keluargamu yang baru punya newborn dengan mengikuti Financial Fitness Check Up dari Ruang MeNyala.

Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendiskusikan hasilnya melalui layanan 1 on 1 Consultation dengan Nyala Trainer. Melalui layanan ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk untuk keluarga baru dengan newborn. 

Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang MeNyala sekarang guna mencapai #FUNanciallyfit!

Baca juga: Bedakan Dulu: Asuransi dan Investasi Punya Tujuan Berbeda


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page