Pelajari peluang bisnis ramah lingkungan di Indonesia, dukungan pemerintah, akses pembiayaan bank, hingga contoh bisnis hijau sukses yang jadi inspirasi.
Jika individu menerapkan gaya hidup berkelanjutan, para pengusaha juga mulai shifting dengan menjalankan bisnis atau usaha berkelanjutan. Bisnis berkelanjutan juga disebut sebagai bisnis ramah lingkungan atau bisnis hijau (green business).
Green business adalah model usaha yang dijalankan dengan memperhatikan keseimbangan antara ekonomi, sosial, dan lingkungan (ESL). Artinya, bisnis ini nggak cuma berorientasi pada keuntungan, tetapi juga mikirin dampak sosial dan ekologi.
Karena orientasinya itu, maka bisnis ramah lingkungan sangat berbeda dengan bisnis konvensional. Dalam green business, cara produksi, bahan baku yang dipakai, hingga pengelolaan limbah dilakukan dengan meminimalisir kerusakan terhadap lingkungan.
Baca juga: 12 Ide Usaha Sampingan Karyawan, Untung Meski Minim Modal!
Contoh Bisnis Ramah Lingkungan
Tren bisnis ramah lingkungan semakin tinggi seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. Bahkan dari sisi konsumen, mereka bisa saja membayar lebih untuk mendapatkan produk atau layanan yang ramah lingkungan.
Fakta ini membuat bisnis ramah lingkungan punya peluang dan potensi yang cukup baik. Bagi kamu yang tertarik, berikut beberapa contoh bisnis ramah lingkungan yang potensinya cukup bagus!
1. Produk Kebutuhan Sehari-hari
Tren gaya hidup minim sampah bikin produk eco-friendly makin dicari. Contohnya sabun batang alami, shampoo bar, sedotan bambu, menstrual cup, hingga totebag dari bahan daur ulang.
Anak muda sampai keluarga urban sudah mulai meninggalkan plastik sekali pakai karena sadar dampaknya ke lingkungan. Bisnis ini menarik karena bisa dimulai dengan modal kecil, apalagi kalau dipasarkan lewat online marketplace atau media sosial.
2. Fashion Berkelanjutan
Dunia fashion sering dikritik sebagai penyumbang limbah terbesar, makanya hadirnya sustainable fashion jadi solusi sekaligus tren baru.
Model bisnisnya bisa macam-macam, mulai dari bikin baju dengan kain organik atau serat bambu, jual pakaian bekas (thrift shop), sampai membuat produk upcycle seperti tas dari spanduk bekas atau jeans lama.
3. Pertanian Organik & Urban Farming
Kesadaran makan sehat naik drastis, terutama setelah pandemi. Banyak orang rela bayar lebih mahal untuk sayuran organik yang bebas pestisida. Selain itu, tren urban farming juga booming di perkotaan.
Bisnis ini punya keunggulan karena bisa menyasar dua segmen sekaligus: konsumen langsung (ritel, restoran sehat) dan edukasi (kelas atau workshop urban farming).
Plus, produk organik biasanya punya margin lebih tinggi dibanding sayuran biasa. Kalau dikelola konsisten, pertanian organik bukan cuma bisnis tapi juga jadi lifestyle yang mendatangkan komunitas loyal.
4. Eco-Tourism (Wisata Ramah Lingkungan)
Industri pariwisata Indonesia besar banget, tapi sayangnya sering merusak alam kalau nggak dikelola baik. Di sinilah peluang eco-tourism muncul.
Konsepnya bisa berupa homestay berbahan bambu, tur edukasi ke hutan mangrove, camping ramah lingkungan, atau paket wisata di desa dengan konsep keberlanjutan.
Wisatawan domestik maupun mancanegara sekarang lebih tertarik ke pengalaman otentik dan ramah lingkungan, bukan sekadar liburan biasa.
Baca juga: Syarat Berwisata ke Dubai, Apa Saja?
Dukungan Pemerintah
Bisnis berkelanjutan yang ramah lingkungan mendapat perhatian dari pemerintah. Ada sejumlah insentif dari pemerintah agar dunia usaha lebih ramah lingkungan.
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq pada 20 Januari 2025 saat acara peluncuran bursa Perdagangan Karbon Internasional di Jakarta, salah satu dukungan pemerintah untuk bisnis ramah lingkungan yaitu insentif fiskal.
Dalam hal ini, pemerintah memberikan keringanan pajak bagi perusahaan yang berinvestasi dengan teknologi yang ramah lingkungan, energi terbarukan, dan pengurangan limbah.
"Kemudian dukungan pembiayaan atau green financing. Pemerintah melalui bank dan lembaga keuangan menyediakan skema pembiayaan hijau dengan suku bunga rendah untuk proyek lingkungan seperti energi terbarukan, efisiensi energi, pengurangan limbah," kata Hanif, seperti dikutip dari detikfinance.
Lebih lanjut, Hanif juga menjelaskan adanya Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), yang dibentuk oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Nantinya, Hanif bilang BPDLH akan semakin meluas dalam menangani pendanaan penanganan lingkungan hidup.
"Penyediaan dana untuk proyek konservasi, rehabilitasi ekosistem, pengendalian pencemaran dan aksi mitigasi lainnya bisa kita lakukan melalui BPDLH. BPDLH ini juga sebagai lembaga untuk menyalurkan dukungan-dukungan internasional," tambahnya.
Baca juga: Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP): Pengertian dan Contoh
Rahasia Sukses Bisnis Ramah Lingkungan
Bisnis ramah lingkungan harus dikelola dengan baik agar potensi yang besar benar-benar bisa mendatangkan keuntungan. Salah satu rahasianya ada pada pengelolaan uang usaha.
Dalam hal ini, yang paling mendasar adalah memisahkan uang pribadi pengusaha dengan uang usaha.
Cara yang paling mudah adalah dengan memanfaatkan aplikasi keuangan digital yang sangat berguna dalam pencatatan otomatis, alokasi dana berdasarkan kategori, hingga pengingat untuk transfer rutin ke rekening dana darurat.
Kabar baiknya, fungsi-fungsi tersebut bisa kamu dapatkan dengan menggunakan layanan keuangan Nyala Bisnis dari OCBC!
Nyala Bisnis adalah layanan saldo gabungan untuk mengatur keuangan pribadi dan bisnis secara terpadu, dengan tiga keunggulan, yaitu dua rekening terpisah dalam satu layanan, bebas biaya transaksi, dan solusi digital yang bisa dinikmati.
Dalam pengelolaan dana, Nyala Bisnis menawarkan rekening bisnis yaitu Giro Business Smart dan pribadi melalui Tanda 360. Selain itu, kamu bisa memanfaatkan transaksi valas mudah dengan kurs kompetitif via OCBC mobile.
Nyala Bisnis juga menawarkan bebas biaya transaksi, meliputi:
- Bebas biaya transfer antar bank melalui ATM, OCBC Internet Banking, dan OCBC mobile dengan metode online dan SKN/LLG 50x per bulan;
- Bebas biaya administrasi rekening dan biaya di bawah saldo minimum;
- Bebas biaya tarik tunai di ATM Prima, Bersama, dan OCBC Singapore 50x per bulan.
Selain itu, Nyala Bisnis juga menawarkan reward untuk setiap dana masuk hingga Rp25 Ribu sesuai dengan level Nyala Bisnis masing-masing.
Buka Nyala Bisnis melalui OCBC mobile sekarang juga dan dapatkan reward Rp600 Ribuan!
Baca juga: Panduan dan Contoh Cara Menghitung Bagi Hasil Usaha Kuliner