Remittance atau remitansi adalah istilah untuk proses pengiriman uang, khususnya antar negara. Proses ini dilakukan dengan menggunakan valuta asing (valas) sehingga prosedurnya berbeda dengan transfer uang biasa.
Umumnya, remitansi dilakukan saat seorang ekspatriat atau pekerja migran ingin mengirimkan uang hasil kerja kerasnya ke orang tua di negara asal.
Misalnya, kamu seorang PMI yang bekerja di Australia, dan ingin mengirim uang untuk orang tua di Indonesia, maka kamu harus melalui proses remitansi.
Secara global, remitansi memainkan peranan besar dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara. Selain itu, remitansi juga turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: 4 Cara Menghadapi Keluarga yang Suka Minta Uang, Ini Tipsnya
Manfaat Remittance
Remittance punya banyak manfaat baik bagi penerima maupun ekonomi negara. Berikut beberapa di antaranya.
1. Menyokong Ekonomi Rumah Tangga
Remittance secara langsung membantu kebutuhan sehari-hari keluarga di kampung halaman. Uang yang dikirim oleh pekerja migran digunakan untuk membeli makanan, membayar sekolah anak, biaya kesehatan, bahkan memperbaiki rumah atau memulai usaha kecil.
Ini sangat vital, terutama bagi keluarga yang tidak memiliki sumber penghasilan tetap di dalam negeri. Tanpa remitansi, banyak keluarga akan kesulitan bertahan secara ekonomi.
2. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Dalam skala makro, remitansi berperan besar sebagai penyumbang devisa negara. Dana yang masuk dari luar negeri akan meningkatkan cadangan devisa, memperkuat nilai tukar rupiah, serta memberi ruang fiskal bagi pemerintah.
Selain itu, uang yang diterima masyarakat biasanya dibelanjakan untuk konsumsi, yang artinya ikut menggerakkan roda ekonomi lokal, seperti pasar tradisional, layanan pendidikan, dan UMKM.
Baca juga: Kenali Jenis Transaksi Valas Dan Pengertian Lengkapnya
Jenis-jenis Remittance
Remitansi dibagi dalam dua jenis utama berdasarkan aliran dana dan tujuan. Berikut penjelasannya!
1. Inward Remittance (Remitansi Masuk)
Inward remittance adalah pengiriman uang dari luar negeri ke dalam negeri, biasanya dilakukan oleh pekerja migran kepada keluarganya. Misalnya, PMI di Singapura mengirim uang ke keluarganya di Indonesia.
Dana ini masuk ke rekening atau diambil secara tunai oleh penerima di negara asal. Jenis yang satu ini merupakan yang paling umum di negara berkembang.
2. Outward Remittance
Kebalikannya dari inward remittance, outward remittance adalah pengiriman uang dari dalam negeri ke luar negeri. Biasanya dilakukan untuk keperluan seperti:
- Biaya pendidikan di luar negeri
- Biaya pengobatan
- Pembayaran bisnis atau investasi internasional
- Kiriman pribadi untuk keluarga yang tinggal di luar negeri
Outward remittance memiliki regulasi yang lebih ketat, terutama terkait jumlah maksimal dan keperluan dokumen pajak atau bukti penggunaan dana.
Baca juga: 10 Daftar Kampus Terbaik di Dunia dan Biaya Hidupnya
Prosedur Remittance
Pengiriman dana luar negeri menggunakan remitansi itu caranya berbeda dengan transfer uang biasa. Bagi kamu yang belum tahu, berikut prosedur remitansi.
1. Siapkan Dana dan Dokumen
Langkah pertama adalah kamu perlu menyiapkan uang yang akan dikirim serta dokumen pendukung seperti identitas diri (paspor, ID, atau kartu izin tinggal) dan detail penerima.
Beberapa negara juga mewajibkan bukti legal pekerjaan atau sumber dana jika nominalnya cukup besar, untuk keperluan anti pencucian uang (AML).
2. Pilih Layanan Remittance
Berikutnya, pengirim memilih layanan remittance atau memilih metode transfer uang. Ada beberapa layanan yang bisa dipilih, mulai dari bank konvensional, layanan remitansi, hingga aplikasi digital.
Pemilihan ini penting karena menyangkut biaya administrasi, kecepatan transfer, dan nilai tukar. Layanan digital umumnya lebih cepat dan murah dibanding bank tradisional.
3. Proses Remitansi
Memproses remitansi ini meliputi pengisian formulir pengiriman dana, konversi nilai mata uang yang dikirim dengan mata uang tujuan oleh penyedia layanan, dan pengiriman dana ke rekening tujuan.
Saat dana sudah terkirim, penerima bisa mengambil uang tersebut sesuai dengan layanan pengiriman yang dipilih, bisa ke bank, outlet penyedia layanan, atau dana langsung masuk ke aplikasi.
Itulah ulasan mengenai apa itu remittance, beserta manfaat, jenis, dan prosedur pengirimannya. Memilih layanan remitansi yang tepat itu penting agar kamu nggak keluar uang lebih banyak, sehingga finansial tetap sehat.
Penasaran seberapa sehat finansialmu? Kalau penasaran, kamu bisa cek kondisi finansialmu sekarang, yaitu melalui Financial Fitness Check Up yang bisa memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.
Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendiskusikan hasilnya melalui layanan konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer. Melalui layanan ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk memperbaiki masalah keuangan kamu.
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!
Baca juga: Gen Sandwich vs Biaya Hidup Jakarta