Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Kena PHK Mendadak? 7 Strategi Keuangan agar Tetap Aman

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 8 Oktober 2025 | 238 dilihat

Kena PHK Mendadak? 7 Strategi Keuangan agar Tetap Aman

Kena PHK mendadak? Simak 8 strategi keuangan ini agar dompet tetap aman dan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi!

Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi momok bagi semua orang yang bekerja untuk orang lain. Pasalnya, PHK bisa saja terjadi dan menimpa, apalagi di tengah kondisi badai PHK seperti saat ini. 

Oleh karena itu, penting bagi semua pekerja untuk punya dana darurat dan sumber penghasilan alternatif. Dengan dana darurat, kamu bisa mengantisipasi kondisi darurat yang berdampak pada finansial, seperti terkena PHK. 

Sementara penghasilan alternatif bisa jadi sekoci penolong sebelum kamu mendapat pekerjaan baru. Mengerjakan proyek berdasarkan skill dan keterampilan bisa jadi solusi untuk dapat penghasilan sampingan. 

Baca juga: Ramai PHK, Ini Jumlah Tabungan yang Harus Dimiliki

Strategi Keuangan saat Kena PHK

Saat kena PHK, kamu biasanya akan mendapat pesangon dalam jumlah tertentu. Pesangon ini harus dikelola dengan baik, untuk memastikan keberlangsungan hidup pasca PHK. 

Namun jumlah pesangon PHK itu terbatas, hanya bisa untuk menutup kebutuhan selama beberapa waktu saja. Berikut ini strategi keuangan yang bisa kamu terapkan saat kena PHK mendadak!

1. Cek Berapa Bulan Kamu Bisa Bertahan dengan Pesangon

Saat kena PHK, kamu akan mendapat uang pesangon yang besarannya bervariasi, tergantung gaji dan masa kerjamu. Nah perlu ditekankan bahwa uang pesangon bukan uang yang bebas dihabiskan untuk senang-senang!

Uang pesangon itu berfungsi sebagai pengaman sampai kamu dapat pekerjaan dan penghasilan baru. Untuk itu, sebelum digunakan buat apa, cek dulu kira-kira kamu bisa bertahan berapa lama dengan uang pesangon tersebut!

2. Evaluasi dan Susun Ulang Anggaran Harian

Begitu kena PHK, langkah pertama adalah duduk tenang dan bikin ulang rencana anggaran. Cek kebutuhan pokok seperti makan, tempat tinggal, listrik, transportasi, dan biaya anak. 

Coret sementara pengeluaran yang sifatnya hiburan atau sekunder, misalnya nongkrong, langganan berbayar, atau belanja barang non-esensial. Fokus pada hal-hal yang benar-benar menjaga keluarga tetap bertahan. 

Dengan cara ini, kamu bisa tahu persis berapa lama dana yang ada cukup untuk menopang hidup sebelum ada penghasilan baru.

3. Manfaatkan Dana Darurat dengan Bijak

Dana darurat memang diciptakan untuk kondisi tak terduga seperti kehilangan pekerjaan. Gunakan secara terukur, jangan langsung habis hanya dalam beberapa bulan. 

Atur pemakaiannya sesuai kebutuhan dasar keluarga, bukan keinginan tambahan. Semakin lama dana ini bisa bertahan, semakin besar kesempatan untuk cari penghasilan baru tanpa tekanan berlebihan.

4. Cari Penghasilan Sampingan yang Cepat Jalan

PHK bisa jadi momentum buat mulai usaha kecil-kecilan atau kerja sampingan. Banyak opsi yang bisa dilakukan tanpa modal besar, misalnya jualan makanan rumahan, buka jasa sesuai keahlian, atau freelance online

Penghasilan tambahan mungkin belum sebesar gaji bulanan, tapi cukup membantu menutup kebutuhan pokok. Selain itu, aktivitas ini bikin mental lebih produktif, nggak kebawa stres mikirin keadaan.

5. Terbuka dengan Keluarga

Kondisi finansial saat PHK bukan cuma beban satu orang, tapi seluruh keluarga. Ajak pasangan, bahkan anak-anak yang sudah cukup mengerti, untuk diskusi soal situasi keuangan. 

Libatkan mereka dalam menentukan prioritas, misalnya menunda liburan atau mengurangi jajan di luar. Dengan begitu, semua orang merasa punya peran dan siap berkompromi. 

Baca juga: Mengenal Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), Manfaat dan Cara Klaimnya!

6. Tunda atau Negosiasi Cicilan Utang

Jika ada cicilan rumah, kendaraan, atau kartu kredit, segera hubungi pihak bank. Biasanya bank menyediakan opsi restrukturisasi atau keringanan pembayaran bagi debitur yang terdampak. 

Jangan tunggu sampai menunggak, lebih baik proaktif mencari solusi. Menunda atau menegosiasikan cicilan memberi ruang napas yang cukup besar untuk menjaga cash flow tetap sehat.

7. Manfaatkan Jaringan dan Skill untuk Cari Peluang Baru

Jangan menutup diri setelah kena PHK. Hubungi teman, mantan rekan kerja, atau komunitas profesional yang mungkin bisa memberi informasi lowongan kerja atau proyek freelance

Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan skill untuk membuka peluang baru. Misalnya, yang jago desain bisa buka jasa desain online, yang bisa bahasa asing bisa coba jadi penerjemah.

8. Jaga Kesehatan Fisik dan Mental

PHK pasti bikin stres dan pikiran jadi kacau. Padahal, kondisi fisik dan mental yang baik sangat berpengaruh pada kemampuan mengatur keuangan. Jangan sampai habiskan waktu hanya untuk overthinking!

Cari cara sederhana untuk tetap sehat, seperti olahraga ringan, tidur cukup, dan ngobrol dengan orang terdekat. Ketika mental stabil, keputusan finansial yang diambil akan lebih bijak dan nggak emosional.

Pada dasarnya, PHK bisa menimpa siapapun yang bekerja di perusahaan manapun. Pasalnya, perusahaan yang melakukan PHK atau pengurangan karyawan itu tidak memandang apakah perusahaan itu besar atau kecil. 

Untuk itu, penting bagi kamu yang masih memiliki pekerjaan untuk menyiapkan dana darurat dan perencanaan keuangan yang matang. Tujuannya, jika kondisi kritis menghampiri, seperti kehilangan pekerjaan, kamu memiliki bantalan finansial yang memadai. 

Sebagai langkah awal, kamu bisa mengecek kondisi finansialmu saat ini melalui Financial Fitness Check Up. Cek kondisi finansial ini penting, jadi kamu bisa mempersiapkan keuangan untuk kondisi terburuk, termasuk PHK. 

Setelah cek FFCU, hasilnya bisa kamu bahas dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1. Di sini, kamu bisa diskusikan langkah awal dalam menyusun keuangan saat sudah terkena PHK.

Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FinanciallyFit!

Baca juga: 10 Cara Mengelola Keuangan dengan Baik agar Finansial Sehat


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page