Uang pesangon PHK bisa jadi penyelamat jika diatur dengan benar. Hindari 7 kesalahan yang sering dilakukan saat menerima pesangon agar PHK jadi berkah dan nggak ada masalah finansial!
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi momok menyeramkan bagi karyawan. Musibah ini bisa mengancam siapa saja, apalagi dalam situasi ekonomi yang sulit seperti saat ini.
Namun, PHK itu bukan akhir segalanya. Kamu berkesempatan mengubah musibah itu menjadi berkah. Caranya dengan mengatur uang pesangon PHK sebaik mungkin, dan tidak menghamburkannya begitu saja.
Seperti diketahui, orang yang kena PHK itu berhak atas pesangon. Jumlahnya pun bervariasi, disesuaikan dengan masa kerja. Jika kamu sudah lama bekerja di perusahaan itu, misalnya lebih dari 8 tahun, maka kamu berhak dapat pesangon yang jumlahnya senilai 9 kali upah bulanan. Uang yang besar kan?
Baca juga: Kenapa Pensiun Dini Sulit Diwujudkan? Ini Kesalahannya!
Kesalahan Atur Pesangon PHK yang Harus Dihindari
Uang pesangon PHK adalah sejumlah uang yang wajib diberikan pemberi kerja kepada karyawan yang mengalami PHK. Besaran pesangon ini diatur dalam perundangan dan umumnya bergantung pada masa kerja karyawan.
Jika diatur dengan baik, pesangon PHK bisa membawamu bangkit dari keterpurukan. Hanya saja, banyak orang yang salah memperlakukan uang pesangon, sehingga habis sia-sia.
1. Belanja Tanpa Perhitungan
Begitu menerima uang pesangon, banyak orang merasa “bebas finansial sementara” dan langsung membelanjakan uangnya untuk hal-hal yang sebelumnya ditahan.
Padahal, uang pesangon bukan hadiah, tapi cadangan hidup sampai kamu punya penghasilan baru. Tanpa rencana, belanja impulsif ini bisa bikin uang cepat habis, dan kamu menyesal saat harus bayar kebutuhan pokok.
2. Tidak Punya Rencana Keuangan
Uang pesangon perlu dipetakan dengan jelas sejak awal: untuk kebutuhan bulanan, cicilan, dana darurat, dan kemungkinan modal usaha atau belajar skill baru.
Jika kamu hanya menyimpan tanpa rencana, maka uang itu perlahan menghilang lewat pengeluaran kecil yang tidak terasa. Perencanaan bukan soal nominal besar, tapi tentang arah penggunaan yang terukur.
3. Terlalu Lama Santai
Setelah PHK, istirahat sejenak itu penting untuk memulihkan mental. Tapi kalau kamu terlalu lama "liburan", uang pesangon bisa habis sebelum ada penghasilan pengganti.
Waktu terbaik mencari kerja atau peluang usaha adalah saat kamu masih punya cadangan uang. Semakin lama menunda, semakin besar tekanan mental dan finansial yang akan datang.
4. Abaikan Proteksi Kesehatan
Banyak karyawan tidak sadar bahwa begitu status kerja berakhir, manfaat BPJS Kesehatan dari perusahaan atau asuransi kantor juga ikut berhenti. Di masa transisi ini, kamu perlu pastikan masih punya perlindungan.
Jika tidak punya sama sekali, satu kejadian sakit bisa membuat uang pesangon langsung terkuras untuk biaya pengobatan yang seharusnya bisa ditanggung proteksi.
Baca juga: Estimasi Biaya Operasi Usus Buntu, Pakai dan Tanpa BPJS!
5. Utang Dibiarkan Menumpuk
Banyak orang memilih menghindar dulu dari tagihan cicilan atau kartu kredit setelah PHK karena merasa belum siap bayar. Justru ini bahaya. Semakin lama dibiarkan, semakin besar bunga dan dendanya.
Uang pesangon bisa langsung tersedot untuk bayar tunggakan yang makin menumpuk. Lebih bijak kalau kamu segera hubungi pihak pemberi pinjaman untuk menegosiasikan skema pembayaran yang baru.
6. Jalan Sendiri Tanpa Konsultasi
Mengelola keuangan pasca-PHK bukan hal mudah, apalagi kalau kamu belum terbiasa mengatur anggaran. Tapi banyak orang enggan mencari bantuan karena merasa malu atau gengsi.
Padahal, konsultasi dengan perencana keuangan, ikut pelatihan gratis, atau sekadar berdiskusi dengan orang yang sudah pernah melewati situasi serupa bisa membuka wawasan dan memberi strategi bertahan yang lebih aman.
7. Salah Investasi atau Kena Tipu
Beberapa orang berpikir harus "menggandakan" uang pesangon secepat mungkin, lalu tergoda investasi bodong atau bisnis kilat yang menjanjikan untung besar tanpa risiko.
Ada juga yang terlalu takut ambil risiko dan membiarkan semua uang diam di tabungan, padahal nilainya bisa tergerus inflasi. Idealnya, kamu pelajari dulu dasar-dasar investasi aman dan kenali profil risikomu sebelum menaruh uang ke instrumen apa pun.
Pengelolaan uang pesangon PHK yang tepat akan menunjang kesehatan finansial jangka panjang. Penasaran seberapa sehat finansialmu saat ini? Caranya sangat mudah, kamu bisa klik tautan ini.
Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu bagaimana kondisi kesehatan finansialmu dan bisa menentukan akan membuka usaha apa.
Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa membahas hasilnya dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.
Segera daftar Konsultasi 1 on 1 dan kamu bisa mengetahui strategi yang tepat untuk keuangan kamu. Termasuk usaha apa yang cocok dengan profil dan juga kondisi finansial kamu! Banyak banget kan manfaatnya?
Baca juga: Cara Melihat Grafik Saham untuk Pemula, Ini Contohnya!