Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

7 Aset Properti Ini Bisa Kasih Income Bulanan Stabil

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 24 Juli 2025 | 411 dilihat

7 Aset Properti Ini Bisa Kasih Income Bulanan Stabil

Properti termasuk aset berharga yang bisa memberikan penghasilan rutin bagi pemiliknya. Berikut beberapa jenis aset properti yang diminati banyak orang dan menjanjikan income bulanan yang stabil.

Investasi merupakan cara yang paling efektif untuk menumbuhkan uang dan menambah kekayaan. Instrumen investasi pun cukup beragam, dengan karakteristiknya masing-masing. 

Salah satu aset itu adalah properti baik tanah maupun bangunan. Nilai cenderung meningkat seiring waktu, apalagi jika berada di lokasi yang strategis dekat dengan perkantoran dan keramaian.

Membeli rumah untuk tempat tinggal sudah termasuk investasi properti. Kamu bisa dapat 2 keuntungan sekaligus, yaitu punya tempat tinggal dan nilainya yang meningkat ketika suatu saat dijual.

Namun jika sudah punya punya rumah, membeli properti lagi untuk investasi juga tidak ada salahnya. Kamu bisa menyewakan properti itu kepada orang lain dan mendapat penghasilan rutin darinya. 

Baca juga: Kenali Cara Take Over KPR, Tidak Hanya Melalui Bank!

Aset Properti untuk Income Bulanan

Properti itu bisa berupa tanah dan bangunan. Keduanya bisa menjadi aset investasi yang berharga ketika dirawat dan dikelola dengan baik. Jika kamu bingung mau beli properti apa, berikut beberapa jenis yang menawarkan pemasukan bulanan yang stabil. 

1. Kost-kostan atau Kontrakan

Kost-kostan atau kontrakan adalah salah satu properti favorit untuk dijadikan sumber pendapatan pasif bulanan. Target pasarnya luas, mulai dari mahasiswa, pekerja kantoran, sampai pendatang di kota besar. 

Semakin strategis lokasi kost, semakin besar peluangnya untuk full occupancy. Biaya sewanya bisa harian, mingguan, atau bulanan, tergantung fasilitas yang ditawarkan.

2. Apartemen 

Apartemen bisa disewakan jangka pendek maupun panjang. Biasanya menyasar kalangan pekerja profesional, ekspatriat, atau pasangan muda. 

Jika berada di pusat kota atau dekat perkantoran, apartemen bisa menghasilkan income bulanan yang stabil. Apalagi jika unitnya fully furnished, nilai sewanya bisa lebih tinggi dibanding unit kosong.

3. Ruko (Rumah Toko)

Ruko banyak dicari pelaku usaha kecil hingga menengah yang butuh tempat usaha strategis sekaligus tempat tinggal. Jika terletak di kawasan ramai dan strategis, ruko bisa disewakan dengan harga tinggi. 

Beberapa ruko juga ada yang memiliki 2-3 lantai, sehingga kamu bisa menyewakan per lantai untuk keuntungan yang lebih besar. 

4. Gudang Sewa

Bisnis logistik, e-commerce, dan retail makin berkembang sehingga kebutuhan gudang semakin meningkat. Properti berupa gudang bisa disewakan bulanan untuk tempat penyimpanan barang. 

Biasanya, gudang yang berlokasi dekat pelabuhan, bandara, atau jalur distribusi strategis punya nilai sewa lebih tinggi.

Baca juga: 7 Bukti Nyata Kamu Belum Tahu Piramida Keuangan

5. Perkantoran Kecil (Small Office/Home Office – SOHO)

SOHO cocok untuk pekerja lepas, start-up, atau usaha kecil yang butuh ruang kerja mandiri. Pemilik properti bisa menyewakan unit kantor secara bulanan kepada berbagai tenant

Dengan tren kerja hybrid atau remote, ruang kantor kecil seperti SOHO makin dicari karena lebih fleksibel dan biaya sewanya lebih terjangkau dibanding gedung kantor besar.

6. Homestay atau Guest House

Properti jenis homestay atau guest house umumnya disewakan untuk wisatawan, tapi bisa juga dipakai untuk sewa bulanan, terutama di daerah wisata yang punya banyak digital nomad atau pekerja freelance

Dibanding hotel, homestay menawarkan suasana rumahan yang lebih santai dengan harga lebih ramah kantong. Lokasi dekat tempat wisata atau kota kreatif seperti Yogyakarta dan Bali punya potensi penyewa yang tinggi.

7. Lahan Kosong untuk Parkir

Lahan kosong yang terletak di area strategis seperti dekat perkantoran, rumah sakit, stasiun, terminal, atau pusat perbelanjaan bisa disulap menjadi tempat parkir kendaraan. 

Kebutuhan parkir yang tinggi di kota-kota besar menjadikan bisnis lahan parkir sebagai sumber penghasilan pasif yang stabil. Kamu bisa mengenakan tarif harian, bulanan, atau kerja sama dengan pihak ketiga (operator parkir). 

Meski kelihatannya sederhana, lahan parkir yang ramai bisa menghasilkan pendapatan rutin yang cukup besar, apalagi jika pengelolaannya rapi dan terorganisir.

Baca juga: KPR Cicilan Ringan: Tips dan Trik agar Cepat Lunas

Kelola Income dari Aset Properti

Kepemilikan aset properti menawarkan income yang stabil. Uang ini tentu perlu dikelola dengan baik, agar tidak habis begitu saja dan bisa membantu mewujudkan tujuan finansial. Berikut beberapa tipsnya!

1. Pisahkan Income dan Biaya Perawatan

Saat menerima pemasukan dari properti, jangan langsung dianggap sebagai keuntungan bersih. Sisihkan sebagian untuk biaya perawatan rutin seperti perbaikan kecil, pengecatan, atau perawatan taman. 

Dengan begitu, kondisi properti tetap terjaga, penyewa puas, dan nilai sewanya tetap kompetitif. Selain itu, sediakan dana darurat khusus properti untuk mengantisipasi perbaikan mendadak seperti kerusakan atap atau instalasi listrik.

2. Taati Pajak Properti

Pemasukan dari properti juga dikenai pajak. Pastikan kamu menghitung dan membayarkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak sewa (jika ada) tepat waktu agar tidak terkena denda. 

Jika income properti cukup besar dan kompleks, kamu bisa menggunakan jasa konsultan pajak untuk memastikan seluruh kewajiban pajak tercatat dengan baik dan efisien secara finansial.

3. Diverifikasikan ke Investasi Lain

Jangan puas dengan income pasif dari properti. Alokasikan sebagian hasilnya untuk investasi lain seperti reksa dana, saham, atau bahkan properti baru. 

Diversifikasi ini membantu menekan risiko jika sewaktu-waktu ada properti kosong atau harga sewa turun. Dengan begitu, arus kas kamu tetap stabil dan bisa terus bertumbuh.

Itulah ulasan mengenai jenis-jenis properti yang menawarkan income bulanan stabil dan bagaimana mengelola keuntungan dengan bijak. 

Pengelolaan aset dan keuntungan yang baik akan mendukung kesehatan finansial. Penasaran seberapa sehat finansialmu? Kamu bisa cek sekarang melalui tautan ini!

Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu bagaimana kondisi kesehatan finansialmu dan bisa menentukan akan membuka usaha apa. 

Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa membahas hasilnya dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.

Segera daftar Konsultasi 1 on 1 dan kamu bisa mengetahui strategi yang tepat untuk keuangan kamu. Termasuk usaha apa yang cocok dengan profil dan juga kondisi finansial kamu! Banyak banget kan manfaatnya?

Baca juga: Bolehkah Mencicil KPR Bareng Pacar? Begini Kata Perencana Keuangan


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page