Kenali 5 tanda asetmu mulai menyusut sebelum terlambat. Simak cara tepat mencegah kerugian dan menjaga nilai investasi tetap aman!
Penyusutan aset adalah istilah untuk menggambarkan menurunnya nilai aset seiring dengan penggunaan atau waktu. Istilah ini juga dikenal dengan depresiasi.
Suatu aset yang bisa menyusut itu adalah aset yang berwujud, punya manfaat lebih dari 1 tahun, dan nilai manfaatnya bisa ditentukan. Jenisnya bisa bangunan, kendaraan, mesin, peralatan, dan sebagainya.
Depresiasi atau penyusutan terjadi akibat beberapa faktor, antara lain:
- Usia atau masa manfaat
- Frekuensi penggunaan
- Perawatan dan pemeliharaan
- Faktor eksternal, seperti kemajuan teknologi yang membuat aset lama menurun nilainya
Baca juga: Aset Safe Haven Tak Cuma Emas, Apa Saja?
Tanda Aset Mulai Menyusut
Ada beberapa tanda yang menandakan aset mulai mengalami penyusutan, antara lain sebagai berikut.
1. Nilai Pasar Turun
Tanda paling nyata dari aset yang mengalami depresiasi adalah turunnya nilai pasar. Mobil, misalnya, hampir selalu mengalami penurunan harga sejak keluar dari dealer hingga bertahun-tahun kemudian.
Penurunan ini terlihat jelas saat kamu mencoba menjual kembali aset tersebut dan harganya jauh lebih rendah dibandingkan harga awal.
2. Biaya Perawatan Meningkat
Seiring bertambahnya usia, aset membutuhkan perawatan ekstra. Mesin produksi, kendaraan, hingga properti semakin sering mengalami kerusakan kecil hingga besar.
Biaya perbaikan yang meningkat ini menjadi indikator bahwa nilai ekonomis aset mulai menurun, karena jumlah uang yang dikeluarkan untuk merawatnya tidak lagi sebanding dengan manfaat yang dihasilkan.
3. Performa Menurun
Selain perawatan, performa aset juga biasanya ikut menurun. Mesin yang dulunya mampu memproduksi barang dalam jumlah besar bisa jadi hanya menghasilkan setengah dari kapasitas awalnya.
Penurunan produktivitas ini tidak hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga langsung berdampak pada nilai ekonomis aset, karena manfaat yang dihasilkan tidak lagi optimal.
4. Muncul Versi Baru Lebih Canggih
Di era modern, inovasi berjalan sangat cepat. Hampir setiap tahun, produsen mengeluarkan produk baru dengan fitur lebih lengkap, teknologi lebih canggih, serta desain lebih menarik.
Ketika sebuah model terbaru muncul, produk lama otomatis kehilangan daya tarik. Smartphone, kamera, hingga peralatan elektronik lainnya adalah contoh nyata aset yang cepat terdepresiasi. Fenomena ini membuat aset lama sulit bersaing dan nilainya menurun di pasaran.
5. Permintaan Pasar Menurun
Aset juga bisa terdepresiasi akibat berkurangnya minat masyarakat terhadap jenis aset tersebut. Misalnya, sebuah lahan di lokasi tertentu yang dulunya ramai bisa mengalami penurunan nilai karena akses jalan berubah atau pusat keramaian berpindah.
Ketika permintaan menurun, harga jual otomatis ikut turun, membuat pemilik aset kesulitan untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan maupun pemanfaatannya.
Baca juga: 7 Contoh Surat Pengakuan Hutang Untuk Dijadikan Referensi
Cara Antisipasi Penyusutan
Penyusutan aset merupakan keniscayaan, tetapi bukan berarti nggak bisa diantisipasi sama sekali. Nah berikut ini beberapa cara mengantisipasi penyusutan aset yang bisa dilakukan.
1. Perawatan Rutin
Penyusutan ini bisa diperlambat dengan perawatan yang konsisten. Kendaraan misalnya, harus rutin diservis, oli diganti tepat waktu, dan suku cadang yang aus segera diperbaiki agar performa tetap stabil.
Perawatan bukan hanya menjaga nilai aset tetap tinggi, tetapi juga mengurangi biaya perbaikan besar di masa depan yang biasanya lebih mahal.
2. Mengikuti Tren Pasar dan Teknologi
Banyak aset yang kehilangan nilai bukan hanya karena faktor usia, tapi karena munculnya inovasi baru yang lebih menarik. Untuk mengantisipasi hal ini, penting mengikuti tren pasar agar tahu kapan waktu yang tepat menjual atau mengganti aset.
3. Diversifikasi dan Proteksi Investasi
Tidak semua aset bisa dipertahankan nilainya dengan cara fisik. Karena itu, langkah lain yang bisa diambil adalah mendiversifikasi kepemilikan.
Misalnya, selain membeli aset yang cepat menyusut seperti kendaraan, sebaiknya juga memiliki aset yang cenderung stabil atau meningkat nilainya seperti emas, properti strategis, atau reksa dana.
Proteksi melalui asuransi juga penting, terutama untuk aset bernilai tinggi seperti rumah dan mobil. Dengan asuransi, risiko kehilangan atau kerusakan bisa diminimalisir.
Menjaga aset agar tidak mengalami penyusutan itu penting untuk mencegah pembengkakan biaya perawatan atau bahkan kehilangan nilai yang besar. Pada akhirnya hal ini akan mempengaruhi kesehatan finansial.
Penasaran dengan kondisi aset kamu saat ini dibandingkan dengan keuangan kamu ? Yuk cek kesehatan keuangan kamu di sini.
Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan pertama kali supaya kamu bisa meningkatkan aset keuangan kamu.
Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Lalu, kamu juga bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.
Dengan sesi konsultasi ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk mencegah kerugian akibat depresiasi atau penyusutan aset.
Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang agar kamu bisa segera #FinanciallyFit!
Baca juga: Pengaruh Kondisi Finansial Terhadap Kesehatan Mental Kamu