Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

5 Kesalahan Keuangan yang Paling Sering Dilakukan Fresh Graduate

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 4 September 2025 | 192 dilihat

5 Kesalahan Keuangan yang Paling Sering Dilakukan Fresh Graduate

Fresh graduate sering salah kelola gaji pertama. Simak 5 kesalahan keuangan paling umum dan cara menghindarinya sejak awal karier.

Setelah lulus kuliah dan mendapat pekerjaan, fresh graduate biasanya akan menggunakan gaji pertama mereka untuk bersenang-senang atau self reward

Nggak salah memang, tapi bagaimana memperlakukan gaji pertama itu sangat penting. Pasalnya, pengelolaan gaji pertama sangat penting dalam membangun kebiasaan mengelola uang pada bulan-bulan berikutnya.

Baca juga: Nyicil iPhone 16 Boleh-boleh saja, Asal…

Kesalahan Keuangan Fresh Graduate

Kesalahan di awal menerima gaji oleh fresh graduate itu sesuatu yang wajar. Namun bukan berarti kesalahan itu boleh dilanggengkan. Kamu harus bisa menghindari deretan kesalahan keuangan berikut!

1. Gaji Habis untuk Gaya Hidup

Banyak fresh graduate merasa gaji pertama adalah momen istimewa, sehingga ingin merayakannya dengan belanja besar-besaran. Ada yang membeli gadget baru, makan di restoran mewah, atau traveling tanpa perencanaan.

Memang sah-sah saja memberi hadiah pada diri sendiri, tapi jika semua gaji habis di awal, tidak ada sisa untuk kebutuhan mendasar di akhir bulan. Kebiasaan ini bisa membentuk pola “besar pasak daripada tiang” yang sulit diubah.

2. Nggak Punya Anggaran Bulanan

Karena merasa penghasilan masih baru dan belum terlalu besar, sebagian orang menganggap tidak perlu membuat anggaran. Padahal, tanpa anggaran, arus uang sulit dikendalikan. 

Uang akan cepat habis tanpa tahu ke mana perginya. Anggaran sederhana seperti 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan dan cicilan, serta 20% untuk tabungan dan investasi bisa membantu menjaga stabilitas keuangan sejak awal.

3. Abai Terhadap Dana Darurat

Gaji pertama dianggap terlalu kecil untuk ditabung, sehingga banyak fresh graduate menunda menabung hingga merasa penghasilannya “cukup.” Masalahnya, rasa cukup itu jarang datang karena kebutuhan dan gaya hidup cenderung ikut naik.

Akibatnya, dana darurat tidak terbentuk, padahal dana ini penting untuk berjaga jika ada keadaan mendesak, seperti sakit atau kehilangan pekerjaan. Oleh karena itu, sekecil apapun gajimu, segera mulai bangun dana darurat!

4. Menunda Asuransi atau Perlindungan Diri

Banyak fresh graduate hanya fokus pada kebutuhan jangka pendek dan melupakan perlindungan jangka panjang. Padahal, risiko kesehatan bisa datang kapan saja. 

Tanpa asuransi, biaya rumah sakit bisa menguras tabungan. Memanfaatkan BPJS atau asuransi kesehatan sejak dini sebenarnya jauh lebih hemat dibanding harus menanggung biaya medis besar di kemudian hari.

5. Terjebak Utang Konsumtif

Godaan terbesar fresh graduate adalah pinjaman onlinepaylater, atau kartu kredit yang ditawarkan dengan mudah. Rasa ingin cepat terlihat mapan membuat mereka mengambil cicilan untuk membeli barang-barang non esensial.

Utang konsumtif ini bisa menjadi jeratan yang mengganggu cash flow bulanan, bahkan bisa merusak riwayat kredit di masa depan.

Baca juga: Gaji Dipotong: Sakit Dahulu, Senang Kemudian!

Bangun Kebiasaan Keuangan yang Positif

Mengelola keuangan itu bukan tentang berapa besar gaji yang kamu terima. Meski gaji kamu masih UMR atau bahkan dibawahnya, mengelola penghasilan jadi kewajiban. 

Berikut ini dua cara yang bisa fresh graduate lakukan untuk membangun kebiasaan keuangan yang positif!

1. Buat Anggaran Keuangan Sejak Awal

Fresh graduate harus terbiasa untuk membuat anggaran keuangan sejak awal. Tujuannya agar setiap keputusan keuangan terarah dan terukur, serta menghindari uang habis sia-sia.

Misalnya, buat anggaran dengan metode 50-30-20, yaitu  50% dialokasikan untuk kebutuhan dasar seperti kos, makan, dan transportasi; 30% untuk keinginan dan cicilan; dan 20% untuk tabungan, dana darurat, dan investasi. 

Jika kebiasaan ini dibangun sejak gaji pertama, maka pengelolaan keuangan kedepannya akan lebih disiplin meskipun pendapatan meningkat. Anggaran yang konsisten juga melatih seseorang untuk menahan diri dari gaya hidup konsumtif.

2. Menyisihkan Tabungan dan Investasi di Awal

Kesalahan yang sering dilakukan adalah menabung dari sisa gaji, padahal biasanya sisa itu jarang ada. Kebiasaan yang lebih sehat adalah menyisihkan tabungan dan investasi begitu gaji diterima, sebelum digunakan untuk hal lain. 

Dengan cara ini, menabung menjadi prioritas, bukan pilihan. Misalnya, langsung mengatur transfer otomatis 10–20% gaji ke rekening khusus tabungan atau instrumen investasi yang sesuai profil risiko

Lambat laun, kebiasaan ini akan menumbuhkan mental “mendahulukan diri sendiri” dalam arti finansial, sehingga kamu lebih siap menghadapi kebutuhan jangka panjang.

Itulah ulasan mengenai deretan kesalahan finansial yang sering dilakukan fresh graduate saat menerima gaji pertama. Menghindari kesalahan-kesalahan itu akan membuat finansialmu selalu sehat. 

Penasaran seberapa sehat finansialmu sebagai fresh graduate yang baru dapat kerja? Sekarang, kamu bisa cek kesehatan keuangan kamu di sini

Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan saat menerima gaji pertama supaya keuangan kamu lebih sehat dan membuatmu bahagia.

Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Lalu, kamu juga bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1

Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang agar kamu bisa segera #FinanciallyFit!

Baca juga: Modal yang Dibutuhkan untuk Membuka Minimarket


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page