Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

Modal yang Dibutuhkan untuk Membuka Minimarket

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 5 September 2024 | 10K dilihat

Modal yang Dibutuhkan untuk Membuka Minimarket

Mau buka minimarket? Simak rincian biaya lengkapnya di sini, dan cari tahu berapa modal yang perlu disiapkan dan syarat lainnya!

Minimarket bisa menjadi opsi usaha dengan keuntungan yang menjanjikan. Pasalnya, produk yang dijual merupakan kebutuhan sehari-hari masyarakat, mulai dari sembako hingga makanan-makanan ringan. 

Membuka minimarket bisa dilakukan dengan dua pilihan. Pertama, kamu membeli franchise atau waralaba minimarket yang punya jaringan luas di Indonesia. Kedua, kamu membuka minimarket pribadi. 

Kedua opsi ini menawarkan keuntungan masing-masing. Misalnya waralaba minimarket memungkinkan kamu punya usaha minimarket tanpa harus terlibat langsung dalam mengelola operasional toko. 

Baca juga: 9 Cara Memulai Bisnis Online dari Nol untuk Pemula

Modal Membuka Minimarket

Pertanyaannya, berapa sih modal yang diperlukan untuk membuka usaha minimarket? Modal yang diperlukan ini tentu akan berbeda untuk masing-masing opsi di atas. 

Franchise minimarket biasanya sudah mematok harga sesuai dengan kualifikasi yang ditentukan. Pengusaha hanya perlu memilih tipe minimarket yang diinginkan saja. 

Sementara minimarket pribadi bisa dimulai dengan modal kecil. Kamu bisa memulai dengan minimarket kecil, dan terus ditambah seiring berjalannya waktu. 

1. Modal Franchise Minimarket

Di Indonesia, ada beberapa minimarket yang menawarkan franchise kepada masyarakat dan pengusaha. Minimarket franchise ini menawarkan jaringan yang luas, nama yang sudah terkenal, dan produk yang lengkap. 

Keunggulan lainnya, kamu hanya perlu menyetor harga yang sudah ditentukan tanpa harus terlibat langsung dari operasional usaha. Namun, model ini tentu memerlukan modal yang cukup besar dibanding minimarket pribadi. 

Terkait modal, kamu bisa memiliki minimarket dengan model franchise dengan harga mulai dari Rp 300 Juta sampai Rp 1 Miliar. Harga ini tergantung pada tipe yang dipilih pengusaha. Adapun tipe dibagi berdasarkan luas bangunan yang digunakan. 

Sebagai contoh, salah satu jaringan minimarket terkenal di Indonesia menawarkan empat tipe minimarket, yaitu:

  • Tipe gerai 9 rak (30 m2): Rp 300 Juta
  • Tipe gerai 18 rak (60 m2): Rp 350 Juta
  • Tipe gerai 36 rak (80 m2): Rp 450 Juta
  • Tipe gerai 45 rak (100 m2): Rp 500 Juta

Harga itu bisa disebut all in, karena sudah mencakup kebutuhan-kebutuhan minimarket, meliputi:

  • Franchise Fee untuk 5 tahun
  • Instalasi listrik
  • Peralatan gerai dan air conditioner
  • Cash register dan sistem informasi ritel
  • Shop sign dan polesign
  • Perizinan gerai
  • Promosi dan persiapan pembukaan gerai

Estimasi modal ini di luar investasi properti. Selain itu, modal bisa saja berubah dan berbeda pada setiap daerah.

2. Modal Minimarket Pribadi

Minimarket pribadi artinya dimulai dan dijalankan sepenuhnya oleh si pemilik. Konsep ini bisa jadi opsi jika membeli franchise minimarket dinilai terlalu mahal modal awalnya. 

Ya, minimarket pribadi menawarkan modal yang lebih kecil. Bahkan kamu bisa memulai dari toko kelontong lalu secara bertahap ditingkatkan dari segi kuantitas produk dan kualitas pelayanannya. 

Selain modal yang lebih kecil, minimarket pribadi juga memungkinkan pemilik untuk mengontrol penuh usahanya. Hal ini tentu berbeda dengan franchise, dimana pengusaha sama sekali tidak terlibat dalam operasional.

Lalu berapa modal yang diperlukan? Kamu bisa membuka minimarket pribadi dengan modal mulai dari Rp 150 Juta. Berikut adalah rincian anggarannya:

  • Biaya sewa tempat: Rp 30 Juta
  • Renovasi dan dekorasi: Rp 15 Juta
  • Peralatan minimarket: Rp 35 Juta
  • Stok awal dagangan: Rp 50 Juta
  • Operasional Awal: Rp 10 Juta
  • Dana darurat: Rp 10 Juta

Sebagai catatan, jumlah modal awal itu akan berbeda berdasarkan skala minimarket yang akan kamu buka. Semakin besar, maka modal yang diperlukan juga semakin banyak. 

Baca juga: 10 Cara Jitu Mendapat Investor untuk Modal Kembangkan Bisnis

Tips Keuangan untuk Membuka Minimarket

Membuka usaha minimarket membutuhkan perencanaan keuangan yang matang agar usaha dapat berjalan lancar dan berkelanjutan. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan!

1. Susun Anggaran

Sebelum membuka minimarket, penting untuk menyusun anggaran awal yang mencakup semua aspek pengeluaran, meliputi biaya sewa tempat, renovasi atau dekorasi interior, pembelian stok, peralatan, dan biaya operasional awal. 

Dengan anggaran yang rinci, kamu bisa memastikan modal yang tersedia mencukupi untuk memulai usaha tanpa ada biaya yang terlewatkan.

2. Kelola Arus Kas

Minimarket memiliki arus kas yang cepat, dengan banyak transaksi harian. Oleh karena itu, penting untuk memantau arus kas secara ketat agar tidak terjadi kekurangan dana. 

Pastikan untuk mencatat semua pemasukan dan pengeluaran secara rinci dan memeriksa saldo kas harian. Selain itu, hindari penggunaan uang kas untuk keperluan pribadi.

3. Jaga Stok

Pengelolaan stok yang baik sangat penting dalam bisnis minimarket. Kamu perlu memastikan barang-barang yang cepat terjual selalu tersedia, sementara barang-barang yang kurang laku tidak menumpuk. 

Lakukan pengecekan stok secara rutin dan gunakan manajemen inventaris yang bisa membantu kamu mengontrol stok dan mencegah kerugian akibat barang kadaluarsa atau hilang.

4. Siapkan Dana Cadangan

Memiliki dana cadangan sangat penting untuk menghadapi situasi darurat atau kebutuhan mendesak, seperti perbaikan peralatan, penurunan penjualan, atau kebutuhan stok tambahan yang tiba-tiba. 

Dana cadangan ini juga dapat digunakan untuk menjaga kestabilan operasional minimarket selama masa-masa sulit. Biasakan untuk menyisihkan sebagian dari keuntungan bulanan sebagai dana cadangan.

5. Manfaatkan Teknologi

Investasikan dalam teknologi yang dapat membantu efisiensi operasional dan keuangan, seperti sistem point of sale (POS) yang terintegrasi dengan manajemen stok dan akuntansi. 

Dengan sistem ini, kamu dapat memantau penjualan, mengelola stok, dan melacak keuntungan secara real-time

Itulah ulasan mengenai modal untuk membuka minimarket. Membuka minimarket merupakan keputusan yang tepat, dan harus dilakukan saat finansial benar-benar sehat. 

Untuk itu, sangat penting bagi kamu mengetahui kondisi kesehatan finansial. Nah dalam hal ini, kamu bisa cek kondisi finansial dengan mengikuti Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA. 

Setelah melakukan Financial Fitness check up, kamu juga bisa langsung konsultasi hasil Financial Fitness Check Up dengan Nyala Trainer loh! Nyala Trainer akan membantu dalam sesi konsultasi 1 on 1 dengan menganalisa kesehatan keuangan kamu.

Caranya pun mudah, kamu hanya perlu menentukan jadwal yang diinginkan, lalu pilih Nyala Trainer. Tunggu saja hari konsultasinya tiba.

Baca juga: 15 Ide Bisnis Rumahan Modal Kecil yang Mudah Dicoba!


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page