Menyimpan uang di bank sudah jadi kebiasaan umum masyarakat. Selain aman, bank juga menawarkan berbagai layanan yang memudahkan dalam transaksi, seperti transfer, pembayaran, pembelian, dan sebagainya.
Dalam praktiknya, menyimpan uang di bank dilakukan dengan membuka rekening. Sebagai informasi, rekening bank adalah sederet angka yang digunakan sebagai pencatatan transaksi nasabah di sebuah bank
Rekening yang masih digunakan untuk transaksi berarti rekening aktif. Namun apakah kamu punya rekening yang tidak digunakan? Jika punya, berarti itu adalah rekening dormant!
Baca juga: Mengenal Literasi Keuangan Digital dan Manfaat Mempelajarinya
Apa Itu Rekening Dormant?
Melansir berbagai sumber, dormant adalah istilah yang menggambarkan rekening tabungan atau giro sudah pasif dan tidak digunakan beberapa waktu lamanya.
Faktor yang menyebabkan rekening dormant, yaitu tidak ada aktivitas transaksi apapun dalam rekening selain pendebetan atau pengkreditan otomatis oleh sistem.
Bank akan membuat rekening menjadi dormant jika tidak aktivitas apapun selama 6-12 bulan berturut-turut. Kebijakan jangka waktu ini akan berbeda di setiap bank dan produk simpanan yang digunakan.
Selain itu, rekening dormant juga terjadi akibat faktor lain, seperti kesalahan transfer dalam jumlah besar, aktivitas transaksi tidak wajar, hingga permintaan dari pihak berwajib karena adanya dugaan rekening digunakan untuk tindak pidana.
Rekening dormant tentu menimbulkan dampak bagi nasabah, yaitu:
- Tidak bisa melakukan transaksi pendebetan, seperti penarikan tunai dan transfer melalui e-channel, serta melakukan pembelanjaan di merchant atau EDC;
- Rekening dormant tidak bisa melakukan aktivasi melalui e-channel;
- Rekening bisa menerima transfer masuk, tapi tidak mengubah statusnya sebagai dormant.
Jika rekening masih tidak digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama dari masa dormant, saldo sudah nol rupiah dalam waktu lama, dan tidak ada upaya mengaktifkan kembali, bank bisa menutup rekening tersebut.
Baca juga: Mayoritas Gen Z Tak Punya Dana Darurat!
Fakta-fakta Rekening Dormant
Rekening yang tidak aktif alias dormant itu secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap keuangan. Berikut beberapa faktanya!
1. Dormant Terjadi karena Tak Ada Aktivitas di Rekening
Rekening akan dikategorikan dormant (tidak aktif) jika dalam jangka waktu tertentu tidak ada transaksi sama sekali, baik itu penarikan, penyetoran, transfer, maupun pembayaran.
Umumnya bank menetapkan batas waktu 6 hingga 12 bulan tanpa transaksi untuk mengubah status rekening menjadi dormant. Artinya, meski saldo masih ada, rekening dianggap pasif dan perlu diaktifkan kembali.
2. Saldo Terkuras Biaya Admin
Salah satu dampak rekening dormant adalah potensi terpotongnya saldo secara otomatis oleh biaya administrasi bulanan khusus rekening tidak aktif.
Setiap bank memiliki ketentuan berbeda, tetapi umumnya biaya ini dikenakan secara berkala hingga saldo habis atau rekening ditutup otomatis. Tanpa disadari, tabungan yang semula utuh bisa habis perlahan!
3. Menyulitkan saat Butuh Dana Mendesak
Jika suatu hari mendadak butuh uang di rekening dormant, kamu tidak bisa langsung menarik uang lewat ATM atau transaksi online. Rekening harus diaktifkan dulu sesuai ketentuan bank.
Proses aktivasi ini bisa memakan waktu dan menyulitkan, terutama kalau kejadiannya mendadak atau di luar jam layanan bank. Artinya, rekening dormant membuat akses keuanganmu jadi terhambat.
Baca juga: Buku Tabungan Hilang? Jangan Panik, Segera Lakukan Hal Ini!
4. Mempengaruhi Riwayat Perbankan
Meski tidak sebesar kredit macet, punya banyak rekening dormant bisa menandakan pengelolaan keuangan yang kurang optimal.
Jika suatu hari kamu ingin mengajukan pinjaman atau kredit, beberapa bank bisa melihat riwayat rekeningmu dan mempertimbangkan hal ini. Kamu akan dianggap kurang aktif memaksimalkan layanan bank ketika rekening dormant.
5. Perlu Diaktifkan Kembali untuk Digunakan Normal
Rekening yang sudah dormant tidak bisa langsung digunakan untuk transaksi biasa seperti transfer, tarik tunai, atau pembayaran. Kamu harus melakukan aktivasi kembali.
Ada kemungkinan kamu juga diminta untuk melakukan setoran minimal agar rekening aktif kembali. Ini menambah effort yang sebenarnya bisa dihindari jika rekening tetap dikelola secara aktif.
Itulah ulasan mengenai rekening dormant dan fakta-faktanya. Memastikan rekening aktif dan tidak dormant itu sangat penting, agar kamu tetap mendapat akses terhadap layanan dan fitur dari bank tersebut.
Keberadaan rekening bank sangat penting untuk keuangan kamu, salah satunya karena bisa menyimpan dana darurat. Sehingga, akan membantu kamu dalam mencapai finansial yang lebih sehat.
Saat ini, mengecek kesehatan finansial bisa dilakukan dengan mudah melalui Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA.
Dengan melakukan financial fitness check up, kamu akan tahu apa yang harus kamu lakukan pertama kali supaya keuangan kamu lebih sehat dan membuatmu bahagia.
Financial Fitness Check Up bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit. Lalu, kamu juga bisa membahas hasil Financial Fitness Check Up kamu dengan Nyala Trainer di Konsultasi 1 on 1.
Dengan sesi konsultasi ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk keuangan kamu.
Banyak sekali manfaat yang bisa kamu dapat, bukan? Jadi, yuk segera atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang agar kamu bisa segera #FinanciallyFit!
Baca juga: Rekening Bersama Suami Istri, Ini Kelebihan dan Kekurangan